
Begitu mendengar luck berada di rumah sakit, Lea secepat kilat melesat pergi menuju ke rumah sakit, rasa panik, khawatir, takut, cemas jelas bercampur aduk menjadi satu.
Dalam seumur hidupnya Lea tidak pernah mengkhawatirkan siapa pun kecuali Mommy nya, tidak Daddy nya bahkan kak Aries nya, namun kali ini jelas berbeda, tidak tahu kenapa rasa khawatir menerjang Lea, dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada sang suami.
Begitu sampai di rumah sakit, tidak dia pedulikan lagi orang lain disekitarnya, bahkan Ailee yang panik menuju ke ruangan lain pun tidak dia pedulikan, bola mata Lea jelas mencari sosok Luck yang semalaman menghilang entah kemana.
Begitu melihat sang suami yang berdiri di ujung sana menatap kehadiran nya, secepat kilat Lea berlarian mendekati luck, menyerbu ke arah depan dan berhamburan masuk ke dalam pelukan laki-laki itu.
"Uncle membuat aku khawatir"
Ucap Lea sambil terus memeluk Luck dengan kencang.
Laki-laki itu mengangkat tubuh Lea yang kalah kecil dari diri nya.
"Mengkhawatirkan diri ku hmmm? itu sangat manis sekali"
Ucap luck sambil mencium hangat puncak kepala Lea, dia mengulum senyumannya, Rasa nya begitu aneh dan menyenangkan ketika seseorang yang begitu penting mengkhawatir kan diri nya.
"Apa ada yang terluka? uncle Edo dan uncle Aland bilang uncle bertarung dengan...."
Lea tidak melanjutkan kata-katanya, dia tahu nama itu merupakan puncak penjahat inti yang menghancurkan semua keluarga nya.
Dimulai dari keserakahan Alestor, melibatkan Brenda hingga menyeret kehidupan Daddy nya, mengubah perangai daddy nya, membuat keserakahan luar biasa di keluarga Al Jaber dan menghancurkan hubungan suami, istri, ayah dan anak di dalam keluarga Karlos Al Jaber.
Seketika air mata Lea tumpah.
Luck melepaskan pelukannya, menatap bola mata sang istri yang telah basah karena air mata.
"Kita telah menghancurkan mereka hingga ke akar-akarnya hmmm, semua akan kembali ketempat asal nya"
Ucap luck sambil menggenggam lembut wajah lea.
"Semua hak mu akan kembali kepada mu, apa yang di ambil Brenda dari Daddy mu akan kembali menjadi atas nama mu"
Mendengar ucapan Luck Seketika Lea menelan salivanya.
"Jika semua kembali seperti semula, apa uncle juga akan menceraikan ku?"
Seketika ketakutan menyergap Lea.
Di fikir jika semuanya kembali menjadi seperti semula, apa mungkin luck akan meninggalkan dirinya? waktu itu kan pernikahan nya terjadi karena demi misi balas dendam untuk mendapatkan hak nya kembali.
Jika kedua orang itu di tangkap, seluruh saham kembali menjadi atas nama Lea, Investasi yang dirampas oleh Brenda dari Daddy nya kembali lagi menjadi milik nya, itu berarti semua akan kembali ke tempat asal nya semula.
Dengan begitu apa mungkin luck juga akan meninggalkan dirinya?.
Seketika isak tangisan Lea pecah.
"Apa pernikahan kita juga berakhir? apa uncle juga akan menceraikan ku? tarus kalau aku hamil bagaimana? masa aku jadi janda?"
Seketika mendengar tangisan serta keluhan Lea membuat Luck membeku sejenak, kemudian Luck tertawa terkekeh, dalam hitungan detik dia menjentikkan jari telunjuk nya ke jidad Lea.
Seketika Lea menghentikan tangisannya, dia mengedipkan bola matanya beberapa kali smabil tangan kanannya mengelus lembut kening nya.
"Sakit"
Rengek nya.
"Ini yang membuat aku jatuh cinta pada istri ku, otak nya benar-benar tidak pernah Sama isi nya dengan kebanyakan perempuan yang aku kenal, fikiran nya selalu melanglang buana jauh entah kemana."
Ucap Luck cepat.
"Memang nya pernikahan kita pura-pura? siapa yang mau bercerai sayang? Jangan suka bercanda"
"Ya?"
Lea masih terisak, Seketika dia menatap luck Lekat-lekat.
"Jadi tidak?"
"Tentu saja tidak, jangan suka bicara dan berfikiran yang aneh-aneh"
Ucap Luck sambil menghapus air matanya.
Senyuman manis tampak mengembang di balik wajah Lea, pipinya seketika memerah, karena malu dia kembali masuk kedalam pelukan laki-laki itu sambil menggigit dada luck dengan perasaan senang.
"Awhhh sayang hentikan, itu menyakitkan"
Oceh luck saat Lea tahu-tahu menggigit dadanya.