
"Aku tidak tahu uncle kakaknya Mina"
ucap lea cepat kearah luck sambil menggunakan helm sepeda nya.
Gadis itu baru saja ingin mengeluarkan sepeda nya untuk pergi ke kampus, tapi buru-buru luck menyambar sepeda yang ada ditangan Lea lantas mengembalikan ke tempat asalnya.
"Ehh?"
Lea Tampak bingung, gadis itu membulatkan bola matanya.
"Kamu tidak bertanya bagaimana aku bisa menjawab nya"
Ucap luck sambil membuka secara perlahan helm sepeda yang ada di kepala Lea.
Aihhh.
Jelas Lea kaget saat luck berdiri dihadapan nya, menarik tubuhnya lantas membuka helm nya secara perlahan.
"Aku mau kekampus"
Ucap Lea pelan, memberi instruksi pada luck jika dia harus kekampus Sekarang menggunakan sepeda itu.
"Aku akan mengantarmu hingga ke kampus"
"Ya?"
Seketika Lea menganga.
Hahhh jangan katakan setelah aku perkosa dua jadi lembut tiba-tiba??? dia benar-benar minta pertanggungjawaban penuh pada ku.
Batin Lea sambil mengedip-ngedipkan bola matanya.
"Kita harus terlihat romantis didepan Mereka"
Ucap luck tiba-tiba.
"Ah?"
Seketika Lea menoleh ke arah dalam.
Tampak grandma, Mommy dan daddy luck mencuri-curi pandang kearah mereka.
Oh hahaha fikiran ku sudah jauh sekali, rupanya berpura-pura romantis demi terlihat Harmonis.
Lea terkekeh dalam hati.
Itu bagus, berarti aku tidak harus bersusah payah untuk bertanggung jawab bukan? ahhh Lea kamu benar-benar beruntung sekali.
"Naiklah"
Ucap luck cepat.
Sejenak Lea diam disana, otak usilnya kembali berfikir.
"Ada apa?"
Luck mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi Lea yang tiba-tiba membeku.
"Honey bukankah tugas suami membukakan pintu untuk sang istri???"
Tanya Lea sambil menaik turun kan kedua alisnya.
Mendengar ucapan Lea seketika luck terkekeh pelan namun memasang ekspresi tidak bersahabat.
"Bukankah tadi sudah aku katakan sayang? bersikap manis lah karena kamu begitu imut saat bersikap manis"
Rutuk luck saat sadar gadis itu lagi-lagi mencoba untuk mengerjai dirinya.
Lea tampak cengar-cengir kuda, kakinya siap melangkah kedepan sambil dia melirik ke arah pintu mobil luck.
Aihhhhh.
Luck mengeluh kesal, secepat kilat dia mencoba membuka pintu mobilnya, membiarkan gadis itu masuk kedalam sana lantas menutup cepat pintu mobilnya.
Kemudian luck melesat masuk ke kursi kemudi, mulai melakukan mobil nya menjauh dari mansion miliknya.
Tiba-tiba saja luck menghentikan mobilnya saat ditengah perjalanan.
Lea menoleh kearah luck.
"Kamu bisa turun sekarang dan mencari mobil lain untuk kekampus"
Ucap luck tiba-tiba.
"Ckckckck sudah aku duga, baik nya hanya pura-pura"
Lea berkata sambil melepaskan sabuk pengaman nya.
Saat dia baru akan turun dari mobil tiba-tiba bola mata Lea tertuju pada satu sosok laki-laki yang tengah mengendarai motor besarnya menuju kearah diri nya.
"Selimmmmm"
Gadis itu melonjak kegirangan, melompat-lompat cepat di jalanan, memastikan sang teman baik mendengar kan teriakannya.
Saat melihat ekspresi Lea yang begitu kegirangan seketika luck membulat kan bola matanya.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Ahhh dewa penyelamat ku"
Lea menoleh ke arah luck lantas menjulurkan lidahnya sambil mengerutkan hidung nya.
what? dewa penyelamat?
"Dia teman baik ku uncle, ngomong-ngomong Uncle jangan katakan kita menikah"
Ucap Lea tiba-tiba lantas mencoba membuka cincin pernikahan nya.
"Dia belum tahu soal semua nya, dia akan membenci ku jika tahu aku sudah menikah"
Lanjut Lea lagi.
Mendengar ucapan Lea seketika rahang luck mengeras.
"Apa dia kekasih mu?"
Luck jelas bertanya dengan nada yang sedikit meninggi, bola matanya terus menatap tangan Lea yang telah melepaskan cincin pernikahan mereka.
"Tentu saja bukan"
Jawab Lea cepat.
Selim tiba-tiba langsung menghentikan motornya tepat dihadapan Lea, gadis itu ingin berbalik tapi tiba-tiba luck berkata dengan penuh kemarahan.
"Masuk ke mobil sekarang"
Laki-laki itu secepat kilat turun dari mobilnya lantas mendekati Lea kemudian menarik pinggang Lea dengan gerakan kasar.
"Uncle?"
Selim Tampak terkejut saat tahu siapa laki-laki didalam mobil itu.
"Uncle"
Selim menyapa dengan senyuman manisnya.
Alih-alih peduli dengan Selim, luck kembali mengulangi kata-kata nya.
"Masuk kedalam mobil sekarang juga"
"Uncle"
Lea tampak bingung dengan ekspresi luck yang tiba-tiba berubah.
"Sekarang"
Ulang luck kembali.
Lea tampak menelan Saliva nya.
Ekspresi macam apa itu? kenapa tiba-tiba marah tanpa alasan?