Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mari benar-benar membuat nya kali ini



"So...?'


Tiba-tiba Luck Bertanya pada Lea ketika mereka sudah masuk kedalam kamar.


Setelah sesi menghebohkan perihal soal kehamilan tadi, luck mati-matian meluruskan keadaan namun orang-orang sudah benar-benar salah sangka, jika dari sudut pandang semua orang Lea mungkin telah hamil hingga mereka harus menikah, tapi dari sudut pandang Lea luck hamil karena kejadian malam itu.


"Eh?"


Lea tampak kaget saat Luck tiba-tiba menarik tangan nya setelah mengunci pintu kamar, memasukkan tubuh gadis itu kedalam dekapannya.


"Aku fikir istri ku memang polos, lugu atau sedikit bodoh?'


Luck bertanya dengan suara yang begitu lembut sambil menatap dalam bola mata Lea begitu dalam.


"Bodoh?"


Lea jelas saja terkejut, dia memunyungkan bibirnya.


"Mana ada aku bodoh"


Dia menggerutu kesal, mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Luck namun gagal, laki-laki itu semakin memper erat pelukan nya dengan tangan kiri nya, Sedang kan tangan kanan nya tiba-tiba menyentil kening Lea.


"Akhhhh sakit".


Ringis Lea sambil menyentuh ujung kening nya.


"Dia benar-benar berfikir laki-laki bisa hamil? saat pelajaran di sekolah soal biologi, apa kamu menghabiskan waktu untuk tidur siang?"


Tanya laki-laki itu cepat.


Lea tampak menatap ke arah atap.


"Hmmm he em,selain karena aku tidak suka dengan mata pelajaran nya, aku cukup tidak suka dengan guru nya"


Dia mengangguk cepat sambil bicara dengan santainya.


"Saat pelajaran biologi, aku akan mencari buku besar, lalu meletakkan nya ke atas meja ku lantas tidur, ada 3 teman ku yang selalu melindungi ku dari guru menyebalkan itu, ada Ailee, vio dan Mina adik perempuan uncle"


Lea terus bicara mencoba mengingat moment semasa sekolah kemarin sambil menggerak kan tangan nya dengan lincah, dia melebarkan senyumnya dengan begitu indah.


Oke Luck cukup merasa bengong mendengar cerita yang dia sampaikan, seketika dia menggeleng-gelengkan kepalanya, dia fikir pantas anak ini bisa dikerjai, gadis itu bahkan tidak mempelajari nya sama sekali.


"Ommo... bagaimana uncle tahu aku tidur siang disaat pelajaran jam biologi?"


Tiba-tiba Lea menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Uncle bisa menembus waktu?'


Mendengar khayalan tingkat tinggi Lea seketika Luck tertawa geli.


Luck fikir dia benar-benar bisa awet muda hidup bersama kekonyolan anak ini atau bahkan bisa menggila secara tiba-tiba.


Jawab Luck asal.


"Hahhhh!''


"Lupakan soal masa lalu, pelajaran biologi dan tidur siang, sekarang katakan pada ku bagaimana cara kita mengatasi soal kehamilan?"


Luck bicara sambil menatap dalam bola mata Lea.


Seketika ekspresi Lea berubah.


"Bukankah uncle hamil?"


"Kamu yang berspekulasi"


"Jadi tidak?"


Lea cukup terkejut.


"Lalu bagaimana kita bilang pada semua orang jika uncle tidak hamil? kenapa tadi tidak bilang uncle tidak hamil?'


Seketika Lea melayangkan protes nya.


"Aku fikir tidak pernah mengatakan nya, Seperti nya yang bilang begitu kamu"


Seketika Lea kembali menutup mulutnya dengan kedua belah tangan nya.


"Iya itu aku, jadi bagaimana? jika Grandma tahu kita bohong bagaimana?"


"Tentu saja kamu harus bertanggung jawab"


"Ya??? bagaimana caranya?"


"Mau tahu bagaimana caranya?"


Ucap Luck sambil mengencangkan pelukan nya, seketika tubuh mereka semakin merapat dan wajah mereka.


Seketika bola mata Lea berkedip-kedip, dia cukup terkejut saat merasa wajah mereka seolah-olah tidak memiliki jarak, bahkan dia bisa merasakan ketika hidung mereka bersentuhan dengan begitu lembut nya.


"Bagaimana?"


"Mari benar-benar membuat nya kali ini"


Bisik Luck lembut, lantas tiba-tiba laki-laki itu menautkan bibir mereka dengan begitu lembut.


Membuat nya? Ehhhh tu...tunggu dulu....!!


Pekik Lea dalam hati.