Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Bawa dia pulang



Mansion utama Luck Stephard


Kamar tidur utama.


"Aku akan ikut kembali ke Swiss"


Lea bicara dengan Cepat ke arah suaminya, bola mata perempuan tersebut menatap Ke arah suaminya untuk beberapa waktu.


Luck terlihat sibuk memasukkan beberapa sisa barang-barang yang harus dia bawa saat ini, mendengar ucapan istrinya seketika Luck langsung menoleh ke arah Lea.


"Sayang kita tidak bisa melakukan nya"


Ucap luck cepat, dia menggelengkan kepalanya Sembari mengembangkan senyumannya, bergerak mendekati istrinya tersebut lantas menyentuh lembut wajah Lea.


"Apa kamu lupa apa yang diucapkan dokter kemarin? Dia bilang kamu tidak bisa pergi kemanapun saat ini, kesehatan kamu dan bayi kita jauh lebih penting saat ini"


Laki-laki tersebut bicara sembari menatap dalam bola mata istrinya, mencoba mengingatkan Lea agar perempuan tersebut tidak bergerak tergesa-gesa dan tidak berpikir untuk kembali ikut ke Swiss.


"Tapi aku ingin bertemu kakak, bukankah kamu tahu aku sangat merindukannya? Aku benar-benar ingin kembali ke Swiss dan bertemu dengan dirinya"


Mohon Lea, bisa Luck lihat bola mata sang istrinya tampak berkaca-kaca, ada permohonan kuat di dalam ucapan dan juga bola mata tersebut agar Luck mau membawanya ikut serta kembali ke Paris.


Sebenarnya saat dia melihat ekspresi istrinya seketika membuat Luck merasa iba, ada keinginan besar untuk mengerjakan kembali perempuan di hadapannya itu untuk pergi ke Swiss dan mencari Ariel bersama dirinya.


Dia tahu bagaimana kerinduan Lea terhadap kakak laki-lakinya, persis seperti seorang anak yang merindukan ayahnya, meskipun dia tidak menyelam hati Lea, Luck jelas tahu betul apa yang ada di dalam pikiran Lea dan apa yang ada di dalam hatinya.


Namun mengingat kondisi Lea saat ini yang sangat tidak memungkinkan untuk membawa istrinya pergi membuat laki-laki tersebut buru-buru menggelengkan kepalanya.


"Maafkan aku sayang, aku mencintai kamu dan bayi kita, tidak bisa aku bayangkan jika sesuatu hal yang buruk terjadi pada kalian mengingat kondisi yang sangat tidak memungkinkan untuk membawa kalian dalam perjalanan jauh"


Yah bukan hal yang rahasia lagi, ibu hamil di usia kehamilan dini cukup dilarang melakukan perjalanan jauh dengan pesawat.


Alasannya penerbangan jarak jauh membuat ibu hamil harus duduk dalam jangka waktu lama dan jarang mengubah posisi tubuh. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah pada vena (deep vein thrombosis) dan varises.


Belum lagi akan terjadi paparan radiasi atmosfer pada ketinggian tertentu dapat menyebabkan gangguan pada janin.


Penurunan kadar oksigen dalam darah bisa terjadi karena selama penerbangan tekanan udara menurun. Namun, hal ini tidak akan berbahaya bagi janin selama ibu hamil memiliki tubuh yang sehat dan pesawat tidak terbang pada ketinggian lebih dari 2.438 meter di atas permukaan laut.


Belum lagi pada trimester pertama kehamilan, untuk sebagian ibu hamil seperti Lea yang kerap mengalami mual, muntah, dan mudah lelah. Hal tersebut tentunya bisa mengganggu perjalanan. Selain itu, risiko keguguran masih cukup tinggi pada tiga bulan pertama masa kehamilan.


Dia membuang rasa iba dan juga rasa kasihan nya, bagi Luck saat ini Lea dan bayinya adalah segala-galanya, tidak ada yang bisa menggantikan kedua orang tersebut di dalam hidupnya, belum lagi semua orang telah menanti kan bayi mereka saat ini, bisa dibayangkan bagaimana kemarahan akan terjadi di dalam keluarga Stephard jika Luck membawa Lea di dalam perjalanan mereka.


