
Saat Lea baru akan masuk ke kamar nya, tiba-tiba dia ingat soal sesuatu.
Aihhhh bukankah sudah tanda tangan pernikahan?
fikir nya kemudian.
Tapi ada sesuatu yang belum aku dapatkan.
buru-buru dia berbalik ke belakang, mencoba masuk lagi ke satu ruangan yang tadi dia dan luck tempati, Dimana ruangan itu biasanya digunakan luck untuk bekerja.
Lea menyembulkan kepalanya, dia tampak plangak-plongok sejenak, dia fikir mana sang asisten pribadi luck tadi, kenapa tahu-tahu sudah menghilang tanpa jejak.
Hilang???
Ah... masa bodoh.
Ucap Lea dalam hati.
Secepat kilat lea mendekati luck, laki-laki itu tidak sadar jika Lea telah berdiri tepat fi belakang nya, gadis itu tiba-tiba menjulur kan tangan nya ke arah luck yang tampak memunggungi dirinya.
Luck spontan kaget saat tiba-tiba Lea menjulurkan tangannya ke arah dirinya.
"What?"
Laki-laki itu buru-buru menoleh kebelakang.
Lea menggerak-gerakkan jemari tangannya sambil menaikkan turunkan alisnya.
"Uncle kamu belum menepati janji mu"
Lea terus menggerak-gerakkan telapak tangannya.
Sejenak Luck mengerutkan alisnya, laki-laki itu tampak berfikir beberapa waktu, hingga akhirnya dia menyadari soal sesuatu.
"Ah.."
Secepat kilat luck mengeluarkan dompetnya, menarik sebuah kartu bewarna hitam itu lalu memberikan nya ke telapak tangan lea.
"Memang nya apa yang mau kamu beli?"
Luck menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa waktu.
Dia fikir perempuan jaman sekarang yang dicari jelas kartu hitam, tidak ada yang lain lagi.
Seketika Lea mengulum senyumannya, secara spontan kedua telapak tangan nya dia letakkan dipipi kiri dan kanan nya, dengan ekspresi begitu imut dia berkata.
"Ohhhh uncle kamu tidak akan tahu apa yang bisa para perempuan beli dengan kartu hitam ini"
Ucap Lea sambil mengedipkan sebelah matanya.
Yeah tentu saja aku tahu.
Ucap Luck Dalam hati.
"Ini kartu impian semua Mak Mak jaman sekarang loh"
Yah kartu impian...!!!
Teriak Lea kegirangan.
Hahahaha laki-laki.
Seketika bola mata Lea menoleh ke arah luck.
Yang ini saja belum tentu habis, bagaimana bisa aku berfikir untuk membeli laki-laki lain? Lupakanlah.
"Ngomong-ngomong ini asli kan?"
Tanya Lea penuh kecurigaan, gadis itu berusaha menggigit-gigit kartu tersebut.
Seketika alis luck naik sebelah.
"Yakkk kamu fikir aku bisa mendapatkan kartu palsu dengan begitu mudah?"
Oceh luck cepat ke arah Lea sambil berusaha menarik kartu itu tadi gigitan Lea.
"Hahahaha yah siapa tau"
Lea tertawa terbahak-bahak lantas kembali menarik kartu itu dengan cepat, meskipun tertawa dengan ekspresi seperti itu tapi tawa nya tetap terlihat begitu cantik.
"Sudah? kalau sudah pergilah, aku harus meneruskan Urusan ku saat ini"
Ucap luck sambil memijat-mijat kepalanya.
Luck fikir lama-lama berhadapan dengan Lea pasti bisa membuat dia jadi Gila.
Akhhhhh galak sekali.
"Jangan suka galak-galak yah uncle, kamu tahu? orang galak itu tua nya akan semakin cepat, sekarang coba smileeeee"
Setelah berkata begitu Lea langsung mencubit geram pipi luck, dia mencoba membuat senyuman di wajah itu.
Seketika luck membeku saat Lea memperlakukan dirinya seperti itu.
"Ahhh setelah di fikir-fikir menikah dengan uncle ada untungnya juga, aku jadi persis seperti punya sugar Daddy"
Ucap Lea cepat lantas kabur dengan cepat dari hadapan luck sebelum laki-laki itu sadar jika dia sudah menganiaya pipi dan juga mengatai laki-laki itu Sugar Daddy.
Dan dapat dibayangkan bagaimana ekspresi wajah luck yang tiba-tiba berubah.
"What? dia bilang apa barusan? sugar Daddy?"
Luck tampak membulat kan bola matanya.
Seketika dia menyentuh pipinya.
Oh god.
Seketika rasa sakit baru dia rasakan sekarang di pipi kiri dan kanan nya, cubitan Lea cukup keras rupanya.
Shi..t.
Umpat luck kesal.
Yahhh dia merasa cukup kesal sebab Lea benar-benar mampu menghipnotis diri nya, Mampu membuat dia menjadi tidak sadar dalam beberapa waktu lalu kemudian setelah itu dia baru sadar dengan keadaan.