
Saat melihat Ramira mulai menggerakkan tubuhnya Eden secara perlahan melepaskan genggaman, dia tahu mungkin Ramira belum siap menerima kehadiran dirinya.
Eden menggelengkan kepalanya sejenak ke arah teman dokter nya tersebut, dia mundur sejenak lantas langsung berpindah ke satu sisi yang di tutupi oleh kain yang mendominasi berwarna hijau.
Begitu bola mata Ramira terbuka secara perlahan, tiba-tiba seseorang masuk dari arah depan.
Ailee tampak terpaku melihat sang Daddy meletakkan jari telunjuk nya ke depan bibirnya, meminta sang putri untuk tidak bicara soal keberadaan nya.
Ailee langsung membuang pandangannya, menatap ke arah Ramira dengan ekspresi penuh kekhawatiran.
"Mommy baik-baik saja?"
Saat Ailee memanggil Ramira dengan sebutan Mommy Seketika Eden membeku, dia menoleh cepat ke arah Ailee.
Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?.
Batin Eden sambil mengerutkan keningnya.
Seakrab itukah Ailee dengan Ramira? lalu kenapa dia tidak pernah menyadari nya selama ini.
Sang dokter perempuan tampak tersenyum.
Ramira secepat kilat menunggu Ailee masuk kedalam pelukan nya.
"Ohhh Daddy Aland bilang Mommy pingsan"
Ucap Ailee cepat langsung masuk ke dalam pelukan Ramira, wajah khawatir tercetak jelas dibalik wajah Ailee.
"Apa adik ku baik-baik saja Mommy?"
Ailee Kembali bertanya.
Mendengar pertanyaan Ailee seketika Eden melongok, dia benar-benar ternganga.
Oh shi.t bahkan putri ku tidak jujur padaku?.
Rasa nya Eden ingin sekali menjewer telinga Ailee saat ini, cukup tidak percaya dia orang terakhir yang tahu soal Ramira dan kehamilan nya, Ailee Bahkan tahu dia akan punya seorang adik kecil.
Ohhh yang benar saja!
Eden berusaha menghembuskan nafas berkali-kali.
Kau... benar-benar ingin membuat daddy mengamuk.
Batin Eden.
Seketika laki-laki itu memijat-mijat kepalanya sejenak lantas dia mengulum senyumannya.
Aku pasti sudah gila.
Umpat Eden dengan perasaan tidak percaya.
"Adik nya baik-baik saja"
Dokter perempuan itu tampak mengulum senyumnya, merasa sedikit aneh jika perempuan dihadapan nya itu memilikinya seorang putri yang hamil besar dan dia juga tengah hamil muda.
Perempuan itu memijat pelan kepalanya.
"Mommy mu harus banyak istirahat, tidak boleh stress, asupan gizi harus cukup dan katakan pada Daddy mu untuk memanjakan Mommy mu dan jangan terlalu serius"
"Ya?"
Ailee Tampak mengerutkan keningnya, diikuti Ramira saat mendengar perempuan itu berkata seolah-olah dia mengenal Eden.
"Kami teman semasa SMA, Eden laki-laki yang baik, semalaman dia menjaga mu disini"
Ucap dokter perempuan itu sambil mengembangkan senyuman nya.
"Ya?"
Seketika Ramira membeku mendengar ucapan Dokter perempuan itu.
Sepersekian detik kemudian dokter itu langsung melesat keluar dari sana.
Seolah-olah sadar akan sesuatu, Ramira langsung bertanya panik ke arah Ailee.
"Mommy, untie..."
******
New York Harbor
Pelabuhan Manhattan
05.40 Am
Mina yang baru berlabuh di Manhattan pukul 5.40 pagi langsung melesat nmenuju kerumah sakit saat mendapat kabar dari kak Farhan nya jika laki-laki itu dan kak luck nya ada di rumah sakit.
Awalnya Mina fikir akan beristirahat 2 hari di mansion kak farhan nya, kemudian baru kembali ke mansion utama Keluarga Stephard, dia berencana untuk tidur beberapa jam baru pergi memikirkan rencana berikutnya, tapi Seketika rasa lelah nya menghilang saat kak Farhan nya berkata.
"Kak Ramira mu masuk rumah sakit"
"Bagaimana bisa?"
"Sulit untuk diceritakan sekarang"
Dan lucu nya saat dia tengah mencari tumpangan taxi karena kak farhan nya tidak mungkin menjemput dirinya, kakak sahabatnya Zumra tuan Emir menawarkan tumpangan, dia bilang akan pergi kerumah sakit juga, sebab ada teman yang di rawat di rumah sakit karena terkena luka tembak Secara tiba-tiba, dan rumah sakit yang di tuju juga sama.
"Bukankah Sangat kebetulan sekali?"
Ucap laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman nya.
Mina pada akhirnya menerima tumpangan tersebut, dan yang cukup mengejutkan mobil laki-laki itu adalah sebuah Hummer Limosin keluaran terbaru yang dimodifikasi dengan begitu mewah.
Gila...!!
Batin Mina.
Yah yah yah siapa yang tidak tahu dengan keluarga Azzura? di Prancis Top 5 urutan terkaya adalah hillatop company, Hurairah company, de Lucas group, Azzura company dan Xavier company, mereka terkenal dengan segudang kekayaan nya yang luar biasa setelah di jalankan oleh para generasi ke 2.
Menurut cerita para orang tua, Azzura company sempat terjun bebas karena skandal kasus puluhan tahun silam yang melibatkan kematian keluarga ternama di Indonesia menyangkut proyek yang di permainkan oleh pemerintahan, tapi putra tertua nya Zuu berhasil menaikkan kembali keterpurukan dengan keahlian nya dimasa lalu dan dibantu oleh keluarga Hillatop karena istri tuan zuu merupakan putri angkat Keluarga hillatop.
Ah sulit diceritakan, sebab Mina jiga tidak tahu kisah pastinya.
Itu bukan urusan ku, memangnya mereka bagian dari keluarga ku? bahkan laki-laki ini juga bukan kekasih ku.
Batin Mina pelan, gadis itu menghembuskan nafas nya, tiba-tiba rasa lelah dan mengantuk menyerang nya secara tiba-tiba. Gadis itu menguap sejenak, mencoba berbaring untuk beberapa waktu.
"Apa kamu ingin minum sesuatu?"
Emir bertanya pelan ke arah Mina, mencoba mencari sesuatu didalam lemari pendingin.
Seketika Emir mengulum senyumannya saat sadar Mina telah terlelap didalam tidurnya.
Laki-laki itu menekan sebuah tombol disampingnya.
"Jalankan mobil nya secara perlahan, cari jalan memutar, biarkan gadis ini mendapat kan istirahat nya lebih banyak"
Laki-laki itu bicara ke arah sang sopir dari perangkat komunikasi dari sana.
"Baik tuan"
Emir kembali mengulum senyuman nya, mendekati Mina lantas menatap dalam wajah cantik itu untuk waktu yang lama.
Secara perlahan laki-laki itu merapikan anak rambut Mina yang menutupi wajah Gadis itu dengan lembut, lalu Jemari nya dengan lembut mengelus pipi gadis itu untuk beberapa waktu.
Sepersekian detik kemudian Emir tertawa lantas memijat-mijat lembut pelipis nya.
Aku pasti sudah gila.
Ucap nya dalam hati lantas mencoba membuang pandangannya.