
Mansion utama Hurairah
Jakarta
Catatan \= maaf telat up makkkk, selain anak masih sakit, tadi seharian dirumah sakit mana sulit nya cari konsep pernikahan ala Eden dan Ramira.
*****
"Mommy"
Ailee tampak mendekati Ramira, perempuan yang selalu dia panggil Mommy itu sejak pagi tadi sibuk di make over oleh tim khusus.
"Hmmm Ada apa sayang?"
Tanya perempuan itu masih sambil memejamkan bola matanya, membiarkan orang khusus terus mempermak wajah nya.
"Bagaimana setelah ini kita mengambil liburan bersama?"
Tanya Ailee cepat.
"Kamu bisa mendiskusikan nya dengan Daddy"
Jawab Ramira pelan.
"Aku bisa mengatur nya"
Ailee menjawab sambil mengembangkan senyuman, dia juga tengah sibuk di make up oleh salah satu tim khusus.
"Aku memimpikan liburan bersama kita untuk waktu yang begitu lama, Grandma, mommy, daddy, Aland, anak-anak"
Ucap ailee sambil mengingat impian dimasa lalu nya, memiliki keluarga lengkap seperti teman-teman mereka.
Impian itu pernah dia kikis bersama angin ketika Aland begitu membenci nya, lalu tiba-tiba impian itu kembali Hadir begitu dia tahu Daddy kandung nya ada disekitar mereka tapi tanpa pernah Ailee sadari kehadiran nya sama sekali.
"Kita akan menghabiskan banyak waktu bersama"
Ramira menjawab sambil mengembangkan senyuman nya, membiarkan sang make up artist terus mengerjakan tugas mereka.
*********
Disalah satu sudut ruangan barisan Hantaran di hari kemarin masih tertata dengan begitu rapi.
******
Dibagian meja tamu gedung utama Hurairah hingga ke halaman depan yang sudah di setting sedemikian rupa telah di siapkan dengan tatanan Paling sempurna dengan decorasi warna serba golden persis seperti apa yang di sukai Ramira.
*******
Decorasi semakin bertambah menggelegar ketika padu padan serba emas bertaburan disepanjang ruangan, dimana di setiap sudut telah di tatan meja para tamu undangan dengan konsep sempurna yang telah disiapkan sejak beberapa hari yang lalu.
Dekorasi ala istana golden dengan hiasan cake pernikahan seukuran 3 kali tubuh Manusia menjulang tinggi di salah satu sisi, hingga bisa membuat mata siapapun yang melihatnya tidak berkedip saking takjub dengan keindahan ukiran dan desain yahg dibuat di sekitaran cake tersebut.
*******
Para panitia telah bersia menata tiap meja tamu dengan berbagai macam makanan yang begitu menggugah selera, dari makan Indonesia hingga makanan ala Prancis dan timur tengah.
semua tamu undangan di bebaskan dalam memilih menu makanan berdasarkan selera masing-masing lidah.
*******
"Apa kamu sudah siap, nak?"
Daddy Ramira bertanya sambil mengembangkan senyuman nya, menatap sang anak perempuan dengan bola mata berkaca-kaca.
Ramira menatap Balik bola mata sang Daddy nya juga dengan pandangan berkaca-kaca, dia mengangguk kan pelan kepalanya sambil membalas uluran tangan sang Daddy.
Tiba-tiba Dandy nya langsung memeluk erat tubuh nya begitu saja.
Ini kali pertama dia mendengar daddy nya menangis sambil memeluk erat dirinya.
Ucap laki-laki itu tiba-tiba.
"Maafkan Daddy yang tidak pernah bisa menjadi Daddy yang baik untuk kamu, tidak bisa jadi cinta pertama kamu, tidak melihat Tumbuh kembang mu dengan baik, tidak bisa berkata pada teman-teman kamu kalau kamu putri ku, berkata jangan macam-macam dengan putri ku, mengancam laki-laki yang mencoba mendekati kamu, atau bahkan menggenggam tangan mu disaat kamu benar-benar membutuhkan Daddy"
Mendengar ucapan laki-laki itu seketika Ramira meneteskan air matanya, dia menangis didalam pelukan laki-laki itu dan larut dalam kesedihan nya.
"Tapi ketahuilah bahwa kamu akan tetap jadi Putri pertama Daddy yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun di dunia ini"
Ramira mengangguk kan cepat kepalanya, dia hanya bisa menangis terisak didalam pelukan laki-laki tersebut.
Tiba-tiba dari arah belakang Daddy Ramira muncul seorang laki-laki dan perempuan.
"Tidak ingin memeluk daddy juga?"
Seorang laki-laki bertanya sambil menepuk-nepuk Punggung Daddy Ramira.
Itu adalah Daddy angkat Ramira, CEO Acselic construction,suami dari adik perempuan Mommy nya, laki-laki yang menganggap nya persis seperti anak kandung nya sendiri.
