
Disatu sisi
Ruangan VVIP room
Rumah sakit xxxxxxx
Manhattan
2 hari sebelum Asha bertemu Eden
"Ada yang terasa tidak nyaman?"
Sang laki-laki berwajah oriental itu bertanya pada Asha, mencoba membenahi posisi Asha agar mendapatkan rasa nyaman nya.
Asha tampak mengembangkan senyuman nya, membiarkan laki-laki itu membenahi posisi nya.
"Aku ingin kekamar mandi"
Ucap Asha pelan.
"Hmm sebentar, aku akan cari deliyah"
Laki-laki itu bicara cepat, mencoba melesat mencari gadis cantik itu di luar, agak bingung karena deliyah tak kunjung kembali, bahkan saat dia coba menelpon nya handphone gadis itu tidak juga tersambung kan.
"Arisu?"
Asha bicara pelan saat melihat laki-laki itu tampak kebingungan.
"Aku tidak bisa menemukan deliyah"
Ucap laki-laki itu pelan, berjalan mendekati Asha lantas berusaha memapah nya.
Gadis itu mencoba berpegangan dengan erat pada bahu laki-laki itu, tapi melihat Asha sedikit kesulitan laki-laki itu buru-buru menggendong nya.
"Ahhh"
Asha memekik pelan saat laki-laki itu menggendong dirinya.
"Ini akan lebih cepat bukan?"
Alih-alih menjawab Asha malah melebarkan senyumannya.
"Kamu tidak pergi kekantor?"
Tanya Asha sambil menatap dalam bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
"Beberapa kasus di limpahkan pada Edward, dia yang akan mengurus pekerjaan ku sementara"
"Itu akan merugikan karir mu"
Ucap Asha sedikit keberatan.
"No..itu tidak akan lama, hingga kamu benar-benar bisa melakukan banyak hal sendiri hmm"
Setelah berkata begitu laki-laki itu meletakkan Asha ke atas toilet.
"Sekarang bagaimana?"
Dia bertanya bingung ke arah Asha.
Arisu Han Tse, dia teman baik Asha sejak kecil, persahabatan mereka bagaikan bulan dan langit malam, orang-orang berkata dimana ada Arisu disana ada Asha, Di mana ada Asha disana ada Arisu, jangan harap dua sahabat karib itu bisa saling melepaskan tangan mereka.
Kalian tidak akan tahu bagaimana rasanya memiliki sahabat sejati yang begitu luar biasa, selalu ada di saat suka maupun duka, padahal realita nya mereka memiliki gender yang berbeda, laki-laki dan perempuan.
Dimasa dulu Orang-orang fikir mereka akan menikah, realita nya Arisu memilih seorang gadis German dan menjalin hubungan untuk jangka waktu yang begitu lama, dan Asha menetap kan hati pada Eden cinta pertama nya.
Mereka berbagi dalam suka maupun duka, saling bercerita kisah asmara, naik turun, maju mundur dalam hubungan asmara mereka, bahkan lucu nya mereka kemana-mana selalu berdua, makan bersama, minum Bersama, jalan-jalan bersama, kemanapun bersama bahkan tidur bersama (Tapi masih dalam zona aman).
Bahkan mereka saling marah, saling benci dan memaki, kadang mereka akur lalu tiba-tiba bertengkar, jika Asha marah Arisu yang membujuk nya, jika Arisu marah Asha yang membujuk nya.
Kedua orang tua mereka begitu akrab dan dekat, bahkan dulu pernah berfikir dua anak mereka berpacaran, tapi realita nya mereka tidak pernah mau keluar dari zona aman.
Teman sejati begitu menyenangkan, kata mereka berteman membuat mereka saling membutuhkan, tidak ada rasa Canggung atau bahkan malu-malu.
Asha tidak perlu malu menampakkan kekurangan nya pada Arisu begitu pula sebaliknya Arisu, mereka benar-benar sahabat sejati sejak kecil.
Friend zone kah? entahlah, mereka merasa sama-sama nyaman saat berdua, Arisu type playboy yang sering gonta-ganti pasangan, berjuang untuk menjadi laki-laki setia, selalu minta pendapat pada Asha, sedangkan Asha berjuang pada 1 cinta dari masa lalu hingga akhirnya menikah bersama Eden.
Meskipun mereka terpisah jarak dan waktu, Arisu di Manhattan-china-prancis sedang kan dia di Indonesia, mereka tetap saling mengejar waktu untuk saling menghubungi, bercerita dan curhat antara satu dengan yang lainnya.
Realita nya seiring berjalannya waktu mereka malah tidak bahagia bersama pasangan masing-masing, mereka berdua tetap saling menggenggam tangan dibelakang pasangan, hingga akhirnya gadis terakhir pilihan Arisu terasa tidak sesuai dengan hati nya, dan Asha memilih melepaskan Eden dari genggamannya.
"Apa aku harus melepas kan celananya?"
Tanya Arisu sambil mengelus tengkuk nya.
Meskipun dekat selama hampir 20 tahun, dia tidak pernah berfikir mengantar gadis itu ke toilet atau membuka celana nya, dia tidak pernah berfikir untuk berbuat yang tidak-tidak pada gadis itu.
"Tutup mata mu dan turunkan celananya Arisu, aku sudah tidak tahan lagi, tidak mungkin aku berjongkok setelah melakukan operasi"
Keluh Asha cepat.
Oh god.
Arisu mendesah pelan, mencoba menutup kedua belah matanya lantas menurunkan celana Asha, tidak tahu kenapa hampir 20 tahun bersama baru kali ini wajah nya memerah.
"Berbalik lah, atau keluar sebentar juga boleh"
Ucap Asha kemudian.
"Ah... baiklah"
Laki-laki itu buru-buru keluar.
"Kak?"
Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.
Deliyah datang sambil membawa 2 kantung makanan di tangan nya.
"Ah kamu akhirnya kembali, bantu Asha dikamar mandi"
Ucap laki-laki itu lantas buru-buru menjauh dari sana, dia Tampak memijat-mijat kepalanya sejenak karena malu.
********
Catatan \= Ingin author buat kisah sendiri Asha dan arisu tapi entahlah belum yakin, takut tidak laku 🤣🤣🤭🤭