
Setelah berkata begitu Lea langsung menutup mulut nya.
Hahhhh Lea tidak bisakah kalau bicara di rem sedikit dan jangan asal ceplas-ceplos????
Pekik Lea dalam hati.
"Hahahaha grandma aku tidak bermaksud menyinggung, tapi memang begitu kenyataan nya"
Ucap Lea sambil menggigit lidah nya.
Awalnya Daddy luck sempat terbengong-bengong mendengar ucapan Lea, sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki itu tertawa terbahak-bahak.
"Aku suka, aku suka punya menantu yang seperti ini Mom, dia begitu unik dan menarik, sangat jujur sekali"
Saat Daddy luck bicara sambil terus tertawa karena geli, seketika Mommy luck dan luck terkejut bukan main.
"Benar bukan sayang?"
Siapa yang Tidak tahu jika sang Stephard tua sangat sulit sekali tersenyum apalagi tertawa, bawaan laki-laki itu jelas begitu datar dan dingin, bahkan orang-orang di perusahaan Stephard begitu takut pada nya, sebab laki-laki itu tergolong type orang yang sedikit bicara namun banyak berbuat.
Tapi siapa sangka bocah kecil itu bisa membuat Daddy luck tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan sederhana dan penuh kejujuran nya.
"Aku menyukai nya"
Ucap Daddy luck lagi.
"Aku juga sudah menyukai dia sejak awal melihat wajahnya"
Ucap Mommy luck.
"Dia anak yang lucu dan begitu cantik"
Puji nya cepat.
Lea tampak bingung, dia mencoba menyentuh Tengkuk nya untuk beberapa waktu.
Grandma luck tampak menarik nafasnya, dia kembali menatap Lea untuk beberapa saat.
"Duduk"
Ucap grandma luck cepat.
Dengan perasaan bingung Lea memilih duduk di bawah kaki wanita tua itu.
"Kenapa duduk dibawah?"
Grandma luck jelas terkejut.
Luck yang duduk di atas kursi jelas-jelas langsung memijat kepalanya yang terasa begitu sakit.
Yah yah dia memang selalu berlaku aneh, orang kemana dia akan kemana.
Ucap luck dalam hati.
"Ah...bukankah itu termasuk adab sopan santun grandma? aku bisa memijat kaki grandma dari bawah sini"
Ucap Lea sambil mengedip-ngedipkan bola matanya yang indah itu, secepat kilat memijat paha sang Grandma dan memijat nya.
"Oh god, anak ini.."
Grandma luck jelas tidak percaya ada anak model begini didunia ini.
"Jadi kenapa tidak membicarakan pernikahan pada orang tua?"
Grandma Luck bertanya cepat sambil menatap tajam ke arah luck.
"Dia bilang cukup diam, menikah dan tidak usah bicarakan dengan siapapun dulu"
Alih-alih menunggu luck yang menjawab, Lea menjawab ucapan grandma nya lebih dulu.
"What?"
Grandma dan Daddy luck langsung bertanya secara bersamaan.
Kau ....!!!
Luck jelas-jelas ingin sekali mencekik leher gadis itu.
Aku bilang jangan beritahukan orang tua mu, bukan orang tua ku dan grandma ku.
Laki-laki itu melotot tidak percaya dengan ucapan Lea.
"Jadi dia ingin menyembunyikan Kamu?"
Grandma nya mulai meninggikan suaranya.
"Bisa jadi"
Lea mengangguk-angguk kan kepala nya.
Oh god.
"Kau ini sangat keterlaluan sekali"
Grandma nya berkata sambil menggerak-gerakkan jari telunjuk nya ke arah luck.
"Bukan seperti itu grandma, aku fikir Lea salah mengartikan maksud perkataan ku"
Luck menarik kasar dasinya, seketika rasa gerah menghantam nya.
Dia tahu jika Grandma nya sudah mengoceh, lama-lama bisa habis dirinya.
Secepat kilat luck menyambar botol air mineral yang ada dihadapan nya yang selalu dia siapakan di atas meja ruang tengah itu untuk orang-orang yang datang termasuk keluarga, laki-laki itu membuka dengan cepat kemasan tersebut lantas langsung meminum nya.
"Jadi, berikan aku cicit secepatnya"
Tiba-tiba grandma nya berkata dengan cepat.
Seketika luck terkejut, air minum yang luck baru saja minum langsung menyembur ke arah depan.
"Ya?"
Tanya luck cepat.
Ah???? cicit???
Lea bertanya dalam hati, dia mendongakkan kepalanya, mencoba berfikir.
Ada cicit artinya ada anak, ada anak berarti tidur bersama, kalau tidur bersama berarti yah ada malam pertama.
Ommo....dengan dia?
Lea langsung menoleh ke arah luck, bola matanya turun ke bawah sana.
Beuhhhh
Seketika Lea menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kalian sudah berbulan madu?"
Grandma nya bertanya cepat ke arah Lea.
Gadis itu menatap grandma luck sejenak, kemudian Lea langsung menggelengkan kepalanya.
"Bulan madu sih belum, tapi dia pernah mencium ku dengan kopi sianida"
Jawab Lea sambil mengembangkan senyuman nya.
Luck jelas membulatkan bola matanya, diikuti oleh Mommy dan Daddy nya.
Yakkkkk
Luck ingin sekali berteriak saat ini juga mendengar ucapan Lea.
"Kopi sianida?"
Jelas saja semua orang bertanya kaget ke arah Lea, sepersekian detik kemudian semua bola mata langsung tertuju ke arah luck.
"Kau berencana membunuh istri mu?"
Tanya ketiga orang itu secara bersamaan.
Oh shi..t.
Umpat luck tidak percaya.