Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Dalam suka cita penuh kebahagiaan



Masih di masa kemarin


Sebelum Ailee dan Aishe melahirkan


Dr.Luck Stephard Elite Law Firm partnership


Kantor utama Firma hukum elite


Manhattan


Lea masih menangis didalam pelukan luck, Tidak tahu kenapa tapi tangisan nya sama sekali tidak mau berhenti.


Tangis bahagia, haru dan entah apalagi yang bercampur aduk menjadi satu saat ini.


Ada keluarga besar Stephard, ada keluarga besar Al Jaber disana, teman-teman setia nya, Mommy, Daddy nya dan suami yang belakangan membuat dia berdebar-debar tiap kali menatap wajah tampan tersebut yang mulai terbiasa memenuhi hari-hari nya.


Semua tampak terharu, menatap Lea dengan pandangan berkaca-kaca, luck memberi kode agar semua menahan diri sejenak, membiarkan Lea larut dalam perasaan nya yang bercampur aduk menjadi satu lebih dulu.


Hingga akhirnya perempuan itu berhenti menangis, dia mendongakkan kepalanya, menatap dalam wajah luck untuk beberapa waktu.


"Terima kasih"


Ucap nya masih dengan nada terisak.


Luck mengulum senyumannya, kedua belah tangan laki-laki itu menggenggam lembut kedua belah pipi Lea.


"Ini kado istimewa untuk istri ku"


Ucap Luck sambil menyentuh lembut puncak kepala Lea.


"Kejutan kecil yang tidak seberapa, tapi aku harap kamu suka"


"Aku suka...sangat suka sekali"


Lea buru-buru membalas ucapan Luck, air matanya kembali tumpah.


Luck memajukan wajahnya, dia menyatukan hidung mereka sambil menggerakkan nya dengan pelan.


"Jangan menangis lagi"


Ucap nya lagi.


"Heeee emmm... Heeeee emmmmm"


Tiba-tiba Vio berdehem usil.


"Suami kuuu.... tidak kah kamu juga ingin menggoda ku dengan hidung mu"


Ucap Vio cepat.


Seketika seisi ruangan pecah, mereka tertawa terbahak-bahak.


Lea seketika ingat jika disana bukan hanya ada mereka berdua, perempuan itu langsung membalikkan tubuhnya ke belakang, dengan ekspresi malu dia langsung menyambar Mommy nya dan masuk ke pelukan wanita itu.


"Akhhh ini sangat memalukan"


Ucap nya sambil terus membenamkan wajahnya ke dada Mommy nya.


"Dia lupa jika kita juga bayar cicilan kredit di dunia ini"


Goda Vio sambil terkekeh lantas mendekati Lea dan untie Malika nya.


"Kita kan bayar nya di cicil, kalau mereka bayar nya pakai uang tunai, jadi lupa kalau ada kita di antara cinta nya mereka"


Abigail ikut menggoda, bicara sambil mendekati Lea juga.


"Kak..."


Rengek Lea dengan wajah tersipu-sipu memerah.


"Ohhhh kala cinta bersemi dunia benar-benar milik berdua, yang lain ngontrak"


Bisa dibayangkan bagaimana riuh nya di ruangan itu? semua orang berkumpul dengan ke seruan masing-masing, saling berceloteh dan nenggoda Lea secara bergantian, kemudian memeluk dan mencium perempuan itu penuh cinta, memberikan ucapan selamat satu persatu.


"Sekarang mari kita rayakan ulang tahun tahun nya, oh sayang dimana korek api nya?"


Selena bertanya pada Bahrat.


"Aku sedang cuti merokok sayang, tanyakan pada Murat"


Bahrat menjawab cepat.


"Wait"


Murat tampak mencari pamatik nya didalam kantong celana nya.


"Aku punya"


Abigail bicara cepat, mengeluarkan pamatik milik nya lantas memberikan nya pada Aishe.


"Ohh cake nya Cantik sekali, siapa yang memilih nya?"


Mina bertanya sambil membantu Aishe menyalakan lilin magic di seputaran cake raksasa tersebut.



"Kak Itu dari salah satu teman kak Liliana kalian"


"Oh god, ini benar-benar indah bahkan seukuran raksasa"


Ucap Deliyah menatap takjub cake dihadapan mereka itu.


"Ini menggunakan banyak lilin, aku fikir kamu harus menggendong Lea, Luck"


Seloroh Emir.


"Cake nya begitu tinggi, tubuhnya tidak akan sampai hingga ke atas"


Aland menatap cake raksasa yang menjulang tinggi tersebut.


"Bukan masalah, aku akan menggendong nya dengan senang hati"


Jawab Luck sambil melirik ke arah Lea.


"Ishhh"


Perempuan itu langsung mendekati Daddy Henry nya, memeluk laki-laki itu dengan begitu hangat.


"Semoga panjang umur dan bahagia selalu hmm"


Daddy nya bicara sambil mencium hangat puncak kepala Lea.


Kemudian pada akhirnya mereka mulai merayakan hari bahagia tersebut dengan penuh cinta.


"Berdoa lebih dulu baru tiup lilinnya"


Selena bicara cepat, mengedip kan bola matanya nya ke arah Lea.


Buru-buru perempuan itu mengangguk, dia mulai ingin menekankan bola matanya, tiba-tiba sang suami berbisik dibalik telinga nya.


"Semoga kebahagiaan selalu menyertai mu"


Setelah berkata begitu luck mencium lembut pipi Lea, membiarkan perempuan itu memanjat kan doa dan harapan nya


Apa yang kau harapkan sayang?


Hmmm sesuatu.


Tidak ingin memberitahukan nya pada ku?.


Itu Rahasia, tapi kamu tahu sayang? selalu terselip nama mu didalam tiap doa ku, dengan jutaan harapan baru yang akan kita lewati bersama hingga kita tutup usia.