Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Ada yang aneh dengan nya



Catatan \= dari awal outhor sudah kasih Catatan yaaa kalau tidak suka baca cerita outhor tolong jangan komentar ga enak, kalau novel outhor kayak sinetron silahkan di skip jangan maksa baca yaaaa.


ketimbang komentar kalian merugikan outhor karena bisa bikin pembaca baru masuk down karena komentar ga enak, silahkan cari novel lain aja yah kk🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Saling membantu dan menghargai tolong🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Di season ini untuk memperjelas season 1 dan 2 agar tidak ada ghibah soal Ramira, Farhan dan lain sebagainya.


Dan outhor ga ngerasa ini kisah mengulang melainkan memperjelas kesalahpahaman.


*******


1 bulan sebelum luck dan Lea menikah


Saat usia kandungan Ailee dan aishee memasuki usia 6 bulan


Setelah pernikahan Asha dan Eden.


Sesudah 1½ bulan Ramira dan Eden bergumul panas dan memilih berpisah


Prancis 20.30 PM


Ramira tampak sibuk memperhatikan beberapa dokumen yang dikirim oleh Luck pada nya, tangan kanan nya dengan cekatan memeriksa dokumen tersebut, sedangkan tangan kirinya sibuk menyesap es jeruk yang ada di hadapannya.


Farhan Tampak sibuk berkutat didapur membuat kan menu makan malam untuk mereka, cukup lama hingga akhirnya dia menyelesaikan sesi memasaknya.


Edo dan Vio tampak sibuk bercanda didepan ruang tamu menghadap televisi, bicara bersama sambil sesekali tertawa cekikikan dengan rona bahagia penuh cinta.


Farhan mulai meletakkan beberapa menu makanan ke tempat yang mendominasi berwarna putih tersebut, lantas mulai menyusun nya ke atas meja makan.


"Come.. ini waktunya makan malam"


Edo dan Vio langsung melesat mendekat diikuti oleh Ramira.


Tapi tiba-tiba Ramira menghentikan langkahnya, tidak tahu kenapa Seketika rasa mual menghantam Ramira.




"Kenapa?"


Farhan jelas mengerutkan keningnya saat melihat Ramira menampilkan ekspresi aneh begitu melihat menu Bouillabaisse.


Bouillabaisse adalah sebuah masakan tradisional Provençal berupa sup ikan yang berasal dari Kota Marseille. Kata Prancis bouillabaisse berasal dari kata Oksitan Provençal bolhabaissa, sebuah kata majemuk yang terdiri dari dua kata kerja yaitu, bolhir dan abaissar.


"Aku hanya merasa mual, aku Fikir..."


Seketika Ramira langsung melesat berlarian menuju ke kamar mandi, dia langsung memuntahkan seluruh isi perutnya.


Huekkkkk


Farhan langsung panik, mengejar langkah Ramira.


Vio ikutan panik, perempuan kecil itu mencoba mencari minyak angin untuk meredam kondisi Ramira, mengoleskan nya ke tengkuk Ramira lantas memijat nya secara perlahan.


"Uncle"


Buru-buru vio menyerahkan minyak angin ke tangan Farhan.


"Kamu sakit?"


Tanya Farhan dengan perasaan khawatir.


Huekkkkk


Alih-alih menjawab Ramira kembali memuntahkan isi perutnya.


"Sayang? kamu membuat ku khawatir"


Ucap Farhan lagi.


"Aku Fikir kamu tadi baik-baik saja"


Vio tampak mengangguk-angguk kepalanya tanda setuju.


Ramira tidak menjawab, mencoba menetralisir rasa mual di perut nya.


Farhan terus memijat Tengkuk Ramira untuk beberapa waktu, Setelah dia memastikan Ramira baik-baik saja, Farhan langsung meraih tubuh nya kemudian langsung membiarkan Ramira kembali kekamar nya.


Secepat kilat Farhan membiarkan perempuan itu tidur di atas kasur yang mendominasi berwarna putih tersebut, lantas dengan lembut Farhan memijat-mijat kepala Ramira.


Edo dan Vio lebih memilih menunggu didepan.


"Apa kamu salah makan sesuatu?"


Tanya Farhan lagi.


Ramira menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Mau makan dulu? aku Fikir ini tidak baik jika kamu memuntahkan seluruh isi perut kamu namun tidak kembali mengisinya"


"Bisa berikan aku sesuatu yang dingin-dingin?"


Tanya Ramira cepat.


"Itu malah akan memperburuk kondisi perut kamu sayang"


Farhan bicara lantas mencoba keluar kedepan, mengambil menu makan malam mereka agar Ramira memakan nya di kamar, Tapi begitu Laki-laki itu kembali kedalam, buru-buru Ramira menutup kepalanya dengan bantal.


"Aku benci aroma nya"


Farhan seketika mengerutkan keningnya.


"Ini makanan favorit mu"


Protes laki-laki itu cepat.


"Singkirkan dia dari kamar ku, Farhan"


Ramira bicara dengan nada memohon.


Sejenak laki-laki itu menghela nafasnya berat, dia fikir ada apa dengan Ramira.


Bukan kah ini menu favorit nya?.


Batin Farhan lantas mulai membawa menu tersebut menjauh dari Kamar Ramira.


"Mau aku ambilkan ice cream ?"


Tanya Farhan tiba-tiba.


"Hmmm"


Perempuan itu mengangguk cepat.


"Chocolate Mousse nya bisa kamu tinggal kan di kamar"


Lanjut Ramira lagi.


"Hmmm"


Farhan mengangguk pelan, meninggalkan 1 menu chocolate mousse nya diatas nakas dan membawa keluar Bouillabaisse yang tiba-tiba menjadi makanan yang tidak disukai Ramira


chocolate mousse adalah salah satu menu dessert yang banyak disukai karena rasa manis cokelat yang khas. Manis dan lembutnya langsung meleleh di mulut. 


"Tidak mau makan?"


Tanya Edo tiba-tiba ke arah Farhan.


Laki-laki itu menggelengkan kepalanya pelan.


"Dia bilang benci dengan aroma nya"


Edo dan Vio sejenak saling menoleh, tidak tahu kenapa tapi seolah-olah hati mereka berkata ada yang tidak beres dengan Ramira.