
"Kakak nggak setuju soal pernikahan dini, selain tidak memiliki persiapan mental yang baik untuk pihak perempuan itu akan menghambat banyak hal dalam kehidupan perempuan, misal dari segi pendidikan, kesehatan, masa remaja yang hilang dan lain sebagainya"
Ucap kakak perempuan nya begitu tegas.
"Kamu tahu do? Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum mempelai berusia 18 tahun. Selain memunculkan risiko kesehatan bagi perempuan, pernikahan dini juga berpotensi memicu munculnya kekerasan seksual dan pelanggaran hak asasi manusia."
"Bahkan dari sisi medis dan psikologis, usia tersebut masih terbilang dini untuk menghadapi masalah pada pernikahan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa pernikahan dini di usia remaja lebih berisiko untuk berujung pada perceraian"
"Tapi banyak juga yang menikah muda bahagia kok ma, bahkan kadang pernikahan dini terjadi dengan alasan untuk menghindari fitnah atau berhubungan sek.s di luar nikah, juga untuk terhindar dari dosa-dosa"
Ucap kakak ipar Edo cepat.
"Tapi jangan salah sayang, Risiko kekerasan seksual bahkan meningkat, Studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan wanita yang menikah pada usia dewasa, perempuan yang menikah pada usia di bawah 18 tahun lebih cenderung mengalami kekerasan dari pasangannya. Alasannya karena pada usia ini, ditambah dengan kurangnya pengetahuan dan pendidikan, seorang perempuan di usia muda akan lebih sulit dan cenderung tidak berdaya menolak hubungan sek.s. Meski awalnya pernikahan dini dimaksudkan untuk melindungi diri dari kekerasan seksual, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Risiko kekerasan semakin tinggi, terutama jika jarak usia antara suami dan istri semakin jauh."
Protes Mommy vio.
"Tahukan do? sekarang banyak om om tua nikah sama anak kecil?"
Mendengar ucapan pedas sang kakak seketika Edo mengumpat.
Oh shi.t oom tua?? yang benar saja.
keluhnya pelan.
Sedangkan ibu yang masih remaja juga lebih berisiko mengalami anemia dan preeklamsia. Kondisi inilah yang akan memengaruhi kondisi perkembangan janin. Jika preeklamsia sudah menjadi eklamsia, kondisi ini akan membahayakan ibu dan janin bahkan dapat mengakibatkan kematian."
"Risiko mengalami masalah psikologis
Tidak hanya dampak fisik, gangguan mental dan psikologis juga berisiko lebih tinggi terjadi pada wanita yang menikah di usia remaja. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa semakin muda usia wanita saat menikah, maka semakin tinggi risikonya terkena gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, gangguan mood, dan depresi, di kemudian hari"
"Risiko memiliki tingkat sosial dan ekonomi yang rendah, Tidak hanya dari segi kesehatan, pernikahan dini juga bisa dikatakan merampas hak masa remaja perempuan itu sendiri. Di mana pada masa itu seharusnya dipenuhi oleh bermain dan belajar untuk mencapai masa depan dan kemampuan finansial yang lebih baik. Namun kesempatan ini justru ditukar dengan beban pernikahan dan mengurus anak. Sebagian dari mereka yang menjalani pernikahan dini cenderung putus sekolah, karena mau tidak mau harus memenuhi tanggung jawabnya setelah menikah. Begitu juga dengan remaja pria yang secara psikologis belum siap menanggung nafkah dan berperan sebagai suami dan ayah."
"Pernikahan tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Perlu kematangan baik dalam fisik, psikologis, maupun emosional. Inilah mengapa pernikahan dini tidak disarankan dan alasan angka pernikahan dini harus ditekan. Kedewasaan diri baik secara mental dan finansial juga merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjalani pernikahan yang bahagia."
"Kalau kamu sih sudah matang, cukup umur untuk berumah tangga, finansial cukup alias mapan, tampan, punya masa depan, sial lahir dan batin, tapi untuk anak-anak seusia Vio jelas belum cukup umur, dia masih terlalu dini do"
"Karena itu kamu harus benar-benar menjaga Vio selama dia jauh dari kami, nanti malah pacaran nggak jelas sama siapa, tidak tahu laki-laki mana tiba-tiba hamil, jangan sampai do, kakak cincang kami jadi gule kambing"
Kakak nya bicara dengan nada menggebu-gebu memperingati Edo agar tidak lengah menjaga putri nya.
"Pokoknya kakak yakin dan percaya kamu bisa menjaga Vio sampai lulus SMA yah do, kuliah nya belum tahu itu anak mau kemana"
Oh God bayangkan bagaimana ekspresi Edo saat ini, jelas merasa begitu bersalah sekali.
Edo yakin ini akan jadi perjuangan panjang bagi dirinya untuk menyakinkan semua orang terutama sang kakak perempuan nya itu.