
Hari ini
Apartemen utama Emir Dan Mina
Emir tampak sibuk membantu Mina mempersiapkan bahan-bahan makanan yang akan di masak oleh Mina, menggunakan afron masak yang terikat sempurna di tubuhnya.
Mina mengulum senyuman nya saat melihat betapa fokusnya laki-laki itu membantu diri nya dalam memasak, apalagi tubuh besar tinggi itu terbalut afron berwarna blaster didepannya yang terlihat begitu manis di mata Mina.
Sejak tadi laki-laki itu begitu fokus dengan tugas nya.
"Kak"
"Hmm?"
"Mau ditambahkan paprika sebanyak apa?"
"Hmmm disesuaikan dengan selera kamu"
Jawab Emir pelan.
"Bisa bantu aku memotong nya?"
Tanya Mina cepat.
"Oke tunggu sebentar"
jawab laki-laki itu sambil mengangguk kan kepalanya.
"Bawang nya juga"
Tambah Mina lagi.
"Hmmm oke sayang"
Ucap Emir cepat lantas menoleh kearah mina, laki-laki itu menyatukannya hidung mereka sejenak.
"Ishhhh"
Mina tampak mengulum senyumannya.
Laki-laki itu mulai merapatkan tubuhnya ke arah Mina, memotong paprika dan bawang di papan irisan.
Mina tampak meraih gelas minuman, dia menyodorkan minuman nya ke arah Emir dan membiarkan laki-laki menyesap minuman nya sejenak.
Setelah itu Gadis itu meletakkan kembali gelas minuman itu ke atas meja, lantas dia mulai memasukkan bahan-bahan kedalam panci, memastikan semua bahan-bahan sudah lengkap tanpa kurang sedikit pun dimana rebusan daging untuk dibuat kan sup sudah mulai lembut didalam panci disisi kiri Mina.
"Aku akan menyiapkan peralatan makan nya"
Ucap Emir, kemudian dia mulai mengeluarkan beberapa peralatan makan di susunan dalam kitchen set Di bagian depan dia berdiri.
"Sayang"
Ucap Emir tiba-tiba.
"Hmmm?"
Mina hanya menjawab, tapi bola mata dan tangan nya tetap sibuk dengan pekerjaan nya.
"Mari mengambil bulan madu di awal bulan depan"
Ucap Emir tiba-tiba dari arah belakang nya, secara perlahan laki-laki itu memeluk Mina dari arah belakang, tangan kiri Emir merangkul leher Mina, tangan kanan nya berada di pinggang sang istri.
...(Hanya visual)...
...Maklumi gambar satu dengan yang lainnya tidak sama, susah cari yang pas dan sama Mak🤧🤧🤭🤭...
Mina tampak mengembangkan senyuman nya, gadis itu langsung menoleh ke samping.
"Yakin?"
Tanya Mina sambil menatap dalam bola mata Emir.
"Hmmm"
Laki-laki itu tersenyum sambil mengangguk pelan.
"Tidak mengganggu urusan perusahaan?"
Ucap Emir lagi.
"Rencanakan dengan matang agar tidak menjadi beban yang berat ketika kita mendapatkan liburan nya"
Mina bicara sambil membalikkan tubuhnya, menatap dalam bola mata sang suami dengan tatapan yang serius.
"Mari merancang nya dulu, kita buat rencana matang dan memasukkan nya ke dalam jurnal khusus, pastikan tidak mengganggu waktu liburan hingga mengurangi waktu terbaik kita selama melewati bulan madu"
Ucap Mina lagi.
"Hmm itu ide yang baik"
"Aku akan membantu dalam membuat perencanaan, memastikan seluruh PR selesai lebih dulu, meninggalkan tugas-tugas yang tidak berat hingga tidak membuat Ergin atau asisten kakak merasa kelabakan saat Menggantikan posisi sementara kakak nanti"
Mendengar saran Mina, Emir langsung melebarkan senyumannya.
"Baiklah, aku fikir istri ku memang pantas menjadi penasehat dalam segala urusan ku"
Emir bicara Sambil menggendong pinggang Mina dan menaikkan sang istri ke atas meja makan, kemudian Emir menyatukan kening mereka.
"Bukankah tugas istri melengkapi kekurangan suami? mengingatkan sesuatu yang bisa jadi terlupakan, saling memberikan saran ketika ada yang mengganjal? sehingga tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan kedepannya hmm?"
Setelah berkata begitu Mina langsung melepaskan tautan kening mereka, gadis itu mengulum senyuman berniat untuk turun dari posisinya, tapi tiba-tiba sang suami menarik pinggang nya.
"Kamu tahu?"
Tanya Emir sambil mengencangkan pelukannya.
Mina tampak menaikkan ujung alisnya.
"Kenapa aku langsung menetapkan hati meski pun kita baru bertemu satu kali?"
"Kenapa?"
Tanya Mina sambil menatap dalam wajah Emir.
"Karena dia begitu dewasa, bijaksana dan selalu bisa mengimbangi ku dalam banyak hal"
Mendengarkan pujian Emir Seketika Mina mengulum senyumannya.
"Itu terdengar berlebihan"
Ucap gadis itu pelan sambil menatap dalam bola mata indah dihadapan nya itu.
"No...itu realita nya"
Setelah berkata begitu Emir langsung melesatkan ciuman nya ke bibir Mina, menautkan bibir itu dengan penuh perasaan cinta.
"Sayang berhenti, jangan lakukan ini"
"Sebentar saja"
"Aku fikir sup nya bakal mengering"
"Oh sayang tidak bisa kah kita menunda masakan nya?"
"No"
Mina terkekeh, melepaskan tautan bibir mereka dengan cepat.
Emir tampak ikut terkekeh, laki-laki itu buru-buru menyentuh pinggang Mina, membantu gadis itu turun dari atas meja.
"Bukan kah waktu kita masih panjang? misal nya setelah kita menyelesaikan sesi makan malam nanti"
"Ini kode lagi?"
Emir bertanya sambil menggoda nya.
Mendengar itu Mina terkekeh geli, mencubit geram pinggang Emir begitu saja.
"aku benar-benar yakin jika ini kode"
Ucap Emir masih terus menggodanya.
"Ishhh dasar"
Seketika wajah Mina memerah.
Laki-laki itu tertawa renyah,meraih puncak kepala sang istri lantas menciumnya dengan penuh kehangatan.