Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mencetak Luck Junior



Luck tampak sibuk dengan tumpukan berkas penyelidikan yang ada di hadapannya, dengan menggunakan kacamata sambil tangan nya terus sibuk memeriksa berkas-berkas dihadapan nya menambah kesan berapa berwibawa nya laki-laki itu ketika tengah bekerja.


Dia fikir dia harus membuka kasus perihal kematian Daddy dan Mommy Ramira serta menghilang nya putri bungsu pasangan itu, kemudian menuntut Brenda soal kasus pemalsuan identitas Lea menggunakan Liliana sebagai penerus keluarga Karl Al Jaber hingga menarik dan mencuri saham serta beberapa properti yang seharusnya menjadi milik Lea malah di manipulasi menjadi milik Brenda menggunakan nama liliana.


Dia tahu kasus ini akan menjadi pelik dan bakal menyakiti Liliana, Ramira juga Lea tapi bagi luck 3 perempuan itu jelas butuh keadilan, Brenda harus segera mendapatkan ganjaran nya.


Dikala fikiran nya berkecamuk menjadi satu tiba-tiba sang istri terlihat baru keluar dari dalam kamar mandi, masih menggunakan handuk mandi sambil berlarian ke arah walk in closed mencoba mencari pakaian nya disana.


Lea sejenak menaikkan ujung alisnya saat dia mendapat kan sebuah kotak indah yang isi nya entah apa


"Uncle"


Ucap Lea cepat sambil menoleh ke arah Luck.


"Hmmm?"


Alih-alih menoleh, laki-laki itu terus sibuk dengan berkas-berkas nya sambil menyahut panggilan Lea dengan ber hmmm ria.


"Ini punya siapa?"


Tanya Lea Sambil meraih kotak tersebut dan memperlihatkan nya pada Luck.


Seketika Luck menoleh, Laki-laki itu mengerutkan keningnya.


"Aku fikir kamu yang membeli nya?"


Ucap Luck cepat lantas kembali menoleh ke arah tumpukan berkas nya kembali.


"Nggak kok, aku fikir Uncle yang membelinya"


Ucap Lea lantas kembali menoleh ke arah walk in closed.


Masih dengan perasaan bingung Secara perlahan Lea mencoba membaca tulisan di depan kotak tersebut.


"Dari Grandma uncle…."


Ucap Lea tanpa menoleh kembali ke arah luck, lantas tangan nya dengan cepat mencoba membuka kotak tersebut.


Ommo,..?!


Jelas saja Lea kaget saat tahu apa isi nya.


"Sebuah lingerie seksi berwarna merah menyala?"


Tahu-tahu sang suami bicara dibalik telinga nya, memeluk erat pinggang Lea lantas mencium lembut bahu Lea.


Kehadiran Luck cukup membuat Lea kaget.


Ucap Lea lantas berusaha untuk meletakkan kotak tersebut yang isi nya lingerie.


Alih-alih peduli dengan keterkejutan Lea, luck semakin mempererat pelukannya.


"Seperti nya grandma ingin kamu menggunakan nya dan meminta kita kembali mencetak cucu untuk nya hmmm"


Goda Luck sambil menoleh kearah Lea.


"Ckckckck ini benar-benar tidak cocok untuk ku"


Ucap Lea sambil terkekeh kecil.


"Hmmm tidak cocok, dia lebih cocok dengan penampilan seperti ini"


Sang suami kembali bicara namun tangan nya mulai dengan usil masuk kedalam perut Lea.


"Akhhh Uncle berhenti, ini geli"


Pekik Lea cepat, tangan nya dengan cepat menahan gerakan tangan Luck.


Laki-laki itu terkekeh, membalikkan tubuh Lea secara perlahan agar menghadap ke arah nya.


"Mari membuat Luck Stephard junior"


Bisik luck lantas menautkan bibir nya ke bibir sang istri.


Seketika Lea membulat kan bola mata nya.


"Uncle....ishhhh"


Lea berusaha untuk mendorong Luck agar menjauh dari nya.


"Uncle belum mandi"


"Hmmm baiklah aku akan mandi, kalau begitu mari melakukan nya di kamar mandi sekali ini"


"Apa?"


"Ini akan jadi petualangan baru untuk istri ku"


"Ishhh ishhh no.. Uncle"


Alih-alih menjawab, Luck secepat kilat mengangkat tubuh Lea, menggendongnya ala bridal style dan membawa nya secara perlahan masuk ke dalam kamar mandi.