Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Tidak mencuri hati



Ramira tampak sedikit kebingungan ketika semua mobil dibelakang nya Tampak begitu kesal melihat mobil mereka diparkir di sembarang arah, dengan cepat perempuan itu masuk ke arah kemudi lantas langsung mencoba menepikan mobil Farhan.


Seketika air mata Ramira tumpah, dia menangis terisak untuk waktu yang cukup lama didalam mobil itu, jika ada yang bertanya bagaimana perasaan nya saat ini.


HANCUR.


pastinya.


Dia tidak bisa membalikkan keadaan kembali seperti semula, janjinya pada Valentine jelas tidak bisa dia buang.


Dan siapa orang yang dia sukai sebenarnya?


Seperti sebuah pengkhianatan, seiring berjalannya waktu dia jatuh cinta pada Eden, tapi pesan yang valentine katakan pada nya di akhir jelang Kematian nya membuat Ramira sadar, dia tidak akan pernah mungkin bisa bersama laki-laki itu.


"Gantikan aku untuk menjaganya, tapi bersumpah lah tidak akan mencuri diri nya dari diri ku hmmm"


"Kak Farhan begitu mencintai kamu, jangan lukai perasaan nya seperti kita yang tidak saling melukai antara satu dengan yang lainnya"


"Saat kita bertemu di surga nanti, aku akan menunggu mu dengan semua janji-janji mu"


Dan dia benar-benar mengkhianati valentine, dia benar-benar jatuh cinta pada laki-laki itu, dan kesalahan terbesar nya malam itu dia menyerahkan apa yang seharusnya dia jaga selama ini pada Eden dan Ramira jelas tidak bisa mengulang lagi keadaan.


Bukankah cinta itu aneh? dia bisa datang dan pergi dengan sesuka hati nya? tidak mengenal waktu dan tempat, bisa membunuh siapapun dalam permainan nya.


"Kau pernah mencintai Farhan?"


Edo pernah menanyakan hal itu pada nya.


"Kami hanya terbiasa bersama, dia menjaga ku dengan baik, memperlakukan aku sebagai seorang perempuan, tidak menyentuh ku bahkan begitu melindungi aku."


"Jadi apa aku pantas mencintai dia?"


"Aku bukan wanita baik dan tepat untuk diri nya, dia pantas mendapatkan gadis baik-baik yang jelas nya bukan diri ku, Edo."


"Tapi dia menerima mu apa ada nya"


Edo terus bersikeras mengatakan soal itu pada nya.


"Tapi aku bukan orang yang suci dan aku mencintai orang lain"


"Eden?


Seketika tangis Ramira pecah.


"Oh sayang"


Edo hanya bisa menarik tubuh gadis ringkih itu masuk kedalam dekapannya.


"Setelah semuanya berakhir, mungkin aku akan pergi dari kehidupan semua orang, agar tidak ada satupun yang merasa terluka di antara kami"


Ramira masih terus menangis terisak didalam mobil Farhan, secara perlahan dia meraih tisyu di dalam tas nya, mencob menghapus perlahan Nair matanya ketika sebuah panggilan dari handphone nya terus berdering sejak tadi tanpa henti.


Sebaris nama muncul di layar handphone nya.


Uncle Bastian.


Ramira mencoba menarik pelan nafasnya, menetralisir suaranya agar tidak kentara karena habis menangis.


"Yes Uncle?"


Ramira bicara aamb berusaha melebarkan senyumannya.


"ya?"


Ramira tampak menggigit bibir bawahnya.


"Bisakah kita menunda pernikahan nya? aku fikir aku dan murat belum sepenuhnya siap, maksud ku menundanya hingga akhir Tahun ini"


Ucap Ramira cepat.


"Itu tidak akan mempengaruhi kondisi saham perusahaan, buat saja skandal nya seolah-olah aku selingkuh dan terlihat keluar dari hotel dengan laki-laki di luaran sana"


Lanjut Ramira sambil memejamkan bola matanya.


"Dengan begitu saham keluarga Al Jaber akan terus naik selama satu Minggu penuh"


Ramira kembali diam, menunggu kata-kata meluncur dibalik handphone nya.


"No uncle, Jangan libatkan Eden disini, aku akan menghindari dia dalam beberapa bulan kedepan"


"Aku tidak akan menyesalinya"


Dia menarik pelan nafasnya.


"Aku belum bisa melakukan pernikahan nya, maafkan aku"