Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Dalam persiapan "Membuka tabir kenyataan"



Kapal pesiar Royal Carribean


Inggris-Manhattan


22.15 PM malam


Deck kapal pesiar sisi kanan ujung.


Abigail Tampak meneropong dari sudut mereka menuju ke arah ujung sana, dimana fis melihat 2 sosok manusia Tengah melewati sesi dansa sambil bercanda bersama.


"Dia tertarik pada Mina"


Ucap Abigail pada deliyah, dia menurunkan teropong nya lantas menoleh ke arah sang kekasih.


"Bukankah itu luar biasa? kita sedang pusing memikirkan siapa yang bisa di jadikan umpan, rupanya laki-laki itu tertarik dengan adik Farhan"


Jawab deliyah cepat.


"Kita bisa membuat laki-laki itu tertahan karena Mina, sementara Itu kita bisa mengirim informasi ke Manhattan dengan Bern dan Murat"


Ucap Abigail ke arah deliyah.


"Aku fikir Mereka sudah mulai Bergerak untuk mendekati sasaran"


Ucap deliyah tiba-tiba.


"Ya?"


"Mereka akan melakukan penyerangan dalam waktu dekat"


Lanjut deliyah lagi.


"Apa?"


Abigail jelas terkejut, dia langsung membuka laptop miliknya, mencoba untuk mendapatkan informasi lebih dari Manhattan.


"Mereka benar-benar sudah mulai bergerak"


Ucap Abigail cepat.


"Bukankah ini terlalu tergesa-gesa? siapa saja yang sudah berada di Manhattan?"


Deliyah ikut bingung.


"Aku fikir semua keluarga Al Jaber sudah berada di Manhattan"


"Lalu pesta pernikahan Bern dan Belle?"


Tanya deliyah sambil menaikkan ujung alisnya.


"Mereka pasti menyerahkan semuanya ke keluarga Al Fattah dan Abimayu"


Ucap Abigail sedikit tertahan.


*******


Mansion Utama Luck Stephard


Manhattan


Luck mulai membentang sebuah peta di atas meja, layar proyektor dan beberapa laptop tampak menyala dimana-mana.


Murat, Bahrat, aland, Bern, Farhan dan luck terlihat sibuk berdiskusi soal penyerangan yang akan mereka lakukan.


Winda baru saja tiba bersama tim Demon Angel, dia langsung mengeluarkan sebuah map dan amplop berwarna coklat, Eve tampak mulai menyalakan laptop Milik nya bersamaan dengan Hera.


"Aku Fikir bukan masalah bekerja sama dengan masa lalu?"


Bern bertanya ke arah Winda lantas melirik ke arah Luck.


Winda Tampak terkekeh.


"Aku fikir kisah kami hanya di masa lalu, begitu bukan Luck?"


Winda bicara sambil menoleh ke arah Luck.


"Semua orang punya masa lalu, tanpa terkecuali kami"


Jawab luck cepat.


"Dan Seperti perjanjian awal sayang, kami menginginkan berlian nya juga lukisan Leonardo da Vinci Salvator Mundi"


Ucap Winda cepat.


Bern tampak terkekeh.


"Aku tahu, kalian ikut karena menginginkan sesuatu yang berharga"


Winda Tampak mengulas senyuman.


Ucap eve sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Oke kita akan memperjelas status nya"


Hera bicara cepat, menampilkan gambar seorang laki-laki Paruh baya di layar proyektor.


"Ini adalah tuan Alestor, dia merupakan anak dari istri muda putra bungsu keluarga Hurairah company, tidak di akui karena Alestor memang tumbuh tidak baik persis seperti Mommy nya, mendekati putra sulung penerus generasi ke dua keluarga Hurairah company demi mendapatkan harta nya"


Ucap Hera sambil mulai menggeser foto di layar proyektor nya.


"Ini adalah Daddy kandung Ramira, adik kandung tuan Abraham, dan Abraham adalah Ayah tuan Ibra de Lucas yaitu tuan Ibrahim dimana dia adalah penerus Hurairah group yang sah setelah Daddy tuan Ibra meninggal dan tersandung kasus dengan Allzigra hillatop dimasa lalu karena terlibat dalam kematian Aish adik bungsu Allzigra hillatop"


Lanjut Hera.


"What? Ramira dan Liliana putri penerus Hurairah group? oh shi..t"


Seketika Aland mengumpat.


"Bisa kau bayangkan berapa pundi kekayaan mereka?"


Bahrat bertanya pada Aland.


"Tidak terhitung Nol di belakang nya, kau pasti bercanda"


Ucap aland dengan pandangan tidak percaya.


Hera mengangguk cepat.


"Aku bisa membayangkan angka nya di mulai dari lukisan yang mereka miliki saat ini"


Sela Eve cepat.


"Ok aku bisa gila menghitung harta kekayaan mereka"


Lanjut Aland dengan ekspresi takjub.


"Ok kita lanjutkan"


Hera kembali bicara.


"Begitu tuan Ibrahim mewarisi Hurairah group setelah kematian Daddy tuan Ibra de Lucas, Alestor membuat rencana memusnahkan Ibrahim dan berniat menggantikan posisi nya dalam seumur hidup nya, dan untuk melancarkan rencana nya dia butuh 1 orang untuk bisa naik ke atas ranjang tuan Ibrahim"


Hera menggeser sebuah foto di layar proyektor, tampak foto Brenda yang masih remaja terpampang disana.


"Pilihan nya jatuh pada brenda"


"Oh shi.t"


Murat mengumpat.


"Aku paham kemana alur rencana laki-laki itu dimasa lalu"


Ucap Murat.


"Memusnahkan Ibrahim, dia menggantikan identitas dirinya, melakukan operasi plastik dan mengganti jati dirinya menjadi Ibrahim"


"Namun sayangnya rencana yang di buat hanya membuat Ibrahim menghilang hingga mengalami lupa ingatan, bertemu dengan Mommy Ramira lantas menikah, begitu dia menemukan posisi Ibrahim dia takut laki-laki itu kembali dan menghancurkan penyamaran nya"


"Dia terpaksa memanfaatkan Brenda yang tergila-gila pada Ibrahim, membuat Brenda cemburu, marah dan benci, Brenda memanfaatkan Karl untuk memisahkan Mommy Ramira dan Ibrahim, Karl memperkosa Mommy Ramira hingga berakhir pada laporan ke kantor polisi"


"Ketika pihak kepolisian menanyakan identitas Ibrahim, Alestor kelabakan, saat polisi semakin mengorek habis informasi soal siapa Ibrahim maka itu menjadi ancaman dahsyat untuk dirinya, satu-satunya jalan membunuh kedua orang tua Ramira termasuk putri nya"


"Sayang nya Alestor tidak sadar jika Ibrahim memiliki dua orang putri, dia hanya tahu Ibrahim memiliki seorang putri yaitu Liliana, dan malangnya dalam tragedi kecelakaan Liliana selamat"


"Alestor ingin memusnahkan nya, tapi Brenda mengambil nya atas dasar sakit hati karena cinta tak terbalas, memanfaatkan Liliana dan menyiksanya untuk waktu yang begitu lama"


Ucap Murat sambil menatap semua orang satu per satu.


"Dan semua tebakan mu benar"


Ucap Winda dan Hera Secara bersamaan.


"Ini gila"


Ucap Bern dan Farhan secara bersamaan.


********


Catatan \=


Kisah Ibra de Lucas di novel Different love


di akun outhor satu nya.


De Lucas dari pihak Mommy Ibra


Humairah Group dari pihak Daddy Ibra.