
"Siapa kau breng.sek?"
Arsen seketika melangkah dengan cepat, bergerak seperti angin dan....
Srrttttt.
Buggggggg.
Meninju wajah Jackson Ville tanpa berpikir dua tiga kali.
Arsen bukan tipe laki-laki yang suka atau gampang marah, dia memiliki sifat lembut dan sedikit cuek dengan keadaan juga sedikit pendiam, enggan mencari gara-gara dengan orang lain tapi untuk kasus saat ini dia pikir ini jelas berbeda.
Rata-rata orang tahu, sifat orang pendiam dan lembut tidak akan mengintimidasi orang lain. Mereka yang diam dan lemah lembut justru selalu menjauhkan diri dari masalah yang ada, bahkan masalah sepele seperti bertengkar dengan orang lain hingga mengintimidasi orang lain. Mereka selalu membuat diri mereka merasa aman dan nyaman, mereka tidak ingin membuat masalah yang ada menjadi panjang. Oleh karena itu mereka juga akan membuat orang di sekitarnya menjadi nyaman juga karena sikapnya ini.
Bahkan orang yang pendiam dan lembut memiliki tingkat kesabaran yang lebih tinggi daripada orang dengan karakter lain. Mereka akan menunggu pada waktu yang tepat untuk membicarakan sebuah masalah yang terjadi antara dirinya dengan orang lain. Bahkan, ketika ada masalah lain yang membuat dirinya kesal ia pun juga dapat menahan diri untuk meluapkan emosinya. Ia dapat mengatur emosinya dan tidak akan meluapkan emosinya secara sembarangan.
Tapi ingat jangan coba-coba membuat seorang laki-laki dengan tipe seperti mereka marah secara berlebihan atau mencoba untuk membuat masalah dengan type seperti Arsen.
Sebab marah yang paling berbahaya adalah marahnya orang pendiam dan lembut, jangan mencoba bermain api dengan mereka karena saat api tersebut menyala terang dan besar, akan sulit sekali untuk memadamkannya.
Begitu sebuah tinju melesat di wajah Jackson Ville, seketika laki-laki tersebut melepaskan genggaman nya dari Flow, rasa nyeri dan sakit menghantam wajah Jackson Ville, dari segar mengalir dari balik bibir kirinya.
Laki-laki tersebut seketika langsung menatap tajam ke Arsen, dia mendengus tidak percaya saat laki-laki di hadapannya dengan lancang dan lantang meninju aset berharganya.
"Kau berani menantangku?"
Jackson Ville bertanya cepat.
Flow bergerak dengan cepat mendekati Arsen dengan wajah panik dan ketakutan, dia menatap bola mata arsen dengan pandangan berkaca-kaca.
"Dia laki-laki malam itu"
Seolah-olah mengadu Flow bicara jika Jackson Ville adalah laki-laki yang dilumpuhkan oleh arsen malam itu, laki-laki psikopat yang menangkapnya dan mengurungnya selama beberapa waktu.
Yang membuat flow takut untuk pergi ke manapun tanpa ada siapapun di sampingnya.
Seolah-olah mengerti apa yang diucapkan oleh gadis di hadapannya tersebut, Arsen langsung menyentuh wajah flow, berkata semua baik-baik saja dan meminta gadis itu mundur dengan cepat.
Saat Flow mundur beberapa orang disisi kiri dan kanan Jackson Ville tiba-tiba muncul dihadapan Arsen.
"Cihhhh"
Arsen berdecih.
"Kau rupanya seorang penakut"
Ucap laki-laki tersebut cepat sembari menatap tajam bola mata Jackson Ville, pandangan penuh kemarahan terlihat jelas di balik bola mata Arsen.
Jackson Ville mendengar dengan kasar sembari dia menghapus sisa darah yang ada di bibirnya.
"Kau sedang ingin bermain-main denganku huh?"
Laki-laki gila dan psikopat tersebut bicara dengan cepat, warna matanya berubah menjadi merah sembari rahangnya mengerat dengan sempurna, dia menatap ke arah flow kemudian berkata.
Seolah-olah itu adalah sebuah kalimat ancaman untuk Flow berpikir kembali jika ingin pergi jauh darinya, Jackson Ville berusaha memberikan kesempatan untuk flow memilih saat ini.
