Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mendekati target



Luck màsih menyatukan bibir mereka, menyesap nya cukup lama bahkan tangan kiri luck sengaja menekan Tengkuk Lea agar ciuman mereka semakin dalam.


Lea jelas terkejut, berusaha memukul-mukul dada luck dengan tangan kirinya, awalnya begitu aneh lama-lama malah memanas, pukulan Lea mengendur bahkan bola matanya malah menutup perlahan.


Seketika luck melepaskan ciumannya, dan Lea berusaha menarik nafasnya dengan rakus.


"Hahhhh fuhhh"


Gadis itu merasa sedikit sempoyongan.


Tiba-tiba tangan luck menyentuh lembut bibir Lea, menyapu lembut bibir itu sambil berbisik lembut.


"Mari melakukan nya dirumah nanti"


Goda luck sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Uncle....."


Pekik Lea dongkol.


Luck tampak mengulum senyuman, terus melajukan mobilnya kedepan.


Wajah gadis itu seketika memerah, ingin sekali dia menenggelamkan diri nya ke sebuah bak mandi atau bahkan lompat dari mobil itu saat ini juga saking malunya.


Dan 1 baris peringatan diberikan laki-laki itu pada Lea.


"Jangan coba-coba menggoda laki-laki lain"


"Memangnya aku tukang selingkuh"


Ucap Lea kesal, berniat untuk keluar dari mobil nya tapi lagi-lagi laki-laki itu menarik tangan nya dan...


What??


Luck kembali menarik lehernya, merapatkan bibir mereka dan laki-laki itu lagi-lagi menautkan bibir mereka dan menyesap nya dengan lembut.


"Uncle ..."


Lea mencoba menghapus bibir nya dari sisa ciuman laki-laki itu.


"Jangan coba-coba"


Ucap luck seperti tanpa dosa.


"iya..tidak kok.. ishhhh"


gadis itu dengan gerakan cepat membuka pintu mobil, turun dari sana lantas melesat masuk menuju ke gedung utama kampus nya, tujuan Lea jelas adalah kamar mandi, dia mencoba melihat bibir nya membengkak atau tidak.


Dia benar-benar suami yang jahat.


Gerutu Lea dalam hati dengan perasaan malu yang luar biasa.


******


Ramira tampak memperhatikan gerakan Farhan dari kejauhan, laki-laki itu tampak menemani Selena untuk menghabiskan waktu makan siang mereka.


Farhan tampak duduk dengan gaya yang begitu santai setelah menghabiskan makan siang mereka di salah satu kafa di Jakarta tersebut.


Sebenarnya laki-laki cukup enggan keluar, sempat tak ingin mengangkat telpon selena, kesalahan nya laki-laki itu menggeletakkan handphone nya di atas meja makan saat Selena menghubungi diri nya dan Ramira tanpa sengaja melihat nya.


"Angkatlah"


Ucap Ramira sambil menyerahkan handphone itu ke tangan Farhan.


Laki-laki itu awalnya ingin menghabiskan waktu makan siang bersama Ramira dan membicarakan tentang banyak hal soal mereka.


"Bisakah kita mengabaikan nya kali ini saja?"



Tanya Farhan dengan wajah yang langsung berubah tidak enak, laki-laki itu menatap Ramira dengan penuh kekecewaan.


"Angkatlah, ini waktunya kita masuk membawa Edo untuk mengenalkan nya pada Selena"


Ramira tampak melebarkan senyumannya.


Farhan berusaha menghela pelan nafasnya, hahya mengangkat sebentar panggilan Selena lalu mematikan nya.


"Buang dandanan mu yang seperti itu, mereka terlihat begitu mencolok dan terlihat sangat jahat"


Farhan bicara sambil membalikkan tubuhnya.


"Bukankah untuk terlihat jahat harus di tunjang dengan penampilan yang tidak baik, Farhan?"


Ramira bertanya sambil sibuk mencari tas nya, dia mencoba mendongak ke posisi atas walk in closet, perempuan itu mencoba menjinjit kan kaki nya untuk menggapai tas yang dia ingin kan.


Farhan menoleh ke belakang sejenak, secara perlahan dia berdiri dibelakang Ramira, meraih tas itu dengan perlahan.


"Eh?"


Ramira menoleh dengan ekspresi terkejut.


"Kamu selalu seperti ini, tidak pernah bicara meskipun dalam keadaan kesulitan"


Farhan bicara sambil membalikkan tubuh Ramira agar menghadap ke arahnya.


"Aku masih bisa mencoba untuk melakukan nya sendiri"


Ucap perempuan itu sambil tersenyum dengan manis.


Kamu tahu Farhan? aku hanya takut terlalu terbiasa bergantung kepada mu,aku takut satu hari kamu menghilang hingga menyisakan luka yang begitu dalam.


Aku belum tahu bagaimana cara kamu membawa hati, tapi realita nya laki-laki begitu gampang berpaling.


Bisa jadi hari ini kamu bilang tidak tertarik pada Selena, siapa tahu kamu begitu menginginkan nya dan melepaskan aku dengan mudahnya.


Sebab banyak orang berkata, jatuh cinta lah tapi sisa kan kadar nya 1/2, sebab begitu kita kehilangan dirinya, kita tidak akan begitu terluka.


Lagi-lagi Farhan menghela nafasnya, secara perlahan laki-laki itu menyentuh kepala Ramira, membelai lembut rambut perempuan itu lantas sepersekian detik kemudian dia memeluk lembut tubuh Ramira sambil memejamkan bola matanya sejenak.