Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mendekati target



Ketika barisan mobil menembus Jalanan pinggiran Manhattan, semua orang berada didalam posisinya masing-masing, bersiap diri mendekati target untuk menghancurkan Alestor beserta kawanannya.





"Aku benci mengatakan ini, tapi apa tidak bisa selipkan 1 perempuan untuk kami, kenapa mereka yang harus dikelilingi 3 perempuan cantik itu?'


Anggota black Lion bicara melalui headset bluetooth ke pada Luck.


Seketika terdengar kekehan luck.


"Mereka tidak begitu tertarik dengan kalian"


Jawab Luck cepat.


"Oh shi..t, kami jauh lebih tampan dari anggota red Mafia"


"Bisa jadi kami lebih buas dari mereka"



"Aku mendengarnya, aku mendengar ucapan itu dari sini'


Hera bicara dari balik earphone nya.


"Oh shi..t dia menyahut"


Seorang laki-laki menganga senang.


"Jangan terlalu percaya dengan mereka, kau tidak akan merasa tenang hidup di antara mereka, yang paling muda berdada montok bahkan lebih garang dari seekor harimau''


Anggota red Mafia terdengar menyahut.



"Itu kau hera"


Eve menyahut dengan cepat.


"Yakkkk"


Hera berteriak kesal.


"Kau memang garang"


Seketika terdengar kekehan dari arah saling berlawanan.


"Ohhhh merek benar-benar akan ku hajar setelah kita kembali"


Rutuk Hera cepat.


"Aku pikir selera ku berubah pada Winda, kau tahu? dia benar-benar type gadis ideal"


Satu Anggota red Mafia bicara.



Eve ikut menggerutu kesal.



"Kau cukup sadis untuk di taklukkan, brother aku sarankan cari perempuan biasa saja, kau akan mati mengencani salah satu dari mereka bertiga"


Seketika suasana riuh Terjadi di seluruh mobil mereka.


"Come ini Waktu nya kita menjadi lebih serius, kita semakin mendekati posisi target"


Bern bicara lantas mulai menarik senjata nya dari sisi kanan tepat di bawah kakinya.



Kletakkkk


Takkkkkk


Laki-laki itu mulai mengokang Senjata nya.


Semua orang tampak terlihat serius kali ini, mulai menarik senjata mereka masing-masing.


"Berapa jauh?"


Bern bertanya pada seseorang dari ujung sana"


"10 menit menuju ke titik lokasi"


Terdengar suara aland bicara melalui titik pusat pemantauan.


Laki-laki itu tampak serius memperhatikan seluruh kamera pemantau yang telah di pasang di seluruh bagian titik sasaran dimana beberapa anggota Bern dan Luck telah bergerak sejak 2 hari yang lalu memantau jejak serta meninggalkan kamera pemantau di beberapa sudut lokasi dari pohon, gedung bahkan beberapa sisi yang cukup masuk akal untuk dipantau.


Bahkan Anggota Bern dan Luck sudah 1 Minggu ini memperhatikan jadwal semua orang yang keluar masuk di markas mereka tanpa terkecuali.


Alestor rupanya memiliki satu sisi yang tidak diketahui orang lain, laki-laki itu melakukan bisnisnya kotor menggunakan harta kekayaan Hurairah company, melakukan penyelundupan narkoba serta penyelundupan karya seni ke beberapa negara.


Dan laki-laki itu seperti nya tengah merencanakan sesuatu di luar ekspektasi mereka, dia menekan Liliana agar segera menikah dengan penerus Azzura untuk mendapatkan pundi-pundi harta mereka dan berniat mengalokasi dana kembali untuk memperluas jaringan nya.


"Mereka benar-benar gila"


Ucap Luck pelan lantas mulai meraih senjata milik nya juga dan mulai mengokang nya.


Kletakkkk


Takkkkkk


"Memecah barisan sekarang juga"


Ucap Farhan lantas mulai bergerak lebih dulu memecah diri di Antara semua orang, beberapa kendaraan mulai memperlambat laju mobil mereka, beberapa kendaraan lain nya mulai mempercepat gerakan mereka.


"Masuk dan temukan target masing-masing"


Setelah berkata begitu Bahrat langsung menekan pedal mobil nya secara penuh.


"Mari menikmati malam mencekam kembali"