Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Dia memang cantik



Kapal pesiar Royal Carribean


Inggris-Manhattan


22.10 PM malam


Deck kapal pesiar sisi kanan



Mina memejamkan sejenak bola matanya, menikmati semilir angin laut yang menerpa wajah dan tubuh nya, sejenak dia meremang, cukup merasa kedinginan.


Jika tahu sedingin ini aku seharusnya bawa jaket tadi.


Batin Mina pelan.


Dia enggan beranjak dari sana, sebab Mina bukan type orang yang begitu suka keramaian, pesta atau minum-minum, dia lebih suka berkumpul, menggosip bersama atau pergi shopping mencari barang belanjaan yang dia suka, jadi saat Zumra di gadis cantik yang tak lain sahabat baik nya itu mengundang semua orang untuk ikut pelayaran istimewa Mina berusaha untuk menolak nya, namun demi sebuah persahabatan dia pada akhirnya menyetujui ajakan Zumra.


Dan kini di sinilah Dia terdampar malam ini, saat semua orang berpesta minuman dan kesenangan, Mina lebih memilih menyudut di deck kapal pesiar mewah tersebut dengan keheningan.


Dia yakin semua orang saat ini mulai menggila dengan pesta minum jelang tengah malam nya, dan Mina lebih baik menghindar agar tidak ikut minum sebab dia tahu dia bukan type Gadis peminum, akan sangat memalukan jika dia mabuk saat pesta minuman didalam sana.


Bbrrhhhh 🥶


Mina kembali merinding, berusaha menggosok-gosok kedua lengan nya dengan kedua telapak tangan nya.


Namun tiba-tiba seseorang meletakkan sebuah jas di punggung nya, menutupi seluruh bagian tubuh Mina secara sempurna.


"Eh?"


Jelas saja gadis itu terkejut, langsung menoleh ke arah sosok yang dengan sangat baik memberikan nya jas itu di tubuhnya.


Seketika Mina membulat kan bola matanya saat menyadari siapa yang ada di hadapannya itu.


"Tuan?"


Alih-alih menjawab laki-laki itu yang adalah kakak laki-laki Zumra langsung berdiri tepat fi samping Mina, ikut menikmati semilir angin laut tanpa banyak bicara.


Mina ikut diam, dia menyentuh lembut kedua belah pipinya dengan telapak tangan nya, selain karena dingin dia juga tampak sedikit malu menghadapi laki-laki itu.


"Cukup dekat dengan Zumra?"


Tanya laki-laki itu tiba-tiba.


"Eh?"


Mina menoleh cepat ke arah laki-laki itu.


"Teman Sekampus?"


Ulang laki-laki itu sambil menatap dalam bola mata Mina.


"Sekarang iya, tapi kami berteman sejak SMP di Prancis, lalu SMA aku pindah ke Indonesia dan Zumra tetap melanjutkan SMA di Prancis, kami cukup dekat saat di Prancis tapi... aku tidak tahu dia punya 2 kakak laki-laki, yang aku tahu hanya kak Ergin"


"Kamu kenal Ergin?"


Laki-laki itu mengerutkan keningnya.


Mina buru-buru mengangguk.


"Jangan bilang kamu gadis yang sering dia ajak berkolaborasi dalam menari?"


"Ahhh itu aku"


Jawab Mina cepat.


Seketika raut wajah laki-laki itu sedikit berubah mendung.


"Seperti nya aku cukup terkenal"


Mina tampak tertawa renyah.


"Dia sering membicarakan soal kamu di saat kami berkumpul dengan orang tua kami"


Ucap laki-laki itu pelan.


"Ya?"


"Cukup aneh kak Ergin membicarakan soal aku di keluarga kalian terutama untie dan uncle"


"Mungkin dia suka pada mu"


Jawab Laki-laki itu pelan.


Seketika Mina tertawa renyah sambil menatap kearah lautan luas di hadapannya itu.


"Aku menghargai dia seperti kakak ku sendiri, tapi agak tidak masuk akal jika dia suka pada ku"


Mina masih tertawa kecil, meras cukup geli dengan apa yang dikatakan laki-laki disampingnya itu.


"Kamu tidak tertarik pada nya?"


"Tentu saja tidak, kami dekat dalam waktu yang begitu lama, bahkan aku melihat nya dari sudut pandang seorang adik kepada kakaknya, seperti ini"


Mina bicara sambil menaikkan jari telunjuk dan jari tengah nya, kemudian membentuk tangan nya menjadi satu simpul yang rumit.


Laki-laki tampak terkekeh.


"Ngomong-ngomong tuan belum menjawab pertanyaan ku tadi, aku tidak tahu jika Zumra punya 2 kakak laki-laki?"


"Soal itu karena aku tidak tinggal bersama mereka di Prancis"


"Oooo"


Mina membulat kan bibirnya, tampak begitu imut di mata laki-laki itu.


"Aku yang pertama, Ergin yang kedua dan Zumra si bungsu cengeng kami"


"hahahaha dia memang cengeng"


Mina terkekeh senang mendengar candaan laki-laki itu.


"Lalu siapa nama kamu?"


Laki-laki itu bertanya cepat kearah Mina.


"Mina"


"Oke"


"Tuan?"


"Emir"


"Ah tuan Emir"


"Bisa tidak memanggil ku tuan? itu terdengar aneh"


Protes laki-laki itu cepat.


"Ah baiklah"


"Kak"


"Itu terdengar lebih baik"


Mina kembali tertawa renyah, dia fikir ingin beranjak pergi menuju ke arah kursi belakang, namun tiba-tiba saja heels nya terasa tidak seimbang.


Ssrrttt


"Akhhh..."


Seketika Mina nyaris terjatuh namun dengan sigap laki-laki itu meraih tubuh nya, bak adrgan di drama-drama rasa nya begitu unik dan dramatis, ketika tiba-tiba posisi mereka terlihat begitu indah dan unik.


Mina mengerjapkan bola mata nya beberapa kali karena kaget.


Oh shi..t.


Emir Tampak mengumpat dalam hati saat dia bisa melihat dengan jelas wajah cantik dihadapan nya itu.


Dia memang cantik.