Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Membuat dia sedikit bingung



Kapal pesiar Royal Carribean


Inggris-Manhattan


Setelah selesai kolaborasi permainan piano


Mina dan Tuan Asing di balik kaca


Mina tampak terkejut saat tahu jika laki-laki yang bermain piano Bersama nya tadi adalah kakak sahabat baik nya si kampus, rupanya laki-laki itu adalah penerus Azzura company, Cicit tertua dari Azzura company.


Gadis itu berusaha untuk menyingkir dan menjauh dari sahabat nya itu, dia fikir dia memang tidak pantas berada di antara 2 orang itu tapi tiba-tiba tangannya di tarik dengan cepat oleh sang sahabat.


"Tunggu dulu, Mina"


Seketika tubuh Mina memutar kebelakang secara refleks.


"Ya?"


Bola mata Mina tampak membulat begitu cantik karena terkejut.


"Bisa bantu temani kakak ku? dia tidak gampang akrab dengan orang lain, aku fikir dia cukup tertarik untuk bicara dengan mu sejak awal melihat mu tadi"


Ucap gadis itu cepat.


"Ah?"


Seketika Mina menoleh ke arah laki-laki disamping gadis itu.


"Tapi Zumra aku..."


Belum juga Mina menyelesaikan kata-katanya, gadis yang di panggil Zumra langsung mendorong Mina untuk mendekati sang kakak, kemudian Zumra secepat kilat menghilang dari hadapan mereka.


Mina jelas terbelalak kaget, saat tiba-tiba tubuhnya secara refleks maju dan hampir terjatuh, laki-laki dihadapan nya itu dengan cepat menahan tubuhnya.


"Maafkan aku"


Ucap Mina pelan sambil berusaha membenahi posisi nya, dia menyentuh pelan tengkuknya karena malu.


Zumra...kau benar-benar keterlaluan.


Pekik Mina dalam hati.


Dia tiba-tiba merasa terjebak dalam situasi.


Laki-laki itu tampak mengulum senyumannya, dia kemudian berkata.


"Permainan piano 🎹 mu luar biasa dan suara mu begitu indah"


Ucap laki-laki itu sambil berusaha membantu mina untuk duduk di salah satu kursi di sudut ruangan dansa.


"Terima kasih, tapi pujian itu terlalu berlebihan"


Ucap Mina sambil tertawa kecil.


Laki-laki ikut tertawa kecil.


"Aku fikir kita bisa mencoba untuk kembali berkolaborasi kembali satu hari nanti"


Tawar Mina cepat dengan sedikit berbasa-basi.


"Hmmm bagaimana jika aku menentukan waktu dan tempat nya?"


Ucap laki-laki itu tiba-tiba.


"Ya?"


"Berikan aku nomor handphone mu"


Tunggu dulu, bukan begitu maksud ku.


Ucap Mina dalam hati.


"Ta..pi.."


"Berikan aku nomor mu"


Ucap laki-laki itu sekali lagi.


Dengan perasaan Bingung Mina mencoba mencari pulpen dan kertas di meja bartender di belakang dia duduk, dengan gerakan perlahan gadis itu menulis nomor handphone nya disana.


"Aku akan menghubungi kamu saat ada waktu, mungkin setelah tiba di Manhattan"


"Ah ..?!"


Mina jelas menaikkan ujung alisnya.


Tiba-tiba seseorang mendekati mereka, mencoba berbisik pada laki-laki itu untuk beberapa waktu kemudian memberikan sebuah map ke arah laki-laki itu.


Sepersekian detik kemudian Laki-laki itu tampak menandatangani beberapa berkas, mengangguk cepat kemudian membicarakan sesuatu yang tidak Mina pahami.


Lantas tiba-tiba laki-laki itu berdiri.


"Aku akan menemui kamu setelah ini"


Ucap laki-laki itu Lantas membungkuk kan tubuhnya dengan cepat ke arah Mina, bak seorang pangeran yang memberikan penghormatannya pada sang putri, lantas beranjak pergi menjauhi Mina dengan jutaan kebingungan.


"Ya?"


Bagaimana??? bagaimana maksudnya?


Mina jelas bingung.


Menemui ku? nanti? dimana?