
Kembali ke luxury Villa Geneva
Switzerland
Swiss.
Di sebuah ruangan mendominasi berwarna putih, didalam ruangan kamar dengan ukuran yang cukup luas terdapat sebuah tubuh yang terbaring dengan selang infus dimana terlihat beberapa luka yang telah di balut dengan kain kassa.
Satu layar monitor menemani sosok tersebut untuk mengatur detak jantung nya agar berjalan baik-baik saja dan normal.
Bisa didengar deru nafas laki-laki tersebut terdengar normal dan baik-baik saja, bahkan sebelum nya beberapa dokter yang merawat nya pun berkata sosok tersebut baik-baik saja.
Bola mata gadis itu sejenak menatap kearah sosok laki-laki tersebut terbaring, dia terus mengawasi sosok laki-laki tersebut sejak semalam, memastikan jika laki-laki itu tidak akan masuk kedalam masa kritis nya.
Meskipun sebenarnya bola mata gadis tersebut benar-benar mengantuk, dia mencoba untuk tidak terlelap dengan tiba-tiba karena kekawatiran nya yang menghantam dirinya.
Dia berharap laki-laki di atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut baik-baik saja.
Ditengah pemikiran khawatir dan rasa lelah dan kurang tidur nya, tiba-tiba seseorang masuk dari arah pintu kamar tersebut, gadis tersebut menoleh dan dia pikir siapa, rupanya dua pelayan yang bekerja di villa tersebut bergerak membawa makanan ke arah dirinya.
Gadis tersebut jelas menjadi sedikit bingung karena tiba-tiba mereka meletakkan beberapa makanan tepat di atas meja dimana dia duduk,dia mencoba untuk bergeser berpikir mungkin seseorang akan masuk ke sana dan menyantap makanan tersebut di ruangan ini.
Begitu dia akan bergeser tiba-tiba seorang wanita masuk kedalam sana.
"Tidak, jangan beringsut dari sana Flow"
Wanita tersebut bicara cepat kearah gadis yang dipanggil Flow itu.
"Eh?"
Flow jelas mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan ucapan dari wanita itu.
"Duduklah dan nikmati makanan nya, kamu belum mengkonsumsi makanan apapun sejak kemarin"
lanjut Wanita itu lagi sembari berjalan mendekati Flow, kemudian dia duduk di salah satu kursi sofa di mana gadis itu duduk sembari dia memperhatikan gerakan para pelayan yang nyaris selesai meletakkan berbagai menu makanan di atas meja.
setelah para pelayan selesai meletakkan berbagai macam makanan tersebut mereka terlihat menundukkan kepala mereka ke arah wanita berusia sekitar 50 tahunan lebih itu secara perlahan.
Ini pertemuan ke dua Flow dengan wanita tersebut setelah malam Kemarin, sedangkan wanita yang membàwa diri dan laki-laki yang kini berbaring di atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut yang baru saja melewati masa kritisnya tidak terlihat lagi sejak kemarin.
"Aku pikir aku...'
Flow ingin berkata jika dia tidak lapar tapi tiba-tiba perutnya mengeluarkan suara yang cukup berisik, seketika hal tersebut membuat Flow menjadi sedikit malu wajahnya langsung memerah, wanita di samping kanannya itu mengulum senyuman nya.
"Kamu bisa menyantap nya sekarang, makan lah jangan terlihat sungkan"
"Ini sedikit berlebihan dan terlalu mewah untukku"
Jawab Flow Kemudian, dia menatap barisan makanan yang ada di atas meja untuk beberapa waktu, baginya makanan yang dihidangkan untuknya terlalu berlebihan dan sangat-sangat mewah sekali.
"tentu saja tidak kamu layak mendapatkannya, aku kehilangan kata-kata untuk berkata terima kasih karena kamu telah membawa dan menemukan Arsen, putra ku kembali"
Ucap wanita itu lagi sambil mengembangkan senyuman terbaiknya.
Putra?!.
Flow jelas cukup terkejut mendengar ucapan wanita tersebut.
"Apakah sesuatu yang buruk terjadi pada putra bibi? dia terluka parah"
Flow menurunkan suaranya, bertanya serius namun mencoba untuk tidak terlihat begitu penasaran dengan pernyataan wanita tersebut.
Putra nya?!.
Dia cukup terkejut mendengar ucapan wanita tersebut.
"Putra ku menghilang dalam waktu 3 tahun terakhir, ini membuat ku panik dan orang-orang ku sudah melakukan pencarian selama beberapa waktu dan nyaris menyerah"
Wanita tersebut mulai bercerita.
"Dia memiliki masalah pada ingatan nya, maksud ku dia mengalami amnesia di usia muda karena sebuah kecelakaan di masa lalu, semua baik-baik saja hingga tiba-tiba satu malam dia yang tengah berada di luar menghubungi aku dan berkata dia mulai mendapatkan kembali ingatannya,tapi setelah menelpon ku Arsen sama sekali tidak pernah lagi pulang kerumah"
Kini terlihat raut wajah penuh rasa sedih menghantam wanita tersebut, Flow sama sekali tidak bisa membaca jalan pikiran seseorang bahkan melalui ekspresi nya, tapi Flow pikir wanita itu bicara dengan tulus.
"Bibi tidak melaporkan kehilangan putra bibi pada pihak berwajib?"
Flow tiba-tiba bertanya cepat sembari menatap dalam bola mata wanita yang ada dihadapan nya tersebut.
mendengar ucapan gadis tersebut seketika membuat wanita itu menundukkan kepalanya secara perlahan.
"ada beberapa hal yang tidak bisa kami lakukan termasuk melaporkannya pada pihak berwajib, kamu tahu nak? terkadang di dalam keluarga seseorang ada beberapa hal sensitif yang kami tidak ingin melakukan nya dan melaporkan nya pada pihak berwajib, setiap keluarga memiliki sedikit rahasia soal masa lalu yang dimana jika pihak berwajib ikut serta didalam nya mungkin kami akan kehilangan antara satu dengan yang lainnya"
wanita tersebut bicara dengan nada yang pelan, ada satu raut wajah yang menampilkan kecemasan dan kekhawatiran yang bercampur aduk menjadi satu, Flow sama sekali tidak bisa menebak apa maksud dari ucapan wanita tersebut, meskipun dia berusaha untuk mencernanya tapi tetap saja dia tidak paham maksudnya.
setelah berkata seperti itu wanita tersembunyi memintanya untuk menghabiskan makanannya mengingat gadis itu sama sekali belum mengkonsumsi makanan apapun sejak malam kemarin, saat Flow mulai menyantap makanannya bola mata wanita itu kini menetap ke arah laki-laki yang terbaring di atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
Bangunlah son, mommy merindukan mu.
Batin nya sembari menatap nanar sosok laki-laki itu.