Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Meragukan mereka



Luxury Villa Geneva


Switzerland


Swiss


Bola mata gadis tersebut menatap bangunan villa mewah yang berada di tengah-tengah hutan dimana mereka kini berada.


setelah perjalanan panjang di mana wanita yang bertemu dengannya tadi kini membawa dirinya dan laki-laki yang menolongnya tadi menuju ke salah satu Villa yang tidak dia pahami milik siapa.


gadis itu terlihat sedikit cemas dan khawatir, dia menatap laki-laki yang membantunya tadi tergeletak tidak berdaya bersandar di bahunya tanpa mengeluarkan suaranya di mana wajah laki-laki tersebut terlihat begitu pucat dan darah terus keluar dari bagian perutnya.


wanita yang membawa mereka mencoba menahan darah yang keluar dari perut laki-laki tersebut dengan sebuah kain, kemudian ketika mobil itu berhenti tepat di depan Villa mewah tersebut seketika beberapa orang bergerak dengan cepat membawa sebuah burger dorong dan menunggu mereka turun dari mobil tersebut kemudian dengan gerakan cepat orang-orang itu meletakkan tubuh laki-laki itu ke atas brankas yang ada di hadapan gadis itu.


masih dengan sejuta kekhawatiran di dalam hatinya, dia tetap menatap curiga ke arah wanita dan juga orang-orang yang menyeret laki-laki tersebut dengan branker dorong yang ada di hadapannya.


"Tunggu dulu Bibi ke mana kalian akan membawa dirinya?"


dia jelas saja bertanya pada wanita yang ada di sampingnya itu dengan tatapan panik, kemudian berusaha untuk mengejar langkah laki-laki itu dengan cepat.


"Masuklah kedalam, para dokter akan melakukan penyelamatan pada laki-laki tersebut"


ucap wanita itu cepat ke arah Gadis dihadapan nya itu.


tidak peduli ke mana orang-orang akan membawa laki-laki tersebut gadis itu telah bersumpah sejak awal dia akan mengikuti langkah laki-laki itu sebab dia telah berkata di dalam hatinya siapapun yang bisa membantunya dan mengeluarkannya dari tempat laki-laki psikopat dia akan mengabdikan dirinya pada laki-laki itu hingga akhir.


bisa didengar suara roda dari branker dorong terus memecah keheningan, orang-orang itu bergerak dengan cepat masuk ke dalam villa mewah tersebut dan diikuti oleh gadis itu dengan gerakan terburu-buru, begitu masuk ke dalam villa itu jelas saja bola mata gadis itu membulat dengan sempurna saat dia melihat kemewahan yang ada di dalam sana, tanpa bisa mengagumi karya arsitektur yang sangat luar biasa tersebut gadis itu terus mengejar langka di mana orang-orang membawa laki-laki itu menuju ke sebuah ruangan yang ada di bagian sisi kiri Villa tersebut.


seketika gadis itu membeku saat dia sadar orang-orang itu membawa laki-laki tersebut menuju ke dalam satu ruangan yang telah dilengkapi dengan berbagai peralatan layaknya di rumah sakit besar yang ada di pusat kota.


di dalam sana beberapa dokter telah menunggu kedatangan mereka.


demi apapun gadis itu masih bingung dengan keadaan, namun tidak dipungkiri kecurigaan tetap menghantam dirinya apakah orang-orang itu sebenarnya orang-orang baik atau orang-orang jahat ya sama sekali tidak dia kenal.


"Begini bibi anggaplah aku sedikit bodoh karena mempertanyakan persoalan ini, sejujurnya semua ini membuatku sedikit khawatir dan aku berpikir apakah kalian sebenarnya orang baik atau orang jahat"


Ucap gadis itu dengan cepat.


"bagaimana cara aku meyakinkan diriku sendiri jika aku menyerahkan laki-laki ini dengan orang-orang yang tepat? bagaimana cara bibi meyakinkan aku jika aku tidak salah membiarkan bibi dan orang-orang disini memberikan pertolongan pertama untuk laki-laki ini?"


dia terus bertanya sambil menelisik bola mata wanita yang ada di hadapannya tersebut.


"mempercayai sembarangan orang akan beresiko pada kematian bagi laki-laki ini bahkan tidak dipungkiri siapa tahu kalian akan membedah kepalanya dan isi otaknya serta melakukan apapun di luar apa yang aku pikirkan"


dan kini pemikiran-pemikiran aneh juga menghantam gadis itu, dia benar-benar ragu untuk membiarkan orang-orang itu menyelamatkan laki-laki tersebut, gadis itu pikir bagaimana jika orang-orang itu berbohong bisa jadi membunuhnya atau mendokrin otak laki-laki yang ada di atas kasur branker tersebut dimana saat ini laki-laki itu perlahan dipindahkan ke sebuah kasur yang berbeda di mana kasur tersebut akan dijadikan meja operasi untuk laki-laki tersebut.