
Kembali ke Swiss
Malam kelam
bola mata gadis itu seketika membulat ketika dia melihat apa yang ada di hadapannya, seorang wanita terlihat berdiri tepat di hadapan mereka berdua saat ini dengan wajah yang menatap cemas kearah dirinya dan laki-laki yang diboyong dengan sekuat tenaga oleh garis tersebut.
dia ingin bertanya namun tiba-tiba wanita tersebut menaikkan jari telunjuk nya ke arah bibirnya di mana wanita itu memberikan kode kepadanya agar dia tidak mengeluarkan suaranya sama sekali dan mengikuti langkah wanita tersebut.
Seolah-olah wanita itu berkata dari pada dirinya menimbulkan suara berisik yang menyebabkan semua orang akan melihat dan mengetahui keberadaan mereka, lebih baik jika gadis itu mengikuti dirinya.
gadis itu jelas meragu dia menghentikan langkahnya sembari melirik ke arah laki-laki yang tidak berdaya di sampingnya tersebut, dia meragu dan sangat meragu, dia jelas tidak mengenal wanita yang ada di hadapannya itu, andaikan saat ini dia sendiri mungkin dia tidak akan mengikuti wanita itu dan pergi sejauh mungkin menghindarinya.
tapi dia tidak tahu apakah laki-laki tersebut mengenal wanita tersebut, dia takut membawa laki-laki itu karena dia jelas tidak memiliki tempat tujuan sama sekali, dia juga tidak mungkin meninggalkan laki-laki tersebut karena keadaannya yang terluka parah, pada laki-laki itu jelas-jelas membantu dirinya tadi untuk keluar dari cengkraman laki-laki psikopat.
dan mengikuti wanita yang ada di hadapannya itu jelas merupakan keraguan yang luar biasa, dia cukup takut jika dia salah melangkah karena dia takut jika wanita itu bukan wanita yang tepat atau wanita yang baik, jangan-jangan wanita itu adalah wanita yang akan menangkap laki-laki tersebut maka itu artinya mengikuti wanita itu jelas merupakan pilihan yang paling buruk yang pernah dia dapatkan.
itu artinya setelah lepas dari kandang macan maka dia masuk ke kandang beruang.
"aku tidak bilang kamu harus mempercayaiku, tapi percayalah aku mengenal laki-laki ini dan dia mengenalku"
ucap wanita itu sembari berbisik karena dirinya, bola mata wanita tersebut terlihat melirik ke sisi kiri dan kanannya dengan perasaan yang tidak kalah takutnya dengan dirinya.
meskipun sebenarnya seribu keraguan menghantam gadis itu namun pada akhirnya dia berusaha untuk mengikuti langkah wanita yang ada di hadapan nya itu mengingat jika mereka tidak mungkin lagi untuk mundur ke belakang.
wanita itu berbalik secara perlahan kemudian menyeret langkahnya menuju ke arah depan, gadis itu pada akhirnya mati-matian kembali membopong laki-laki yang ada di sampingnya itu dengan sekuat tenaganya.
Yang dia ingat adalah bagaimana caranya mereka keluar dan tepat itu, daripada terlalu banyak mempertanyakan persoalan pada wanita yang ada di hadapannya bahkan mempertanyakan apakah wanita tersebut mengenal laki-laki yang ada di dalam cengkramannya tersebut.
Ada apa ini?.
gadis tersebut jelas langsung menghentikan langkahnya, kecurigaan besar menghantam dirinya, dia pikir bagaimana mungkin dia mempercayai orang asing dengan begitu cepat bisa jadi itu akan mengancam nyawanya atau bahkan mengajak laki-laki yang ada di dalam gendongannya saat ini.
wanita tersebut yang berjalan lebih dulu seolah-olah memahami ketakutan yang terjadi pada gadis yang ada di belakangnya itu, pada akhirnya dia membalikkan dirinya dengan cepat kemudian mencoba untuk mengeluarkan suaranya secara perlahan.
"realitanya aku bukanlah orang baik tapi kau tahu? laki-laki ini membutuhkan seseorang untuk menyelamatkan dirinya, luka tembak yang terjadi di perutnya jelas tidak baik-baik saja dan aku adalah orang yang pernah bekerja dengan laki-laki ini"
kembali wanita tersebut berucap lagi kemudian, seakan-akan dia sangat paham jika gadis yang ada di hadapannya tersebut masih sangat ragu untuk mempercayai dirinya.
tidak dipungkiri keraguan itu timbul karena saat ini dia pikir baik nggak di situ ataupun laki-laki tersebut terlihat dalam keadaan yang begitu terjepit dan juga sulit mempercayai orang-orang yang ada di sekitarnya.
Dan benar gadis itu terlihat masih ragu untuk melangkah, dia menatap begitu curiga ke arah wanita yang ada di hadapannya tersebut.
"aku tidak minta kamu mempercayaiku tapi aku hanya ingin mengatakan jika laki-laki tersebut cukup membutuhkan sesuatu, seperti apa yang aku katakan tadi laki-laki itu membutuhkan bantuan seseorang untuk mengobati lukanya"
lanjut wanita itu lagi bicara dengan cepat sembari menatap dalam bola mata gadis yang ada di hadapannya tersebut.
mendengar ucapan wanita itu seketika membuat gadis itu sejenak terdiam, dia seolah-olah menimbang apakah dia harus pergi atau kembali lagi ke belakang untuk membantu laki-laki yang ada di sampingnya itu.
langkah kakinya sejenak masih enggan untuk melangkah namun akal sehatnya memaksanya untuk segera beranjak dari sana hingga pada akhirnya secara perlahan dari situ membawa laki-laki yang ada disampingnya tersebut.
dia pikir bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nanti!?, namun dia juga tidak mungkin menahan langkahnya di sini sebab mereka jelas harus segera keluar dahulu dari tempat tersebut lebih dulu.