
Mansion Utama Emir
Manhattan
Setelah melewati sesi makan malam romantis bersama di mansion Emir, pasangan itu memilih untuk kembali ke mansion Emir yang jaraknya tidak begitu jauh dari apartemen, Emir bilang di sana ada pemandangan luar biasa yang dia yakini Mina pasti akan menyukai nya.
Dan benar saja saat mereka naik ke kamar atas bola mata Mina menatap takjub dengan pemandangan dihadapan nya.
"Wawwww...."
Mina tampak terpesona, menatap kearah depan lantas menoleh ke arah Emir.
"Kakak mendesain nya sendiri?"
Tanya Mina sambil melebarkan senyuman nya.
Emir mengangguk kan kepalanya.
"Ini keren"
Ucap Mina sambil memandangi jutaan bintang yang di hiasi bulan di atas kepala mereka.
.
...(Hanya Visual)...
...Bayangkan di atas sana ada bulan + jutaan bintang yang bertaburan...
Sejak awal membeli Mansion tersebut Emir sengaja mendesain sendiri khusus kamar bagian atas dengan desain gaya skylight romance
Dia typekal laki-laki yang suka menghabiskan waktu di masa lelahnya dengan menikmati indahnya langit milik sang pencipta, bagi nya itu seperti sebuah anugrah dan Sesuatu yang begitu luar biasa yang memang pantas untuk dinikmati.
Dimasa lalu dia menghabiskan malam sendirian, ditemani minuman hingga terlelap dalam luapan kekaguman.
Dan malam kali ini jelas terasa berbeda, ini kali pertama seseorang naik ke atas bersama nya dan akan menghabiskan malam bersama nya.
"Kamu Gadis pertama yang naik ke atas setelah Mommy dan Zumra"
Bisik Emir lantas memeluk Mina dari arah belakang.
"Benarkah"
Mina menoleh ke arah belakang, menatap wajah laki-laki itu untuk beberapa waktu.
Emir mengulum senyumannya, secara perlahan dia mengangguk kan kepalanya.
"Hmmm"
"Ini begitu indah"
Ucap Mina pelan.
"Kamu menyukainya?"
"Hmmm"
Mereka pada akhirnya menghabiskan waktu mengobrol bersama, tiduran dibawah jutaan bintang ditemani indah nya rembulan, kadang mereka terkekeh karena geli, kadang saling menggoda atau bahkan saling mengusili diri.
Hingga akhirnya Emir memilih untuk keluar dan membersihkan diri sejenak, sedangkan Mina masih terus menikmati indahnya langit malam dengan jutaan kebahagiaan.
Begitu Emir selesai dari sesi membersihkan diri, masih dengan rambut basah serta menggunakan bathrobe mandinya, dia lihat Mina mulai terlelap dalam tidur nya.
Laki-laki itu tampak mengulum senyumannya, berjalan mendekati Mina dan naik ke atas kasur secara perlahan, dia membenahi posisi Mina lantas mencoba membaringkan tubuhnya tepat disamping Mina, membiarkan posisi tubuhnya sedikit miring sambil satu tangan nya menjadi tumpuan kepalanya.
Sejenak laki-laki itu memandangi wajah Mina untuk beberapa waktu, menatap setiap inci wajahnya sambil tangan kanan nya mengelus lembut wajah itu.
Secara perlahan Emir mendekati wajah nya pada Mina, lalu dengan gerakan lembut laki-laki itu mulai menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu.
Mina menggeliat lembut, sedikit terkejut karena merasa ada sesuatu yang lembut dan basah bergerak di atas bibirnya.
"Kak?"
Suara parau nya terdengar begitu seksi dan mampu menaikkan tingkat hasrat laki-laki mana pun yang mendengar nya.
"Sudah selesai mandi?"
Dia bertanya sambil menatap dalam bola mata sang suami nya.
Emir mengangguk kan pelan kepala nya.
Pandangan mereka terlihat begitu intens, laki-laki itu menyentuh kembali wajah Mina sambil bertanya.
"Apakah kamu sudah siap?"
Tanya laki-laki itu dengan tatapan hangatnya.
Mina tidak menjawab, gadis itu hanya mengembangkan senyuman nya seolah memberikan kode jika kamu bisa melaksanakan kewajiban mu saat ini juga.
Secara perlahan laki-laki itu mulai menyatukan hidung mereka kemudian dia kembali menautkan bibir mereka tanpa banyak bicara.