Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Karena aku benar-benar mencintai kamu



Saat kembali dari jam makan siang Farhan hanya mengantar Selena hingga ke depan kantor Al Jaber company, kemudian dia melesat cepat kembali menuju ke kafe yang mereka datangi tadi.


Ramira jelas masih berada disana, menunggu diri nya untuk menjemput nya.


Begitu sampai ke kafe yang mereka datangi tadi, secepat kilat Farhan kembali masuk menuju kedalam, mencari sosok perempuan itu.


Bola mata Farhan langsung membulat dengan sempurna saat sadar Ramira tengah bersama siapa, seketika rahang Farhan mengeras saat tahu Karl Al Jaber berdiri tepat samping perempuan itu.


Karl dan aries Tampak berbincang-bincang bersama Ramira untuk beberapa hal, sesekali Ramira mengangguk dan menggelengkan kepalanya, sesekali pula Ramira melebarkan senyuman nya, bahkan Karl sempat menyentuh hangat kepala Ramira sambil entah berkata apa.


Farhan langsung mengeratkan rahang nya, dengan gerakan cepat laki-laki itu melangkah mendekati Ramira dengan emosi yang menggebu-gebu, dia tidak suka Dua laki-laki itu menyentuh Ramira meski Seujung rambut nya sekalipun.


Karlos Al Jaber jelas laki-laki iblis itu harus terus dijauhkan dari mereka, dan aries sang penjahat kelamin itu pun dia tak Sudi jika mendekati Ramira.


Dulu aries pernah kepergok mencoba menggoda Ramira, bahkan laki-laki itu pernah tertangkap basah menyelinap masuk ke apartemen Ramira dengan alasan dia tidak sengaja melihat pintu apartemen Ramira terbuka jadi dia masuk saja ke dalam nya.


Ramira yang melihat Farhan berjalan mendekati mereka penuh kemarahan langsung pamit undur diri dari hadapan ke dua laki-laki tersebut, mencoba menghindari keadaan agar Farhan tidak kelepasan emosi.


"Farhan,Farhan"


Ramira mencoba menahan lengan Farhan.


"Kenapa Mereka ada disini?"


Farhan bertanya cepat kearah Ramira, laki-laki itu menatap punggung dua laki-laki itu yang kian menjauh dan tidak menyadari soal kedatangan dia.


"Kami tidak sengaja bertemu"


Ucap Ramira cepat.


"Dia menyentuh kepala mu"


"Dia melihat ku dari sudut pandang putri nya Farhan"


"Apa kau sudah kehilangan rasa benci mu pada nya?"


"Farhan!"


Seru Ramira, perempuan itu berusaha menarik Farhan agar segera menjauh dari sana, menuju ke area parkiran dan langsung melesat naik ke mobil Farhan.


"Ada apa dengan kamu belakangan ini? kamu jadi lebih sensitif dan pemarah?"


"Aku mengkhawatirkan diri mu"


Farhan berusaha memasang sabuk pengaman nya, kekesalan jelas terlihat di Balik wajah nya. kemudian laki-laki itu mulai melajukan mobilnya.


"Ini bukan lagi satu kekhawatiran, kamu melampaui batasan mu Farhan"


Ramira tampak begitu marah.


"Iya ini melampaui batasan ku, karena kamu membuat aku menjadi gila, mari hentikan permainan ini, kita kembali ke Manhattan dan menikah"


Ramira jelas bertanya dengan jutaan kemarahan.


"Kita sudah bergerak sejuah ini, bahkan aku menggadaikan harga diri ku ke keluarga Al Jaber demi menuntaskan permintaan terakhir valentine, sekarang kamu ingin kita mundur?"


"Iya aku ingin mundur, aku tidak peduli lagi dengan semua nya, sebab semakin kesini kamu semakin jauh dari jangkauan ku, bahkan Bahrat telah memajukan jadwal pernikahan kamu dengan murat, aku jelas tidak lagi bisa masuk ke dalam permainan ini lagi"


"Farhan, apa kamu marah karena cemburu?"


Ramira bertanya sambil mengerutkan keningnya.


Ciittttttt


Seketika Farhan menghentikan mobilnya, laki-laki itu menoleh kearah Ramira.


"Iya, aku marah, aku cemburu, kau bersama Eden dalam banyak waktu, lalu dalam beberapa bulan kedepan pernikahan mu dengan murat akan berjalan, lalu apa kamu pikir aku seorang super Hero, yang bisa berkata ini baik-baik saja?"


"Bukan kah aku bilang jangan bermain hati disini"


Mendengar ucapan Ramira laki-laki itu mendengus.


"Kau bercanda"


"Karena itu kamu benar-benar berharap aku bisa bersama selena"


"Farhan"


Seketika Farhan membuka safety belt nya.



"Baiklah, sesuai kemauan mu, aku benar-benar akan jatuh cinta dengan selena dan benar-benar akan bercinta dengan perempuan itu sekarang juga"


Setelah berjalan begitu Farhan langsung keluar dari dalam mobilnya, laki-laki itu membanting pintu mobil dengan keras lantas dia menerjang mobil itu dengan begitu kasar.


Kemudian Farhan melesat meninggalkan Ramira dengan jutaan kemarahan dan kekecewaan.


Ramira berusaha untuk turun tapi beberapa mobil terus mengeluarkan suara klakson nya, beberapa orang tampak marah karena mobil mereka jelas berhenti di sembarang arah.


Farhan yang melesat menjauh Seketika menghentikan langkahnya, dia berdiri tepat di sebuah lorong bangunan gedung pencakar langit disisi kiri dan kanan nya.


Seketika Farhan berteriak kesal sambil meremas kasar rambutnya.


"Akkhhhhh"


Kau tahu kenapa aku tidak bisa Bertahan didalam permainan ini?


Karena aku benar-benar tidak rela kamu dimiliki oleh siapapun, karena aku benar-benar mencintai kamu.