Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Dia juga menginginkan nya "Yes or No"



Ditengah kebingungan dan kekalutan nya, tiba-tiba dari banyak arah muncul beberapa orang yang mengelilingi mereka.


Seketika Ramira terkejut, dia membulatkan bola matanya.


Ada Ailee, Aland, nyonya Burja, luck, Lea, Liliana, Farhan dan yang lebih mengejutkan ada Mommy dan daddy nya juga grandma Violet dan Grandpa Ghanem nya.


"Oh .."


Seketika Ramira kembali menutup mulutnya.


Dan semua orang tampak memegang balon dan kertas yang bertuliskan.....









Ramira tampak menangis, kemudian dia berusaha untuk bicara sambil menatap ke arah Eden yang masih berlutut di depan nya.


"Apa ini seperti konspirasi?"


Tanya Ramira dengan suara serak nya.


"Mommy ini konspirasi untuk menjawab Yes, aku sangat memaksa kali ini, yes...jangan fikirkan Mommy Valentine, aku mewakili Mommy untuk berkata Yes"


Ucap Ailee sambil memainkan alisnya.


"Aku sudah berusaha mendekor semua nya dengan sempurna, kalau berkata No aku benar-benar akan menghabisi suami ku hari ini"


Ucap Lea tiba-tiba.


"What?"


Luck seketika melotot.


"Dia yang berkata No kenapa juga aku yang di hukum?"


Protes laki-laki itu cepat.


"Bisakah kalian diam? aku harus menikmati moment nya"


Liliana menyela cepat.


"Aku masih dalam keadaan belum sehat, ini pemaksaan ketika aku harus menyiapkan semuanya, aku benar-benar memaksa kakak untuk menjawab Yes, yes, yes, yes..."


Ucap Liliana cepat.


"Sayang ini pemaksaan"


Ujar Farhan.


"Ini benar-benar pemaksaan, aku lebih suka memaksa dia untuk berkata Yes, sebab aku juga yes"


Sahut Aland sambil terkekeh.


"Daddy yang melamar Daddy ku, bukan kamu jadi biar Daddy yang memaksa nya"


Seketika ruangan tersebut menjadi begitu ramai sekali.


"Ini benar-benar pemaksaan"


Ucap Ramira sambil berusaha menyeka air matanya.


"Kali ini aku benar-benar memaksa"


Eden menjawab cepat.


"Jika aku menolak nya?"


"Maka aku tetap akan memaksa, aku sudah mendapatkan restu dari semua orang"


"Tapi aku belum"


"Itu kamu, bukan hati kamu, aku tahu betul bagaimana suara hati kamu dari dulu hingga sekarang"


Ucap Eden lagi dengan jutaan keyakinan.


Ramira tampak terkekeh di sela tangisan nya.


"Oh ayolah, jangan seperti Grandma mu, kau tahu nak sangat menyedikan ketik hati mu di tolak mentah-mentah"


"Apa seorang tuan Hurairah pernah ditolak?"


Tanya semua orang Bersamaan.


"Pertanyaan nya kompak sekali"


Protes laki-laki tua itu cepat.


"Ah... tidak perlu jawaban nya, sudah terlihat dengan baik dari ekspresi mereka"


Ucap Liliana cepat.


Seketika tawa mereka pecah.


"Come... fokus pada mereka berdua"


Grandpa Ghanem seketika bicara sambil melirik ke arah Ramira.


"Apa?"


Ramira bertanya ke arah liliana.


"Aihhh sangat menyebalkan sekali, apa harus aku saja yang menikah dengan Eden?".


Tanya Liliana cepat.


"Yakkkk"


Farhan memekik kesal.


Seketika Ramira terkekeh, dia menatap bola mata Eden untuk beberapa waktu.


"Sayang apa aku harus menjongkok hingga malam hari? aku fikir anak ku tidak akan menyukainya"


Protes Eden tiba-tiba.


Saat laki-laki itu berkata anak, untuk pertama kalinya Ramira merasakan sebuah gerakan kecil di perut nya.


"Sayang apa kamu mendengar Daddy?"


Eden kembali bicara.


Lagi-lagi Ramira merasakan satu gerakan didalam sana.


Sejenak perempuan itu membeku, dia menyentuh lembut perut nya untuk beberapa waktu.


"Seperti nya Mommy mu lagi-lagi menolak Daddy"


Eden menghela kasar nafasnya, raut kecewa jelas terlihat dari balik wajah tampan itu.


Saat mendengar kata tolak, Ramira tidak bisa lagi merasakan gerakan lembut itu.


Seolah-olah didalam sana ikut kecewa dan merajuk.


Eden berusaha untuk berdiri sambil melebarkan senyuman nya, dia fikir lagi-lagi Ramira berfikir keras untuk menerima nya.


Semua orang tampak kecewa dengan ekspresi Ramira.


"Aku..."


Ramira buru-buru bicara.


"Aku ingin pernikahan nya di lakukan sebelum anak kita dilahirkan"


Ucap Ramira cepat sambil menggenggam erat lengan Eden.


"Ya?"


Seketika Eden membeku.


"Jawabannya yes"


"Itu artinya yes"


"Daddy kenapa jadi bengong? itu artinya yes"


Seketika air mata Eden tumpah, laki-laki itu terkekeh lantas langsung memeluk ramira dan mencium perempuan itu tanpa aba-aba.



...Hanya visual...


...(Bayangkan ini Eden dan Ramira Mak😜🤭🥰)...


Bola mata Ramira membulat karena terkejut, dia menggenggam erat lengan Eden dengan detak jantung yang tidak beraturan.


Dan tiba-tiba dia kembali merasakan satu gerakan lembut didalam perut nya, seolah-olah didalam sana juga menikmati kebahagiaan nya.