
"Mommy bukan begitu maksud Mina"
Mina jelas langsung berdiri, berusaha untuk bicara dengan Mommy Emir, tapi semua orang langsung berdiri, tidak lagi menunggu dia menyelesaikan perkataannya.
Mina fikir rencana nya tadi bukan begitu, kebetulan masuk karena ingin menemui kak Ramira nya, mereka juga berfikir untuk membantu kak Ramira nya untuk membatalkan pernikahan nya dengan Emir, sebab Mina tahu hubungan kak Ramira nya dengan kak Farhan nya cukup pelik dan Emir berkata dia butuh bantuan untuk membuat semua orang percaya seolah-olah mereka punya hubungan.
Hingga bisa membatalkan pernikahan kak Ramira nya dengan Emir, tapi belum juga rencananya terealisasi sekarang malah membuat nya ikut terseret bersama semua orang, bahkan sampai bicara soal menikah.
Kesalahan terbesar nya kenapa bisa terjebak kata-kata kakek zuu, padahal dia bicara apa ada nya tapi tidak berfikir kakek zuu membuat dia terjebak pembicaraan.
Menikah? dia fikir usia nya bahkan masih muda, dia mau menyelesaikan kuliah nya lebih dulu, dia ingin jadi seorang desainer terkenal, dia benar-benar ingin melakukan banyak hal dulu saat ini, bahkan target menikah nya saat usia nya 24 tahun nanti, itu masih lama fikirnya.
Lalu Sekarang bagaimana mungkin dia harus menikah secepat itu?bahkan harus melangkahi sang kakak laki-laki nya Farhan.
Dia ingin bicara, tapi semua orang seolah-olah siap pergi, paman William dan kakek zuu malah bicara dengan kak Farhan nya, memeluk laki-laki itu lantas menepuk-nepuk punggung kak Farhan nya sambil berkata mereka akan membuat kunjungan ke keluarga Stephard besok pagi.
"Kami akan datang besok, kakek akan menghubungi Daddy mu nanti"
Ucap laki-laki tua azzura itu.
Tidak ... bukan begitu.... kenapa jadi begini???!! adakah obrolan dengan kakek zuu tadi salah? kenapa jadi menikah?.
Mina jelas begitu panik, tapi Daddy Emir langsung memeluk nya dan mencium kening nya, diikuti oleh Mommy Emir yang ikut mencium kening nya.
"Kakek...ini masih terlalu dini"
Emir jelas sedikit keberatan, dia fikir mungkin bukan dari sisi nya yang memiliki persoalan belum siap, tapi Mina pasti Shok berat, rencana nya tadi cuma minta bantuan Mina, tapi belum terealisasi rencana nya, malah semua nya jadi sepelik ini.
Alih-alih menjawab sang kakek malah langsung mendekati Mina, ikut mencium puncak kepala gadis itu sambil menepuk-nepuk kepalanya dengan lembut.
"Kakek..."
Mina jelas bingung, mencoba untuk menatap laki-laki tua itu sambil ingin berkata ini bukan seperti itu, tapi alih-alih peduli kebingungan Mina laki-laki tua itu malah berkata.
"Bersiaplah, kami akan datang ke keluarga Stephard besok"
Ucap laki-laki tua itu sambil melebarkan senyuman nya.
Mina langsung mencoba mencari sosok kak Emir nya, agar menjelaskan hubungan mereka, tapi sang paman alias Daddy Emir langsung menarik laki-laki itu untuk segera keluar dari sana.
Kenapa jadi begini???.
Pekik Mina panik didalam hati.
"Sekarang katakan pada kakak, bagaimana kamu bisa kenal dengan Emir?"
Farhan jelas langsung menarik tangan Mina ketika seluruh keluarga Stephard pergi.
"Kak itu bukan begitu"
Mina Harus menjelaskan semuanya seperti apa?.
"Kakak aku dan kak Emir sebenarnya..."
"Tapi itu cukup bagus, artinya kita tidak harus memikirkan persoalan pernikahan kak Ramira mu, kak Liliana kamu juga bisa bernafas dengan cukup baik selama sesi pengobatan nya"
Ucap kakak nya kemudian.
"Ya?"
Mina jelas melongok.
What??.
"Baiklah Anggaplah kakak sudah menyetujui nya"
"Kak....bukan begitu..."
Ahhhhh Mina rasanya benar-benar ingin menangis saat ini.
kenapa jadi begini???.