
Demi apapun jangan ditanya bagaimana perasaan nya saat ini, ditengah keputusasaan yang tidak dia pahami, tiba-tiba ada dewa penyelamat yang datang membawa harapan untuk dirinya.
Dia pikir dia sangat berterima kasih pada laki-laki itu yang telah menyelamatkan dirinya, tapi saat melihat kondisi laki-laki itu dan keadaan mereka saat ini seolah-olah penyelamatan yang dilakukan oleh laki-laki tersebut terlihat sia-sia.
Bagaimana jika mereka tertangkap kembali? bagaimana jika laki-laki yang menyelamatkan nya tumbang dan entahlah berbagai macam pemikiran berkacamuk menjadi satu.
Gadis itu dengan cepat melewati pintu di samping mereka tersebut, dia masuk ke dalam sana tanpa berpikir dua tiga kali kemudian dengan cepat menutupnya.
detik berikutnya dia menyeret langkah laki-laki itu untuk maju ke arah depan meskipun dia tidak tahu kemana sebenarnya langkah yang akan mereka lewati di mana itu merupakan sebuah tempat yang begitu gelap dan sempit yang tidak dia pahami apa.
beberapa kali gadis tersebut mencoba untuk memapah laki-laki itu dengan sekuat tenaganya, dia pikir dia bisa saja pergi dari sana dengan cepat ketika dia menyadari dirinya telah selamat, tapi bukankah dia berpikir keselamatan yang didapatkan oleh nya berkat laki-laki tersebut?!.
Jelas sungguh picik dan sangat menjijikan sekali jika dia memiliki kelakuan seperti itu, dengan tega meninggalkan orang yang mencoba menyelamatkan.
meskipun sebenarnya dia cukup memiliki banyak pertanyaan di atas kepalanya soal laki-laki tersebut di mana bisa dia lihat laki-laki itu sekarat di dalam keadaannya, laki-laki itu terluka parah, dan dia pikir laki-laki itu mungkin melewati masa sulitnya juga, dan yang dia lihat orang tersebut jelas dalam keadaan luka parah dan nyaris kehilangan nyawa nya namun bagaimana bisa dia pikir laki-laki itu masih sempat untuk mencoba menyelamatkan dirinya?!.
oleh karena itu dia pikir jika mereka bisa keluar dari tempat tersebut dia akan membalas Budi pada laki-laki itu dan tidak akan pernah meninggalkannya.
Gadis tersebut terus menyeret langkah membawa laki-laki itu mencari titik cahaya yang mungkin bisa dia dapatkan di depan sana, entah bagaimana caranya seolah-olah dia memiliki kekuatan penuh untuk berlarian keluar dari sana hingga akhirnya dia melihat ada satu harapan di depan sana untuk mereka keluar dari neraka jahanam yang mengurung dirinya selama beberapa waktu ini.
Brakkkkkkk.
laki-laki tersebut tersungkur begitu saja dan tidak sadarkan diri.
"No... please... paman sadarlah, kita akan tiba sedikit lagi, aku mohon dapatkan kembali kesadaran mu paman"
seketika gadis itu panik, dia mencoba menahan suaranya agar tidak di dengar oleh siapapun sembari gadis itu mencoba menyadarkan laki-laki tersebut.
dia tahu ini sangat mustahil pada akhirnya gadis itu mencoba menggendong tubuh laki-laki itu dengan bersusah payah.
"Please paman... ini adalah kesempatan kita untuk bertahan hidup bersama"
gadis itu bicara dengan nafas tersengal-sengal, mencoba menggendong laki-laki itu di belakangnya, dengan bersusah payah dia mendapatkan titik di ujung sana yang merupakan jalan keluar untuk mereka.
hingga akhirnya saat gadis itu menyeret langka hal tidak terduga terjadi, bola matanya seketika terbelalak kaget saat dia menyadari di mana mereka kini.