Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Berkumpul bersama



Apartemen utama Aland


Manhattan


Suasana apartemen Aland tampak begitu riuh dan penuh kebahagiaan, dipadati oleh para keluarga dan teman-teman, Setelah lama tidak ditempati dimana Aland kembali ke Indonesia beberapa tahun silam akhirnya mereka kembali menempati apartemen tersebut kembali.


Nyonya Burja sang mertua tampak sibuk menyiapkan bubur dan susu untuk Belle di bantu bik Sumi pelayanan setia Aland di dapur, para laki-laki berkumpul di ruang tamu menghabiskan waktu bersama bermain catur, para perempuan sibuk melihat sang bayi mungil Aland dan Ailee.


"Bukankah dia imut sekali?"


Lea bicara sambil menyentuh lembut telapak tangan bayi imut dihadapan nya itu, rasa takjub terpancar dari balik bola matanya.


"Dia mirip Uncle Aland"


Belle bicara sambil mengelus bayi mungil itu.


"Ohhh baby Ayaz, lihat untie... oh imut sekali, kenapa aku jadi berfikir juga ingin memilikinya?"


Vio sejak tadi terus menyentuh pipi tembam sang bayi, tidak tahu kenapa rasanya seolah-olah jiwa ke ibu'an nya meronta-ronta, dia tiba-tiba juga menginginkan nya.


"Kamu bisa mendapatkan nya juga jika mau".


Ucap Lea cepat.


"Aku merasa ini masih terlalu dini"


Vio menjawab pelan.


"Yah tidaklah, kan kamu lebih dulu menikah ketimbang Ailee, kalian hanya berusaha menunda nya atas permintaan Mommy dan Daddy mu, sekarang kan sudah kuliah, banyak kok anak kuliah yang hamil dan memiliki anak, tidak ada larangan sama sekali"


Protes Lea cepat.


"Kalian bisa berdiskusi, memulai program, menentukan waktu yang tepat, apalagi tempo kehamilan 9 bulan, jadi kalian bisa menghitung waktu antara program menuju lama kehamilan dan lahiran, setelah itu bisa mendiskusikan soal siapa yang mengasuh saat kamu kuliah nanti nya"


Tiba-tiba Aishe menyahut cepat, perempuan itu tampak duduk bersandar di samping Ailee, seperti nya sudah cukup kepayahan dalam membawa perutnya.


Jika tidak ada halangan kelahiran nya mungkin dalam 2-3 Minggu kedepan.


Vio sejenak berfikir.


Sebenarnya dia dan Edo sudah membicarakan nya, tapi Mommy dan Daddy nya takut kuliah Vio terganggu saat vio hamil di usia yang belum cukup matang, sedangkan dia dan Edo berfikir untuk memulai program kehamilan.


Mommy dan Daddy nya berharap vio menyelesaikan masa kuliah nya lebih dulu, kata sang Mommy memiliki anak ketika masih berada di bangku kuliah bisa menghambat langkah untuk bisa melakukan banyak aktivitas dengan selayaknya.


"Hmmm Mungkin kami akan mendiskusikan nya kembali"


Ucap Vio pelan.


"Ngomong-ngomong, kenapa Mina belum kemari ?"


Tanya Ailee kemudian.


"Kau ini seperti tidak tahu saja, pengantin baru itu masih dalam suasana yang begitu panas membara, dimana-mana pasti dipenuhi dengan cinta"


Kekeh Vio cepat.


"Aihyooo aku tidak percaya dia bisa menikah begitu cepat, dia bilang ingin menyelesaikan kuliah nya lebih dulu, rupa-rupa nya malah menikah tahun ini"


Ucap Lea meneruskan kata-kata Vio.


Suasana kamar tersebut begitu riuh, membuat sang bayi mungil seketika terbangun dan mulai menangis.


"Stttt kita membangunkan Ayaz"


"Oh god maafkan untie-untie mu yang cerewet ini"


"Oh sayang....coba aku yang menggendongnya"


Ucap Aishe cepat.


Secara perlahan perempuan itu meraih tubuh mungil itu dan memasukkannya kedalam pelukan nya.


"Oh god seperti nya baby di perut cemburu"


Aishe tampak terkekeh.


"Kenapa dia menendang?"


Tanya Belle cepat.


"He em coba lihat dia menendang, dia cemburu pada sepupu nya"


Seketika tawa bahagia terdengar memenuhi kamar tersebut dimana ada mommy muda dan calon Mommy muda yang berkumpul menambah keceriaan disana.