Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Perasaan aneh yang menghantam



"Aku fikir harus turun ke lantai bawah dari arah jendela"


Ucap Lea tiba-tiba.


Lea benar-benar gelisah sejak tadi, perasaan nya tiba-tiba jadi tidak enak, suhu tubuhnya memanas dan rassnya benar-benar aneh sekali.


Bahkan saat melihat luck tiba-tiba saja sesuatu yang aneh terjadi, seolah-olah ada desiran aneh yang menghantam tanpa sebab.


Lea secepat kilat melesat menuju kearah jendela besar disisi depan dimana dia tidur, mencoba membuka jendela dengan cepat.


Tiba-tiba rasa pening dikepalanya mendominasi, keringat dingin jelas mulai memenuhi tubuh Lea.


"Uncle..."


Lea mulai merengek ingin menangis, gadis itu mencoba berpegangan pada jendela besar dihadapan nya.


Sejak awal setelah minum sup aneh yang di lahap habis oleh Lea tadi membuat luck curiga jangan-jangan ada sesuatu yang aneh didalam sana, grandma nya pasti telah memberikan sesuatu didalam sup tersebut.


Luck secepat kilat berdiri dari tidurnya, laki-laki itu menghela kasar nafasnya, dia tahu gadis itu seperti nya mulai berada di bawah akal sehat nya saat ini.


keberuntungan luck dia hanya minum sedikit, masih bisa mengontrol diri nya dengan baik, tapi gadis itu?


"Aku sudah bilang jangan di makan sembarangan"


Ucap luck ke arah Lea, laki-laki itu menarik cepat tubuh Lea, membawa nya kekamar mandi tanpa fikir panjang.


Saat kulit tubuh nya disentuh oleh luck, seketika seolah-olah seperti sebuah aliran listrik menghantam dirinya, dimulai dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya langsung menyentak dengan cara yang luar biasa.


"Itu tadi apa?"


Laki-laki itu tiba-tiba membuat dirinya tertarik, sentuhan luck seolah-olah obat untuk keadaan nya saat ini.


Saat Lea bertanya sambil mendongakkan kepalanya soal itu tadi apa, luck baru tahu ketika bersikap lembut dan kalem gadis itu memang terlihat cantik, tapi jika kesomplakan gadis itu muncul luck fikir gadis itu tidak ada manis-manis nya sama sekali.


"Itu sejenis obat afrodisiak, obat peningkat hasrat sek..sial yang bisa membuat kamu kehilangan kendali atas diri kamu sendiri"


Ucap luck lantas tangan nya dengan cepat meraih shower yang ada di atas sana lantas mulai menyalakan nya dan memandikan Lea.


Lea Tampak kaget saat luck tiba-tiba memandikan dirinya.


"Kenapa mandi?"


"Bukan kah kamu tidak mau kita melakukan semua nya dengan cara terpaksa?"


Tanya luck sambil terus menyirami tubuh Lea.


"Biasanya karena dingin efek obat nya akan turun dengan cepat"


Ucap luck lagi.


Tapi mungkin akal waras Lea mulai menghilang, dia tidak tahu apa yang ada didalam otak nya saat ini, tapi saat bibir luck terus bicara terlihat begitu menggoda, bola mata laki-laki itu bahkan bisa membuat diri nya menggila, belum lagi sentuhan luck yang terasa begitu menggodanya.


Secepat kilat Lea menarik leher luck dan mencoba untuk menautkan bibir mereka.


"Lea..."


Alih-alih peduli dengan keterkejutan luck, Lea malah mencoba terus bermain bibir bersama, menarik luck dan memaksa laki-laki itu untuk memenuhi has..rat nya yang tiba-tiba naik hingga ke puncak kepala.