"Daddy"
Seketika Ramira melepaskan pelukannya dari Daddy kandung nya, dia secepat kilat memeluk Daddy angkat nya itu.
"Ohhh tuhan coba lihat dia akhirnya mau menikah juga setelah sekian lama"
Laki-laki itu bicara sambil memejamkan bola matanya, mengelus lembut punggung Ramira untuk beberapa waktu.
"Rasanya begitu tidak adil tiba-tiba seseorang ingin mencuri kamu dari kami"
Ucap laki-laki itu lagi.
"Aku akan menghajar Eden jika menyia-nyiakan kamu, ada dua Daddy disini, jika dia macam-macam maka kami akan siap menghajar nya"
Ucap Daddy Ramira sambil menghapus Air Matanya Dengan saputangan miliknya.
Seketika mereka tertawa bersama, saling menghapus air mata untuk beberapa waktu.
"Ohhh coba lihat 2 laki-laki ini mengacaukan make up putri mereka"
Protes Mommy kedua Ramira yang tak lain adik Mommy kandung nya.
"Coba lihat, make up nya hampir menjadi kacau balau"
Mommy Ramira ikut protes, mencoba mendekati Ramira lantas membentang lebar kedua telapak tangan nya.
"Tidak ingin memeluk Mommy tua mu ini?"
Tanya wanita tua itu cepat.
Secepat kilat Ramira masuk kedalam pelukan wanita itu, dia kembali menangis sesenggukan di dalam pelukan wanita itu untuk beberapa waktu.
Dia menghabiskan waktu menikmati kebersamaan sebelum pernikahan nya, melepaskan sejuta rindu yang sempat tertunda untuk banyak waktu.
Hingga akhirnya Waktu memasuki puncak acara.
Sang make up artist memperbaiki make up Ramira yang sedikit berantakan karena air mata untuk beberapa waktu.
"Sudah siap?"
Daddy Ramira sekali lagi bertanya sambil mengembangkan senyuman nya, kali ini dia bersiap dengan keadaan, membuang rasa bersalah dan tangisan sedih nya sejak tadi.
Mengubah wajahnya agar menampilkan kebahagiaan untuk pernikahan putri nya itu.
Ramira mengangguk kan cepat kepalanya.
"Yes Daddy"
Lalu Secara perlahan Ramira dan Ibrahim sang Daddy berjalan ke arah depan menuju ke arah dimana Eden telah bersiap menyambut Ramira.
Di ujung sana Eden tampak mengembangkan senyuman nya, laki-laki itu terlihat begitu tampan dan sempurna, menatap wajah sang cinta pertama nya itu dengan bola mata berkaca-kaca.
Dia mengulurkan tangannya ketika Daddy Ramira mulai menyerahkan tangan Ramira kepada dirinya.
Hingga mereka melewati proses sakral dalam penyatuan disaksikan oleh ribuan pasang mata dari segala penjuru, dengan saling mengikat sumpah dan janji untuk saling mencintai dalam semu ma keadaan.
Cukup lama hingga semua proses luar biasa itu berjalan begitu khidmat serta penuh suka dan cinta.
Dua insan yang lama terpisah, Mengejar jarak hingga akhirnya menyatu dengan cara yang luar biasa.
Mereka pada akhirnya melewati sesi penyatuan dalam kesaksian, Lantas meninggalkan ruangan tersebut menuju kearah ruangan lainnya dimana para tamu undangan lainnya telah menunggu untuk merayakan jutaan kebahagiaan dari sepasang umat manusia yang dipenuhi oleh jutaan cinta.
Ciuman hangat yamg dilepaskan diantara ribuan pasang manusia menorehkan jutaan kebahagiaan di sana, pernikahan dua insan Manusia itu menjadi moment paling di tunggu-tunggu oleh semua orang.
Bagi Ramira ini bagaikan mimpi paling terindah nya, yang takut membuat nya terbangun Secara tiba-tiba seperti dimasa sebelum-sebelumnya.
Harapan terbesar nya semoga tidak ada lagi ujian berat yang menghantam kisah mereka, dimulai dari kisah para terdahulu cukup berakhir di kisah mereka saja tanpa harus menyambung kembali dengan kisah pedi di para penerus mereka lainnya.
Untuk keturunan berikut nya dia berharap Cukup dengan jutaan kisah-kisah bahagia dan yang manis-manis saja.
******
Catatan \= Terima kasih cinta untuk yang telah sabar menunggu kisah ini berakhir dengan bahagia, 3 season bukan sejenak, dengan jutaan kisah yang author suguhkan diisi dengan kisah kasih para pasangan masing-masing yang luar biasa.
Maafkan up yang lama, kesulitan terbesar cari visual untuk pernikahan ala Eden Ramira.
Tunggu bonus part nya yah sayanggggg
Love you selangit cakrawala
salam sayang dan cinta
Eva Hye Seung
πππππππππ₯°π₯°π₯°π₯°β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππππ