
Gadis itu jelas berusaha untuk memberontak dengan sekuat tenaganya, tangannya masih berusaha untuk mendapatkan senjata di sisi kanannya, dia pikir malam ini salah satu diantara mereka harus mati.
tidak peduli bagaimanapun caranya dia harus mengakhiri penderitaan ini, dia sudah tidak ingin lagi berada di bawah genggaman laki-laki yang menguasai tubuhnya saat ini.
tangisan menghantam gadis tersebut, laki-laki yang berada di atasnya tersebut dengan cara yang sangat kasar mencengkeram kedua tangannya dan meletakkannya ke atas kepalanya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan laki-laki tersebut kini dengan gerakan ringkasan mencoba untuk melepaskan pakaian gadis itu.
"Kita akan menikmati sesi percintaan di bawah langit malam di tempat pengap dan juga gelap di atas lantai dingin yang kau sukai"
suara laki-laki itu terdengar begitu mengerikan, demi apapun membuat gadis itu merinding dan menjadi semakin histeris, kalimat yang dilontarkan oleh laki-laki tersebut jelas menjadi momok yang paling menakutkan untuk dirinya, itu artinya dia akan diperkosa saat ini juga di tempat itu, dia jelas tidak sudi tubuhnya dijamah oleh siapapun bahkan oleh laki-laki tersebut.
22 tahun lebih menjaga dirinya dan berharap hidupnya baik-baik saja dan menikah dengan orang yang dia cintai rupanya sia-sia, dia pikir daripada tubuhnya dijamah oleh laki-laki yang mengukung tubuh nya, dia lebih baik mati bersimbah darah dengan pistol yang ada di samping kanannya.
"Lepaskan aku, kau gila, kau gila, lepaskan aku bajingan...."
gadis itu berteriak sembari berusaha untuk melepaskan genggaman tangan laki-laki itu dari kedua pergelangan tangannya, dia terus memberontak dan mencoba untuk menerjang laki-laki itu dengan kedua kakinya di bawah sana.
orang-orang berkata kelemahan laki-laki adalah bagian bawahnya, dia berusaha untuk menendang milik laki-laki tersebut, bahkan dia tidak peduli jika laki-laki itu impoten dan lain sebagainya.
itu jelas akan semakin membuatnya bahagia hingga laki-laki itu tidak akan melakukan hal yang mengerikan pada perempuan manapun.
laki-laki itu jelas-jelas merupakan seorang psikopat gila menurut nya.
"Akhhhhhh no.... lepaskan aku bajingan...."
melihat pemberontakan yang diberikan oleh gadis tersebut semakin membuat laki-laki itu marah besar, seolah-olah tangkapan nya kali ini benar-benar sangat sulit untuk diatur.
Plakkkk.
tangan kanannya dengan kasar menampar pipi kiri gadis tersebut.
Tamparan dari seorang laki-laki berbadan kekar jelas sangat sakit sekali, bahkan rasa perih terasa menghantam pipi kirinya, bisa dirasakan rasa asin dari darah yang mengucur dari balik bibirnya masuk ke mulutnya, dia telah terbiasa dengan hal tersebut karena laki-laki itu beberapa kali pernah melakukannya, bahkan beberapa area tubuhnya terdapat beberapa luka juga karena siksaan yang dia terima sebelumnya.
tidak peduli bagaimana laki-laki itu menampar dan pasti akan memukulnya setelah ini, gadis itu terus berusaha untuk memberontak menerjang memukul dan bahkan kini dia mencoba menggigit laki-laki tersebut tanpa perasaan.
"Oh ****'
ketika satu gigitan mengenai ujung lengan laki-laki tersebut, seketika sosok mengerikan itu mengumpat dengan kesal.
Plakkkkkkk.
Satu ketamparan kembali mendarat di pipi kirinya, dia merasa sedikit terhujung-hunyum dan dia pikir satu tamparan lagi diberikan oleh laki-laki itu mungkin kesadarannya akan menghilang, tapi demi apapun dari situ tidak rela jika kesadaran menghilang, karena dengan begitu laki-laki itu akan memperkosanya tanpa perasaan, dan dia akan kehilangan seluruh hidupnya hari ini juga.
No....
Tuhan tidak kah engkau ingin mendengar kan doa ku?!.