
2 hari sebelum wedding ceremony
Luck dan Lea.
18.50 PM
Ailee tampak sibuk berbaring di kursi santai sambil menggendong sang buah hati mereka Ayaz.
Bik sumi sibuk membantu nyonya Burja membuat kan makanan khusus untuk Ailee serta makan malam mereka didapur, sedangkan Aland masih berkutat didepan laptop nya untuk beberapa waktu.
Ailee tampak memainkan jari-jari indah baby Ayaz Untuk Beberapa waktu sambil beberapa kali mencium bayi mungil tersebut.
Suasana terasa begitu sunyi dan tenang untuk waktu yang cukup lama.
Hingga akhirnya bell pintu intercom depan berbunyi memecah kesunyian.
"Bikkk tolong bukakan pintu nya"
Aland bicara cepat sambil bola matanya masih fokus ke arah laptop.
Tidak beberapa lama bik Sumi berjalan dari belakang ke depan, membuka pintu depan.
Tidak ada suara sama sekali, cukup lama hingga tiba-tiba bik Sumi menyeret dia koper ke arah dalam dengan wajah berbunga-bunga.
Ailee tampak mengerutkan keningnya saat melihat dua koper terus diseret bik sumi menuju ke arah kamar atas.
Seketika ekspresi Ailee berubah begitu sadar siapa yang datang, wajah perempuan muda itu langsung berbunga-bunga dengan diiringi bola mata yang berkaca-kaca.
"Mommy .."
Secepat kilat Ailee berdiri membawa baby ayaz dan berhamburan memeluk sosok perempuan yang dia rindukan itu.
"Oh god, dia lebih merindukan Ramira ketimbang aku"
Keluh Eden sambil membawa beberapa paper bag di tangan nya.
Aland seketika menghentikan kegiatan nya, langsung terkejut melihat siapa yang datang.
"Shi..t, aku fikir kau tidak akan kembali"
Ucap laki-laki itu pada ayah mertua seusia nya itu, Aland langsung berdiri lantas berjalan menghampiri Eden, merangkul tubuh laki-laki itu untuk beberapa waktu.
"Grandma...grandma..."
Ailee berteriak girang, memanggil nyonya Burja dengan semangat 45.
Seketika wanita itu membeku saat melihat siapa yang ada dihadapan nya.
"Oh god"
Nyonya burja langsung menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
Menatap Eden dan Ramira secara bergantian.
Alih-alih memeluk Eden lebih dulu, nyonya Burja berjalan dengan gemetaran ke arah Ramira.
"Ohhhh Aira kami sudah se besar ini"
Ucap nyonya Burja sambil mencoba menyentuh wajah Ramira.
"Oh god...oh god...aku fikir tidak akan melihat wajah ini lagi"
Seketika air mata nyonya Burja tumpah, dia menyentuh wajah cantik itu begitu lama dengan gemetaran, meraba-raba nya kesana-kemari lantas menyentuh bahu, lengan dan beberapa anggota tubuh lainnya.
Ramira ikut berkaca-kaca, dia menatap dalam wajah nyonya Burja untuk beberapa waktu.
Dimasa kemarin dia terus berharap wanita ini bangun dari tidur panjangnya, selalu berkata pada Eden jika nyonya burja pasti Akan segera sadar dari tidur panjangnya, mereka pasti akan bertemu dan berkumpul kembali seperti keinginan Eden.
Tapi begitu nyonya Burja sadar Ramira tidak ada di sisi nya, atas permintaan nyonya oh ha Ra, dia kehilangan moment yang dia harapkan.
Bersembunyi di balik dinding, pergi dengan jutaan perasaan yang hancur.
Kali ini dia bisa melihat wanita paruh baya lebih itu yang menangisi dirinya, menatap nya dengan jutaan kerinduan.
Sepersekian detik kemudian nyonya Burja langsung memeluk erat dirinya, terus berkata.
"Jangan pergi lagi, kami semua begitu merindukan mu, nak"
Ailee terus mencoba menghapus air matanya, memandang haru pada pertemuan itu, dia fikir semoga semua kembali seperti seharusnya, tidak ada lagi jarak dan perpisahan yang tercipta di antara mereka.
Dia berharap keluarga mereka menjadi sempurna setelah Hari ini.
Tidak peduli bagaimana masa lalu semua orang, bagi nya yang dia lihat masa kini.
Dia memang mencintai Mommy Valentine nya, tapi bagi Ailee satu-satunya perempuan yang memberikan dia kekuatan dimasa dulu adalah Ramira, diam-diam selalu Menemui nya di belakang Daddy Aland atau bahkan sering kali menitipkan pesan pada Vio dan berkata jika semua pasti baik-baik saja.
Bagi nya satu-satunya Mommy nyata di dunia ini adalah Ramira, sisa nya dia tidak begitu mempedulikan nya.