"tapi Luck...aku akan tinggal sendirian di rumah tanpa siapa-siapa, hanya ada pelayan dan tidak ada orang lain, aku juga akan sulit melihat sendiri dengan mata kepalaku soal kak Aries, aku ingin bertemu dengan kakak ku secepat nya, aku percaya kakak akan langsung mengenaliku dalam pertemuan kedua"


Lea kembali bicara dengan penuh permohonan dia menggenggam lengan Luck Stephard dengan perasaan penuh harap, dia yakin laki-laki itu pasti akan mendengarkan apa yang diucapkan nya,dan luck pasti akan mengabulkan keinginan nya"


"No baby, aku tidak ingin hal yang buruk terjadi pada kalian, kau tahu aku akan mati jika kamu dan bayi kita mengalami hal yang tidak-tidak"


Luck terus menggelengkan kepalanya.


"Percaya padaku, aku akan menyelesaikan seluruh urusan soal Aries,. Begitu bisa mendapatkan dia meskipun dia tidak mengingatnya atau bahkan mengingat soal diri nya dan kamu, aku akan memastikan jika dia akan menghubungimu dan langsung bicara denganmu. Aku akan membawanya kembali ke Manhattan cepat atau lambat, karena kamu tahu sendiri aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku terlalu lama"


Ucap Luck lagi panjang lebar sembari terus menatap dalam bola mata istrinya.


"Please sekali ini saja dengarkan aku hmmm, biasanya aku akan mendengarkan kamu dan mengabulkan seluruh apa yang kamu minta, tapi kali ini baby maafkan aku, aku tidak bisa mengabulkan nya"


Bicara dengan sungguh-sungguh sembari terus mengelus pipi tembem gadis tersebut, dia berusaha untuk meyakinkan Lea jika dia akan kembali secepatnya dan membawa Aries di antara mereka.


Tidak peduli bagaimanapun nanti keadaannya dia yakin akan mendapatkan Aries secepatnya, dia akan membawa laki-laki itu kembali pulang dan menemui Lea, karena dia tahu betapa besar kerinduan istrinya terhadap kakak iparnya tersebut.


Sebenarnya dia masih merasa sedih pada dia berharap dia bisa bekerja namun pada akhirnya perempuan tersebut berusaha untuk mengalah karena dia tahu apa yang diucapkan Luck jelas benar, dia tidak mungkin menjadi egois dan mengorbankan diri serta bagi mereka untuk pergi saat ini.


"Berjanjilah padaku kamu akan membuat kak Aries pulang"


Pinta Lea sembari menatap dalam wajah Luck, bola mata perempuan tersebut terlihat berkaca-kaca yang berharap dia bisa bertemu dengan kakaknya dengan segera, meskipun dia tahu Aris tidak lagi memiliki wajah yang sama seperti dulu tapi dia tahu jika Aries masihlah tetap memiliki hati yang salah seperti Aries di masa lalu.


Lea tidak bisa mengungkapkan semuanya dengan kata-kata, setiap kali dia  membicarakan soal kakaknya dia seolah-olah  merasa lidahnya menjadi kelu, bahkan dia tidak tahu harus berkata apa lagi.


Namun perempuan itu paham jika Luck jelas memahami hatinya, suaminya paling tahu apa yang dia pikirkan dan apa yang dia inginkan saat ini.


Dia berharap waktu cepat berlalu dan Luck bisa membawa kakaknya pulang dengan segera.


Dia tidak pernah minta banyak kepada Tuhan, tapi kali ini dia meminta agar Tuhan mengembalikan kakaknya, karena satu-satunya orang yang dia cintai dan dia sayangi dalam ruang lingkup kehidupan masa lalu nya setelah mommy nya adalah Aries.


Mendengar ucapan Lea seketika Luck langsung mengganggukan kepalanya dengan cepat masih sembari mengelus lembut wajah istrinya.