Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Nama yang tidak asing



Kamar utama Arsen


beberapa waktu ketika mommy dan daddy nya pergi.


Laki-laki tersebut masih membaringkan tubuhnya di atas kasur mendominasi berwarna putih, rasa sakit di perut nya masih menerjang dirinya meskipun dokter berkata baik-baik saja tapi dia jelas belum diizinkan untuk pergi bergerak sendiri.


Arsen terlihat menarik pelan nafasnya, dia kemudian meraih sesuatu dari lehernya, sebuah kalung yang berukirkan nama seseorang di sana.


Lea?!.


dia menatap nama tersebut untuk waktu yang cukup lama, demi apapun dia tidak mengenal nama itu bahkan tidak pernah bertemu dengan sosok itu.


Lea.


berulang kali dia mencoba menyebut nama itu terasa sangat tidak asing di hati nya dan menimbulkan satu kerinduan mendalam di dalam dirinya.


Siapa?!.


dia sama sekali tidak bisa menjabarkan bagaimana perasaan nya saat ini, barisan nama tersebut terasa mengganggu dirinya dimulai di mana sejak dia mulai bangun dari tidurnya nama itu menghantui dan hilir mudik ke atas kepala nya.


Sebenarnya siapa dan apa hubungannya pada nama tersebut.


"Memikirkan sesuatu?"


Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya, Arsen langsung menoleh kearah sisi kanan nya.


Seorang perempuan muda berusia lebih tua dari arsen tampak berjalan mendekati laki-laki tersebut.


"Hmmm sedang berusaha memikirkan sesuatu yang cukup mengganggu"


Arsen menjawab Sembari dia menatap perempuan tersebut, membiarkan perempuan tersebut duduk disamping kanan nya dan meletakkan sebuah paper bag di atas nakas kecil disamping mereka.


"Pulihkan dulu keadaanmu dan jangan pikirkan soal apapun yang bisa mengganggu kesehatan mu hmmm"


Perempuan tersebut kembali bicara, mengembangkan senyuman terbaiknya kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari dalam paper bag tersebut, beberapa rantang makanan berisi makanan.


"Ini adalah makanan favorit mu"


beberapa makanan menggugah selera dikeluarkan oleh perempuan itu dari dalam rantang makanan, dia membuka nya tepat dihadapan Arsen.


Ucap Laki-laki tersebut sambil tertawa kecil.


"Saat ini seperti nya akan berlaku, mereka bilang belum boleh menyuruh kamu memakan makanan seperti ini pasca operasi"


Perempuan itu ikut terkekeh kecil, dia mulai mengambil sebuah sendok kemudian berusaha untuk menyuapi Arsen secara perlahan.


"Aku membayangkan daddy dan mommy berteriak memarahi kita"


Kekeh Arsen lagi, dia membuka mulutnya dan membiarkan Perempuan itu menyuapinya dengan penuh kasih sayang.


Mereka seolah-olah bernostalgia bersama, mencoba mengingat satu memori masa lalu bersama, melewati kebersamaan berdua dan menghabiskan waktu seperti ini persis dimasa lalu.


Entah berapa lama waktu berlalu, yang jelas laki-laki tersebut menikmati suapan demi suapan yang di berikan kepada dirinya dari Perempuan tersebut sembari sesekali terdengar obrolan di antara mereka berdua diiringi canda tawa.


"Aku akan datang lagi besok, setelah Leux kembali dari perusahaan"


Ucap nya sembari memberikan air minum kepada Arsen.


Arsen menerima minuman air putih didalam gelas kaca tersebut, dia menghabiskan minuman itu secara perlahan.


"Aku pulang sekarang"


Setelah berkata begitu, perempuan tersebut mencium puncak kepala Arsen.


"Kak"


Arsen bicara pelan.


"Hmmm?"


"Terimakasih banyak karena masih terus memperhatikan ku"


Kemudian seulas senyuman mengembang dari balik bibir laki-laki tersebut dibalas oleh Perempuan itu.


"Ishhhh seorang kakak wajib memperhatikan adik nya sendiri, istirahat kembali dan cepat lah kembali ke perusahaan, kakak ipar mu cukup gelagapan mengurus semuanya sendiri"


Kata nya Sembari mengelus lembut wajah Arsen untuk beberapa waktu.