
Sejenak Edo meraup kasar wajahnya, dia menarik nafasnya berkali-kali sejak tadi. Mommy nya berada didalam ruangan VVIP room rumah sakit xxxxxx Jakarta.
Mereka melewati situasi mencekam sejenak, Dimana fikiran Edo sudah melanglang buana entah kemana-mana, ketakutan terbesar nya adalah jika-jika sesuatu yang buruk terjadi pada mommy nya, tapi untungnya kondisi sang Mommy tidak menjadi begitu parah.
Di ujung sana Vio tampak ditemani oleh Belle adik perempuan eden, Mereka beberapa kali bertemu sebelum nya karena Ramira beberapa kaki pernah membawa Belle mampir ke apartemen nya dalam beberapa urusan bersama Farhan, jadi tidak begitu sulit untuk Vio beradaptasi dengan Belle.
sedangkan Ramira tetap berada sisi Edo sejak tadi, mereka tenggelam dalam diam sejenak, dan di sisi lain Eden tampak duduk disamping daddy Edo entah tengah membicarakan apa.
Seperti nya Belle yang menceritakan soal keadaan genting mereka pada Eden hingga laki-laki itu datang melesat ke apartemen nya di waktu yang cukup cepat, hanya saja ketakutan terdalam Edo jika Farhan datang secara tiba-tiba, dia takut laki-laki itu cemburu hingga bisa menyebabkan kesalahpahaman di antara Ramira dan Eden.
Perempuan itu sedang berjuang menghindari Eden, tapi selalu saja mereka bertemu dengan cara yang luar biasa.
Hubungan percintaan mereka begitu kompleks, tapi Edo tidak memungkiri ketika 2 laki-laki itu jatuh cinta pada perempuan itu, dia pun dulu pernah menyukai Ramira.
Asli nya perempuan itu memiliki karakter yang begitu penuh cinta, dia begitu peduli dengan orang-orang disekitar nya, gampang bersosialisasi, begitu ramah, suka membuat orang lain tersenyum saat bicara dengan nya, Ramira bahkan terlalu baik pada siapapun, karena itu acapkali laki-laki sering salah paham dengan kebaikan nya.
Tidak heran Eden jatuh cinta pada perempuan itu sejak dulu, bahkan Farhan sama sekali tidak ingin melepaskan nya.
Tapi Ramira begitu pandai menutupi karakter aslinya dihadapan orang lain, dia menjadi judes, angkuh dan banyak mulut ketika berada dihadapan orang lain misal nya di depan keluarga Al Jaber.
Dan Edo acapkali ber fikir kisah percintaan ke tiga orang itu antara Ramira, Eden dan Farhan jelas terlalu rumit, ingin sekali Edo membantu mereka menyelesaikan semuanya, tapi... setelah dia memikirkan nya kembali dia baru sadar bahkan kisah cinta nya pun jauh lebih rumit.
Oh cinta....cinta...!.
Edo menghela kasar nafasnya.
"Ini membuat ku hampir menggila"
Ucap Edo sambil menyandarkan kepalanya di bahu kiri Ramira.
Ucap Ramira pelan.
"Kondisi Mommy membuat aku takut"
Lanjut nya lagi.
"Semua akan baik-baik saja hmm, percayalah semua akan baik-baik saja"
Ramira bicara sambil berusaha menarik nafasnya pelan.
"Kita akan bicarakan semuanya besok setelah Mommy membaik"
Setelah berkata begitu Ramira mencoba beranjak.
"Biar aku bicara pada Daddy sejenak"
Dia menunggu Edo melepaskan sandaran nya.
Laki-laki itu mengangguk, perlahan membenahi posisi duduk nya dan membiarkan Ramira berjalan ke arah Eden dan Daddy nya.
Seperti kata Ramira saat awal mereka berada didalam ketegangan tadi.
"Sebaiknya jangan menambah panas keadaan, kamu jangan bicara dulu pada Daddy, hingga Daddy menjadi jauh lebih tenang"
"Aku akan bicara pada Daddy Secara perlahan"
Mungkin Ramira bisa mengatasi sedikit ketegangan, Edo hanya bisa menarik pelan nafas nya, kemudian laki-laki itu memejamkan bola matanya sambil memijat-mijat kedua pelipis nya.