
Ditengah keputus'asaan yang dirasakan oleh gadis tersebut, di mana dia merasakan darah telah menggenangi sekitarnya, bahkan dia merasa kesadarannya mulai menipis dan nyaris menghilang, namun tiba-tiba saja tubuh laki-laki psikopat tersebut ambruk di atas tumbuhnya.
gadis itu jelas saja terkejut dan langsung membulatkan bola matanya, dia bertanya-tanya di dalam hatinya Ada apa ini.
dia pikir apa mungkin tembakan nya melesat mengenai laki-laki yang ada di hadapannya itu ? seketika gadis itu mencoba membuka bola matanya dan mencoba melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
dia membeku untuk beberapa waktu saat dia menyadari laki-laki yang ada di hadapannya benar-benar tumbang di atas tubuhnya, dan di titik berikut gadis tersebut juga terkejut saat dia menyadari di belakang punggung laki-laki tersebut atau tepatnya di hadapannya itu terlihat berdiri dengan bersusah payah seorang laki-laki yang menggenggam senjata apinya depan di belakang kepala laki-laki psikopat yang menganiaya dan menyiksa dirinya.
gadis itu jelas membelalakkan bola matanya saat dia menyadari jika bukan pistolnya yang meledak barusan melainkan pistol laki-laki yang berdiri dengan sedikit sempoyongan dan bersusah payah di hadapannya tersebut.
"Ada apa?"
"Cari di pintu belakang"
"Aku pikir ada yang mencoba untuk melarikan diri"
Belum juga habis rasa terkejut gadis tersebut tibe-tiba dari ujung sana dapat dia dengar suara-suara beberapa orang saling bersahutan.
mereka adalah anak buah dari laki-laki psikopat tersebut.
gadis itu mencoba untuk sedikit pergerakan tubuhnya dan bergeser tubuh laki-laki itu yang menindih dirinya.
dengan gemetaran gadis tersebut bersusah payah untuk melepaskan diri.
"Kau tidak apa-apa?"
Gadis tersebut ingin menjawab pertanyaan dari laki-laki tersebut namun seketika bola mata gadis itu tertuju ke arah ujung sana, seolah-olah dia sadar ada ancaman lain di ujung sana yang merupakan anak buah laki-laki psikopat tersebut, dia dengan bersusah payah menyingkirkan tubuh laki-laki yang menindih nya itu.
Laki-laki yang berdiri di hadapannya tersebut membantu dia menyingkirkan tubuh laki-laki psikopat itu, dan gadis itu berhasil keluar dari cengkraman laki-laki tersebut.
dia juga dengan bersusah payah berdiri dari posisinya, hingga akhirnya masih dengan rasa sempoyongan dia mencoba untuk berdiri dan berpegangan terhadap laki-laki yang ada di hadapan yaitu.
bisa gadis itu lihat jika laki-laki tersebut terluka parah, darah di perut laki-laki tersebut menunjukkan bahwa dia baru saja melakukan serangan dan juga diserang oleh entah siapa.
"Kau siapa?"
gadis itu bertanya lirih kemudian terus berusaha untuk memegang laki-laki tersebut, bisa dia lihat wajah pucat itu sangat menyedihkan.
Alih-alih menjawab pertanyaan nya, tubuh laki-laki tersebut tiba-tiba saja hampir terjatuh dia nyaris tumbang di dalam pelukannya.
"Akhhh"
gadis itu berteriak kecil.
"Paman...kau tidak apa-apa?"
dia bertanya balik, gadis itu ingin melanjutkan bicara nya namun kemudian bisa dia dengar beberapa langkah kaki di ujung sana seolah-olah menjadi momok yang begitu menakutkan dalam diri gadis tersebut.
dia tahu jika orang-orang itu adalah para bawahan laki-laki psikopat, bola mata gadis itu tertuju pada pintu yang ada di sisi kirinya, akhirnya tanpa berpikir dua tiga kali karena dia ingin keluar dari tempat itu, gadis tersebut langsung menarik dan memboyong langkah laki-laki yang ada di hadapannya itu dengan bersusah payah.
"Please paman..."
gadis itu bicara dengan nafas tersengal-sengal, menyeret langkah laki-laki yang ada di dalam pelukannya itu dengan cepat kemudian bersiap untuk melesat melewati pintu penghubung yang ada di sisi kirinya dengan cepat.