Mendengar ucapan Jackson Ville, Flow jelas saja menggelengkan kepalanya. Di satu sisi dia tidak akan mau lagi kembali dalam genggaman dan juga cengkraman laki-laki tersebut, namun mendengar ucapan Jackson Ville cukup membuat dia takut jika laki-laki tersebut akan bertindak nekat dan menghabisi Arsen.
Dia tahu laki-laki gila seperti Jackson Ville, bisa menghalalkan banyak cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, tapi dia jelas tidak mau lagi kembali kepada laki-laki tersebut, baginya kembali kepada Jackson Ville sama dengan dia menerjenkan tubuhnya sendiri ke api neraka paling jahanam.
"kau jangan pernah bermimpi"
Arsen menjawab dengan cepat ucapan dari laki-laki di hadapan tersebut.
Klatakkkkk.
Klatakkkkk.
Dua laki-laki di sisi kiri dan kanan Jackson Ville mengacungkan senjata mereka tepat di hadapan Arsen, satu warna laser merah seolah-olah siap mengarah ke depan kepalanya.
Alih-alih takut dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, Arsen terlihat begitu tenang sembari menaikan ujung bibirnya.
Sedangkan flow jelas terkejut setengah mati, saat dia melihat dua pistol di tangan laki-laki anak buah Jackson Ville, seketika ketakutan menghantam dirinya seolah-olah dia berpikir bagaimana jika mereka menarik pelatuknya dan membunuh Arsen saat ini juga.
"no...."
Flow terlihat tercekat, dia menggelengkan kepalanya dengan perasaan panik, dia pikir tidak adakah seorangpun yang ingin datang kemari, melihat keadaan ini dan berteriak memanggil polisi atau bagaimanapun dia tidak tahu, yang jelas dia berharap ada orang yang datang dan mencoba menyelamatkan mereka.
Arsen mana mungkin punya kekuatan untuk menghindar dari Jackson Ville, sedangkan dua senjata jelas-jelas telah mengarah ke arah kepala Arsen saat ini.
Melihat arsen yang sama sekali tidak takut dengan ancaman yang diberikan oleh anak buahnya membuat Jackson Ville seketika terkekeh mengerikan.
"Kau sama sekali tidak takut rupanya?"
Ejek laki-laki tersebut kemudian, lantas dengan penuh kemarahan dia langsung menarik salah satu pistol dari anak buahnya tersebut dengan cepat, tanpa berpikir dua kali dia mendekati arsen dan bersiap untuk menembak keningnya.
Alih-alih takut, Arsen sama sekali tidak bergeming dan bergerak dari posisinya, membiarkan Jackson Villa mengarahkan pistol tepat di depan keningnya.
Flow seketika berteriak bertahan, dia bergeser dengan cepat di belakang punggung Arsen, air mata gadis tersebut seketika mengalir dengan deras, dia pikir habislah sudah saat ini dirinya dan Arsen, Jackson Ville pasti akan menembak kepala Arsen tanpa berpikir dua tiga kali dalam hitungan.
Arsen terlihat sangat tenang sembari membiarkan Jackson Ville terus mengacungkan pistol nya ke arah keningnya kemudian tiba-tiba dia berkata.
"Kau harus berpikir dengan baik saat ingin menarik pelatuk pistolnya, sebab sebelum itu terjadi kau tahu? Mereka akan lebih dulu menghabisi dirimu dan bawahan mu"
Ucap Arsen kemudian dia menaikkan ujung bibirnya.
Ekspresi yang ditampilkan Arsen Sangat tenang dan kalem, namun wajah nya menyiratkan satu kengerian tersendiri.
Jackson Ville seketika mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Arsen, dia seolah-olah berpikir namun selang beberapa detik tiba-tiba saja beberapa orang mengelilingi dirinya dan anak buah nya dan dalam hitungan detik para aparat berpakaian lengkap telah menaikkan senjata mereka b semua kearah Jackson Ville dan anak buahnya.
Hal tersebut jelas membuat laki-laki itu membulat.
"kau Menjebak ku?"
Tanyanya tercekat.