Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Masih menegang "Menukar tampilan"



Begitu mobil yang di naiki Bern melesat maju mendekati mobil yang ada dihadapan nya, secepat kilat Bern mulai memperhatikan jarak tembak nya dengan baik.


"Bergerak dengan kencang"


Ucap laki-laki itu cepat.


Lantas dalam Hitungan detik laki-laki itu menembakkan 2 mobil dihadapan nya itu tanpa basa-basi.


Drrrttttttt


Drrrttttttt


Drrrttttttt


Ciittttttttt


Brakkkkk


Terdengar suara mobil mengerem dan menabrak tanpa ampun di depan nya, terpelanting dan menghantam tiang listrik.


Tanpa jeda Bern kembali menyerang satu mobil yang ada di hadapannya itu.


Drrrttttttt


Drrrttttttt


Brakkkkk


duarrrrrrr


Sebuah ledakan dahsyat terdengar memenuhi gelapnya langit malam.



"Oh shi.t polisi mengejar kita"


Terdengar suara Farhan dari arah headset bluetooth Bern.


Laki-laki itu tampak menaikkan ujung bibirnya.


"Mari bermain petak umpet, brother"


Ucap Bern lantas Tanpa aba-aba sang sopir menginjak pedal gas mereka dengan gerakan kencang.


"Cari posisi paling elit untuk berubah menjadi yang terindah"


Ucap luck dari seberang sana.


Seketika aksi kejar-kejaran dengan pihak berwajib terjadi, mereka mengejar langkah mempercepat keadaan agar bisa mendapatkan Alestor, sedangkan para pihak kepolisian sibuk mengejar mereka untuk menangkap dan meringkuk mereka.



Aksi kejar-kejaran terasa begitu menggila di sepanjang jalanan kota Manhattan.


Para polisi tampak saling memberikan informasi dan berusaha untuk mengepung mereka dari berbagai penjuru arah.


"Oh god, bisakah kalian menyingkir mereka? aku tiba-tiba tidak bisa bergerak"


Ucap Eden tiba-tiba, laki-laki itu baru bergabung tapi sudah hampir dibuat gila oleh para polisi.


"Aku fikir akan menukar kendaraan, tolong berikan aku tumpangan setelah ini"


Ucap Eden lantas mulai menelisik jalanan.


"Aku akan memberikan tumpangan"


Ucap Winda tiba-tiba.


"Wow.... sang malaikat pencabut nyawa telah merapat mendekati kita"


Luck bicara sambil terkekeh diikuti Winda.


"Jangan bilang ada cinta lama di peperangan kali ini"


Ucap farhan sambil menaikkan ujung alisnya.


"Oh come itu masa lalu, aku sudah tidak tertarik lagi dengan nya"


Oceh Winda sambil membulat kan bola matanya.


"So?"


"Dia sedang jatuh cinta dengan laki-laki misterius yang selalu memperlakukan dirinya dengan penuh cinta"


Jawab Luck cepat.


"Apa? wait...kau tahu Sesuatu?"


Seketika Winda langsung bertanya penuh penekanan.


Luck Tampak terkekeh.


"What?"


"Kau harus berusaha dengan extra untuk tahu siapa Mr. X mu"


"Oh shi.t"


Umpat Winda kesal.


"Whatever, kau harus memberikan aku tumpangan dikala diri ku terjepit"


Ucap Eden cepat.


"Dengan senang hati"


Jawab Winda cepat lantas melajukan mobilnya di rumah kecepatan penuh.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Eden menghentikan mobil hya dengan cekatan, dia langsung meraih sebuah motor yang ada di jalanan yang entah milik siapa, memaksanya naik dengan cara menodongkan senjata.


"Bang.sat"


Sang pemilik motor berteriak memaki.


Seketika tanpa peduli makian laki-laki itu Eden melesat cepat menggunakan motor tersebut.


Kecepatan ekstra yang di gunakan Eden untuk mengejar mobil para bawahan Alestor tanpa basa-basi, dia tahu yang lain harus mengecoh polisi, dan dia jelas tidak punya waktu untuk ikut bermain-main bersama polisi.


2 mobil didepan Eden langsung menembak Eden dengan tembakan beruntun, laki-laki itu terus melajukan motornya sambil terus bermain kekiri dan kekanan mobil tersebut menghindari tembakan.


Eden langsung mempercepat tarikan gas nya dan....


Brrnnnnnñnnnnnn


Brrnnnnnñnnnnnn


Sepersekian detik kemudian ketika motor Eden masuk di tengah-tengah antara mobil tersebut, tanpa aba-aba tiba-tiba eden menarik Sesuatu dari kaki sisi kiri dan kanan nya, kemudian tahu-tahu eden menghantam mobil itu dengan 2 benda dari tangan nya lantas menarik nya secara bersamaan tanpa jeda.



...(Hanya visual)...


...Bayangkan ini adalah Eden Mak💋❤️🥰😜...


Braakkkkkkk


2 benda utu menghantam kaca kiri dan kanan mobil tanpa ampun


Kitttttttttt


Ciittttttttt


Braakkkkk


Duarrrrrrr


Hantaman besar terdengar ricuh dibelakang nya, eden sempat menoleh sejenak kemudian kembali melajukan motor yang dia kendarai mendekati mobil Alestor dengan kecepatan penuh.


********


Bern terus membiarkan sang bawahan mengendarai mobil nya sembari laki-laki itu mencoba memperhatikan jalanan depan.


"Belok ke kanan, menembus jalanan sempit kemudian masuk kembali ke pusat kota"


Ucap Bern cepat.


Sang sopir yang diberikan instruksi mengangguk, dalam Hitungan detik langsung melesat dengan gesit ke arah kanan.


Ciiitttttttt


drrrttttttt


brmmmmmm


Beberapa mobil polisi terus berusaha mengejar langkah.


"Sekarang"


Ucap Bern cepat lantas laki-laki itu memencet tombol yang ada di hadapannya


tiba-tiba flat nomor mobil fi depan dan belakang berubah angka, lantas tahu-tahu mobil mereka mulai berubah warna.



*******


"Sekarang"


Luck dan Farhan juga ikut bicara dari balik headset bluetooth nya, mereka melesat menyelinap di Antara dinding bangunan tua dengan kecepatan penuh dan memastikan flat mobil mereka ikut berubah seiring dengan warna mobil mereka yang ikut berubah.