Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Wedding ceremony



Sejak pagi suara hiruk pikuk orang-orang berlalu lalang terdengar disepanjang mansion utama Stephard Family.


Keluarga besar yang Hadir sejak beberapa hari yang lalu sejak pagi juga sudah sibuk berdandan dan mempersiapkan diri.


Sang pengantin perempuan telah di permak oleh Para MUA dan juga desainer terpercaya yang di sewa khusus oleh keluarga Stephard sejak mulai Lea selesai membersihkan diri setelah terjaga dari tidurnya.





"Aku merasa begitu tegang, seolah-olah akan terbang naik jet coaster"


Lea bicara sedikit bercanda ke arah MUA yang ada dihadapan nya


Yang di ajak bercanda tampak terkekeh.


Bisa dia lihat wajah cantik itu sejak awal duduk di kursi rias terlihat begitu panik dan tegang.


"Semua orang pasti melewati moment seperti ini, tarik nafas lalu buang lah"


Ucap perempuan dihadapan nya itu.


Lea Fikir dia sudah melakukan nya sejak tadi, tapi tidak tahu kenapa tangan nya tetap saja terasa dingin, jantung nya berdetak lebih kencang dari biasa nya bahkan rasanya begitu aneh sekali.


Dia menyandang status nyonya Luck Stephard tanpa pernah dia duga.


Tiba-tiba sekelebat kenangan soal masa lalu dan masa kini menghantam dirinya.


Daddy nya, Mommy nya, kakak nya, pengkhianatan daddy nya, Brenda, tragedy keluarga Al Jaber, pernikahan pura-pura nya hingga akhirnya dia berada di sini hari ini.


Saat jutaan kekhawatiran menghantam dirinya, tiba-tiba seseorang menggenggam erat telapak tangan nya.


Buru-buru Lea menoleh kearah sisi kanan nya.


"Semua akan baik-baik saja"


Itu adalah kak Ramira nya.


"Ohhh"


Seketika Lea meminta perias menghentikan sejenak kegiatan nya, secepat kilat Lea memeluk perempuan disampingnya itu.


"Aku sangat merindukan kakak"


Ucap Lea sambil memeluk erat Ramira.


"Aku fikir kakak tidak akan pulang ke Manhattan"


Ucap nya lagi.


"Aku kembali sekarang"


Ramira bicara sambil terus memeluk erat tubuh Lea.


"Selesaikan semua nya, tamu-tamu telah berdatangan sejak tadi hmmm"


Ramira bicara sambil melepas kan pelukan nya, membiarkan Lea menyelesaikan sesi berdandan nya.


********


Di ruangan kamar tersebut terlihat beberapa blok hantaran yang diserahkan oleh pihak laki-laki untuk perempuan yang tertata begitu sempurna.






*******




Dibagian dalam tampak dekorasi mewah menjuntai dimana-mana.



Sebuah cake pernikahan dengan gaya unik telah terpampang di barisan paling depan.



Kali ini mereka menggunakan hidangan meja ke meja, tidak menggunakan sistem hidangan prasmanan.


Dimana seluruh meja telah di tata semua satu persatu dan beberapa pelayan mulai mengangkat makanan nya.










Disatu sudut keluarga besar mulai berkumpul bersama, beberapa keluarga lainnya mulai berdiri didepan menyambut para tamu undangan.


********


Setelah semua diyakini telah siap, dari arah pintu keluar terlihat Lea mulai berjalan keluar dari dalam kamar nya.



Dimana Perempuan kecil itu tampak berdiri dengan perasaan yang berdebar-debar, menunggu sang Daddy menggandeng tangan nya dan menghantar kan nya menuju ke atas panggung dimana luck tengah berdiri sempurna di ujung sana sembari menunggu kehadiran Lea.


Tampak betapa Tampan nya laki-laki dihadapan nya itu saat ini, sebuah senyuman menghiasi wajah tampan tersebut.


Hingga akhirnya secara perlahan Lea dan sang Daddy nya mulai melangkah mendekati Luck.


Bisa dia lihat ketika mereka akan naik ke atas panggung ratusan tamu undangan tampak mengembangkan senyuman mereka.


Suara Pembawa acara memenuhi seisi ruangan tersebut, diiringi candaan dan godaan dari laki-laki yang dipercaya keluarga Stephard untuk membawakan acara dengan beberapa candaan khas nya yang lucu.


Saat dia telah tiba di atas panggung, suara riuh tepuk tangan memenuhi bangunan mewah berukuran raksasa tersebut.


Luck secepat kilat meraih tangan Lea sambil terus mengembang kan senyuman nya.


Laki-laki itu memeluk erat diri nya sambil berbisik.



"I love you, my little wife"


Seketika bola mata Lea berkaca-kaca, rasa haru dan bahagia menghantam perasaan nya menjadi satu saat ini.



Terimakasih banyak Tuhan atas kado istimewa yang aku dapatkan dari buah kesabaran yang telah lama aku pendam.