
"Kakak menemui seseorang? Apa yang sakit keluarga?"
Tanya Mina kearah Emir ketika mereka mulai masuk ke rumah sakit xxxxxxx tersebut, laki-laki itu terus menarik kopernya dengan gaya yang begitu santai.
"Suka penjelasan yang jujur atau bohong?"
Tanya Emir cepat sambil menoleh ke arah Mina.
Mina membulat kan bola matanya.
"Ada pilihan yang seperti itu?"
Emir tertawa renyah.
"Ada, aku barusan memberikan nya"
"Baiklah, hmmm aku suka type orang yang jujur"
Jawab Mina cepat.
"Hmm bisa dibilang Menemui cinta pertama ku, tapi sekarang lebih persis seperti adik perempuan ku sendiri"
"Ya?'
Mina jelas cukup terkejut mendengar ucapan Emir.
Emir Tampak mengulum senyuman nya.
"Kami satu sekolah sejak SMA,l hingga ke jenjang kuliah kemudian berpisah, dia gadis yang baik, aku sempat jatuh cinta pada nya, tapi gadis itu dulu mencintai laki-laki lain"
"Oh god, maafkan aku"
Mina tampak terkejut, menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangan nya.
"Saat remaja kita selalu punya cinta pertama"
Ucap Emir lagi sambil mengembangkan senyuman nya.
"Hmmm seperti nya hanya aku yang belum punya cinta pertama"
Kekeh mina.
"Ya?"
Emir jelas mengerutkan dahinya.
"Aku fikir gadis seusia mu biasanya akan tertarik dengan seorang laki-laki disekitar nya?"
"Hmmmm"
Mina mencoba untuk berfikir sejenak.
"Aku tidak paham bagaimana perasaan ketika jatuh cinta atau tertarik pada seorang laki-laki secara tiba-tiba, sebab sejak dulu aku lebih tertarik berkumpul dengan teman-teman yang terkesan asik atau menyibukkan diri dengan banyak kegiatan seperti music, bernyanyi, menari dan lain sebagainya"
"Wow..."
Emir cukup terkejut mendengar penuturan Mina.
"Baiklah, akan aku coba jelas kan bagaimana sensasi cinta pertama, Kau akan berdebar-debar ketika dekat dengan seseorang, merasa nyaman ketika bicara dengan nya, tiba-tiba Kamu senang, namun sedikit gugup ketika bersama nya, Semuanya terasa baru dan menarik, Hubungan terasa sangat mudah,Dia selalu ada di pikiranmu setiap saat, Timbul perasaan sedikit cemburu. dan kamu menjadi menyayangi dia tanpa alasan yang jelas"
Ucap Emir mulai menjelaskan.
"Tapi dimana Sebenarnya tanpa mengaitkannya dengan fungsi otak, kamu menyetujui bahwa apapun yang dilakukan pertama kali pasti akan lebih mudah diingat. Sehingga, selain masalah otak, sensasi pertama juga berperan penting di sini"
Emir menunjukkan kerah kepala nya.
"Amigdala?"
Mina mengerucut keningnya.
Emir mengangguk cepat.
"Amigdala adalah organ kecil di dalam otak yang berbentuk seperti kacang. Organ ini mampu mengatur ingatan yang berkaitan dengan emosi, termasuk rasa takut dan senang"
"Karenanya, bila kamu mencium aroma minyak wangi seperti yang dipakai oleh si mantan, atau mendengar lagu tertentu yang berkaitan dengan si dia, akan timbul lagi suatu ingatan dan perasaan, yang berkaitan dengan orang tersebut"
"Dan kamu tidak akan percaya, bahwasanya cinta pertama juga biasanya dialami oleh remaja yang sedang terpengaruh gejolak hormon. Apa pun yang dipengaruhi oleh gejolak hormon biasanya memang akan lebih berkesan. Bahkan, sebuah penelitian yang meminta sekelompok lansia untuk menceritakan mengenai ingatan sepanjang hidup, sebagian besar dari mereka justru menjawab tentang pengalaman cinta pertama"
Mina tampak kagum mendengarkan penjelasan Emir.
"Wow...aku fikir aku mendapatkan ilmu pengetahuan baru ketika bertemu dengan kakak"
"Hmmm bisa di anggap seperti itu"
Setelah berkata begitu Emir menghentikan langkah kakinya.
"Kamu menuju ke ruangan yang mana?"
Tanya Emir cepat ke arah nya.
Mina tampak celingak-celinguk mencari ruangan Dimana kak Ramira nya dirawat, namun tiba-tiba bola matanya tanpa sengaja melihat kak Farhan dan kak Ramira nya berjalan keluar dari satu ruangan, disisi lain kak Luck nya baru saja berjalan dari arah ujung lorong menuju ke arah dua sosok dihadapan nya itu.
Seketika dua kakak laki-laki nya langsung menghentikan langkah kaki mereka, menatap ke arah Mina lalu ke arah laki-laki disampingnya itu, Farhan seketika menaikkan ujung alisnya.
Tidak tahu kenapa, tapi tiba-tiba suasana menjadi sedikit mencekam.
Mina bermaksud untuk bicara pada Emir tapi tiba-tiba kak Ramira nya berkata dengan wajah penuh kebahagiaan saat menatap mereka.
"Oh god"
Ucap perempuan itu lantas langsung berjalan ke arah mereka.
Seketika Emir langsung berjalan mendahului Mina, masih dalam posisi menyeret koper berwarna pink itu menuju ke arah Ramira.
Mina jelas cukup terkejut jika Emir mengenal kak Ramira nya.
Apa kak Ramira cinta pertama nya?.
Batin Mina.
"Aku dengar kamu terluka?"
Emir tampak bicara sambil memeluk hangat tubuh Ramira.
Dari arah belakang tiba-tiba dari satu sisi kanan Eden keluar dari arah sebuah pintu, tidak sengaja bola matanya menatap pemandangan yang begitu mengejutkan.
What???.
Jelas saja laki-laki itu cukup terkejut saat melihat seorang laki-laki memeluk Ramira dengan Begitu hangat.
Secepat kilat Eden melesat mendekati Emir, maksud hati ingin menarik laki-laki karena rasa cemburunya yang tiba-tiba menggebu-gebu.
Tapi seketika Eden menyadari soal sesuatu.
"Emir?"
Ucap laki-laki itu sambil mengerutkan keningnya.