
Begitu mendengar Luck menyebutkan nama Aries yang tidak lain adalah kakak laki-lakinya seketika membuat Lea refleks terkejut, jantung perempuan itu langsung berdetak dengan kencang bola matanya terus membulat dengan sempurna.
"Apa?"
Bibir perempuan tersebut bergetar, dia berkaca-kaca.
Arie?!.
Nama itu menjadi satu nama yang pernah membuat dia benar-benar menyayangi seorang kakak laki-laki, namun nama itu juga yang pernah membuat dia begitu kecewa bahkan merasa sangat malu dengan keadaan juga dunia ini.
Jangan ditanya bagaimana perasaan Lia ketika suaminya menyebutkan nama kakak laki-laki nya tersebut, perempuan itu refleks langsung memalingkan wajahnya lantas berkata.
"Bisa kita tidak membicarakan soal masa lalu? aku tidak ingin mendengar apapun tentang daddy atau kakak"
setelah berkata begitu Lea berusaha untuk beranjak dari posisi tidurnya, rasanya mood booster-nya pagi-pagi ini langsung menurun dengan sempurna, perempuan tersebut memilih untuk menyambar handuk yang ada di tangan kursi di sisi ranjang mereka.
Dia tahu luck pasti sedang bercanda membuat dia mengingat soal laki-laki tersebut, bagi Lea Aries pantas mati karena kebodohan dan keserakahan seperti daddy nya.
Mungkinkah dia menyesal saat jutaan peluru menghantam tubuh Aries saat itu?!.
Tidak, dia tidak menyesal.
Dia sudah tidak mengenali laki-laki tersebut lagi dan dia tidak perlu mengenal nya lagi, bahkan mengirimkan dia saja dia tidak perlu, tidak butuh sama sekali.
"Baby... aku pikir kamu harus mendengarkannya lebih dulu"
Luck bicara dengan cepat sembari ikut melangkah dan mencoba mengejar langkah Lea.
"No... begitu aku pergi dari Indonesia menuju ke Manhattan, lari dari Paris juga memilih menetap di Indonesia, aku telah bersumpah untuk tidak lagi mendengar soal daddy ataupun kak Aries"
Lea bicara dengan cepat lantas berusaha untuk beranjak menuju ke arah kamar mandi, dia pikir selama pernikahannya kali ini dia mencoba sedikit berdebat dan tidak ingin mendengarkan Luck.
mungkin terkesan seperti istri yang tidak sopan, tapi dia benar-benar tidak ingin mendengar soal kak Aries nya.
dia bicara dengan cepat kemudian mencoba untuk membuka pintu kamar mandi dengan gerakan yang sedikit tergesa-gesa.
namun Luck dengan cepat mencoba untuk menahan pintu kamar mandi tersebut, dia menggenggam lengannya secara perlahan kemudian memasukkan Lea ke dalam pelukannya.
"dengarkan aku sebentar saja"
ucap Luck kemudian dengan cepat.
Perempuan tersebut memejamkan bola matanya.
Luck meraih dagu Lea lantas berkata.
"Baby..."
Luck menatap dalam wajah Lea, menunggu perempuan tersebut membuka bola matanya, tapi Lea sama sekali tidak ingin melakukannya.
"Dia masih hidup, Lea dia masih hidup dan bersembunyi di satu tempat"
Laki-laki tersebut bicara dengan cepat.
mendengar ucapan Luck seketika membuat Lea langsung membuka bola matanya dan membulatkan bola matanya.
"Apa?"
Lea jelas terkejut setengah mati mendengar apa yang barusan di sampaikan oleh Luck kepada dirinya.
"Pihak kepolisian mencari nya, dan satu-satunya orang yang akan menjadi jembatan penghubung dengan aries adalah kamu, Lea"
Bayangkan bagaimana perasaan Lea saat mendengar ucapan suami nya tersebut saat ini.
Tidak mungkin!.