Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Memaksa nya tanpa perasaan



Brenda tampak marah besar saat Liliana sama sekali tidak Mau mendengarkan dirinya, dia jelas telah mengatur baik-baik pernikahan Liliana, setelah gagal mendapatkan Luck dia ingin perempuan itu menuruti rencana nya untuk menikah dengan laki-laki Pilihannya, Liliana harus menikahi penerus Azzura company ke 2 hingga dia tidak harus bersusah payah merangkak menjadi orang kaya.


Dengan cara yang begitu kasar wanita itu menyeret Liliana untuk masuk ke rumah kediaman tua keluarga Azzura, dia kali ini benar-benar sudah tidak memiliki lagi sifat toleransi.


"Mom...mom..."


Liliana meringis kesakitan saat tubuhnya diseret dengan paksa oleh Mommy nya, bahkan ketika sampai didalam kamar nya wanita itu menarik kasar rambutnya hingga kepalanya mendongak ke atas.


"Mom... sakit"


Air mata Liliana tumpah, dia berusaha menahan kepalanya, dia tidak berani bersuara dengan kencang, sebab takut sang Mommy akan bertindak lebih mengerikan seperti selama ini wanita itu memperlakukan dirinya.


"Aku bilang kau menikah dengan putra Nayla dan Alan Azzura, kami sudah mengatur pernikahan nya dalam waktu dekat ini"


wanita itu bicara sambil melepaskan genggaman nya dari rambut Liliana, dia mencengkeram wajah perempuan itu dengan begitu kasar.


"Aku tidak mencintai nya Mommy"


Liliana jelas tidak mau, dia tidak mencintai laki-laki itu bagaimana mungkin dia menikahi laki-laki yang tidak dia inginkan.


"Aku akan menuruti semua kata-kata mommy, aku akan melakukan apapun sesuai yang mommy katakan, tapi aku mohon aku tidak ingin menikah dengan laki-laki itu"


Liliana menyatukan kedua telapak tangan nya, dia menggesek-gesek kan telapak tangan nya sambil terus memohon pada Mommy nya.


"Bahkan aku rela menggoda keluarga keluarga de Lucas asalkan aku tidak menikah dengan orang yang tidak aku cintai"


Bola mata Brenda membulat sempurna, dia menatap tajam bola mata liliana.


"Kau tahu betapa aku bersabar menghadapi kamu huh? kamu gagal mendapatkan Luck karena laki-laki lain, tapi kamu tidak bilang jika laki-laki itu juga penerus Stephard, kamu mengacaukan semua nya hingga membuat aku kehilangan muka"


"Aku juga tidak tahu jika Farhan putra tertua stephard Mommy"


Setelah berkata begitu Brenda melepas kan cengkraman tangan nya dari wajah Liliana, dia menyeret Liliana Menuju kearah kasur dan menjatuhkan tubuh perempuan itu kesana.


"Istirahat dengan cukup, perbaikan semuanya dalam 2 hari, kita akan bertemu dengan putra Nyonya Nayla di akhir Minggu ini"


Setelah berkata begitu, Brenda langsung melesat pergi meninggalkan Liliana.


"Mommy, mommy"


Liliana berusaha mengejar langkah brenda, tapi terlambat wanita itu telah lebih dulu keluar dari kamar itu, membanting pintu dengan gerakan kasar tanpa perasaan.


Brakkkk


"Mommy... Mommy..."


Duggggg


Duggggg


Liliana berusaha memukul-mukul pintu itu dengan kencang, dia tidak bisa melakukan ini lagi, dia tidak mau lagi bermain hati, semua orang sudah melihat nya dari sisi yang sangat mengerikan, seolah-olah dia bukan perempuan baik-baik bagi semua orang.


Dia tidak bisa menerima perjodohan dengan keluarga Azzura, laki-laki itu jelas sudah dia Anggap seperti kakak nya sendiri, bagaimana mungkin dia bisa merangkak naik ke atas kasur laki-laki yang sama sekali tidak dia cintai.


Tapi dia juga tidak mungkin mengecewakan Mommy nya, satu-satunya yang dia miliki di dunia ini hanya Brenda, meskipun wanita itu tidak pernah benar-benar memperlakukan dia dengan baik seperti kebanyakan Mommy-Mommy sahabat nya, tapi dia yakin brenda menyayangi nya, dia fikir mungkin karena Brenda tidak pandai mengekspresikan perasaan ke ibu'an nya, makanya wanita itu selalu bersikap kasar padanya.


"Mommy... Mommy...maafkan aku... Mommy buka pintu nya"


Tangisan perempuan itu terus pecah dari dalam sana, dia terus berusaha memukul pintu itu, berharap sang Mommy kembali kedalam dan mengubah segala keputusan nya.