Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Dalam persiapan lamaran



Eden tampak melebarkan senyumannya, menatap dekorasi lamaran yang telah dia siapkan untuk Ramira sejak sore tadi.


Decorasi itu di kerjakan tim khusus sejak sore hari dan baru saja selesai makan ini.







Sejenak Eden mencoba menarik nafasnya dengan perasaan gugup.


"Apa ini akan berhasil?"


Dia bertanya pada seorang laki-laki disamping nya.


Laki-laki itu yang mensetting semua tampilan menjadi sesempurna itu.


"Aku fikir ini pasti berhasil, tidak mungkin gagal lagi"


Jawab laki-laki itu sambil menepuk pelan pundak Eden.


"Aku bisa melihat cinta di balik mata Ramira untuk kamu, jadi aku fikir dia pasti berkata iya untuk sekali ini"


Lanjut nya lagi.


Eden kembali menarik nafasnya panjang, hati nya jelas cukup berdebar-debar kali ini, dia yang pasti nya takut gagal kembali.


3 kali dia pernah melamar Ramira, jika kali ini gagal maka dia fikir benar-benar akan menyerah.


Sesuai perjanjian nya pada Mommy dokter Asha di masa kemarin.


"Jika lamaran kamu gagal lagi pada Ramira kali ini maka berjanjilah pada untie kamu akan meraih tangan Asha dan menyambut perasaan nya"


Eden memejamkan perlahan bola matanya.


Dia pernah membuat perjanjian itu kemarin pada wanita paruh baya lebih itu sebagai bentuk penghormatan dan balas Hutang Budi karena telah merawat mama nya selama puluhan tahun di rumah sakit Daddy Asha.


Eden tidak punya cara lain untuk menolak permintaan wanita itu, oleh sebab itu dia tanpa sengaja berkata.


"Aku mencintai seseorang untie, aku masih menunggu jawaban nya hingga hari ini, andai kan perasaan ku terbalaskan maukah untie memaafkan aku? sebab sejatinya perasaan itu tidak bisa dipaksakan"


"Aku begitu menghargai Asha, dia gadis yang baik dan cukup banyak berkorban untuk ku, aku menghargai dirinya dan juga mengenal nya dari valentine kemudian dari Ramira, mungkin tanpa 2 perempuan itu aku tidak akan menjadi mengenal Asha dengan baik"


"Lalu jika dia tidak membalas perasaan kamu, apa kamu akan tetap menunggu nya?"


"Bisa jadi dalam seumur hidup aku akan menunggu diri nya,selama dia tidak bersama siapapun aku akan tetap terus menunggu dirinya, kecuali ada orang lain yang dia cintai maka aku siap melepaskan dia tanpa banyak bertanya"


"Jika dia bermain dibelakang mu?"


"Jika dia bermain di belakang kamu, apa kamu akan memaafkan dirinya?"


"Untuk itu..bisa jadi aku akan melepas diri nya"


Jawab Eden pelan sambil berusaha menarik pelan nafasnya.


"Dan bersedia kah kamu menggenggam tangan Asha ketika kamu melepaskan Ramira?"


Sejenak laki-laki itu tampak terdiam.


"Eden?"


"Jika itu terjadi, maka aku berjanji akan meraih tangan Asha seperti permintaan untie"


Sejenak Eden terbangun dari lamunannya saat tangan seseorang menepuk punggung dan mengejutkan dirinya.


"Handphone Anda berdering sejak tadi"


Seorang perempuan dari salah satu team decorasi bicara cepat ke arah Eden.


"Ah maaf"


Ucap Eden sambil mengembangkan senyuman nya, lantas secepat kilat laki-laki itu mendekati nakas dimana handphone nya diletakkan.


Sejenak dia mengerutkan keningnya saat melihat sebuah nomor asing terpampang di layar handphone nya.


Buru-buru Eden mengangkat panggilan tersebut.


"Ya hallo?"


Ucap Eden pelan dengan perasaan bingung.


Dia fikir siapa yang menghubungi diri nya di malam hari.


"Maksudnya?"


Tanya Eden kembali.


"Dimana?"


Tiba-tiba pupil mata Eden menyempit, dia mengeratkan rahang nya sambil giginya saling beradu karena perpaduan rasa yang bercampur aduk menjadi satu


Secepat kilat Eden mematikan panggilan nya, dengan gerakan terburu-buru laki-laki itu menyambar kunci mobilnya nya, berlarian ke arah pintu depan apartemen nya menuju ke area parkiran.


Tidak dia pedulikan lagi teriakan orang-orang di dalam apartemen nya itu, yang jelas saat ini dia harus bergegas pergi menuju ke satu tempat dimana Ramira berada.


Ucapan seorang laki-laki dari Balik handphone nya tadi benar-benar membuat dia mulai kehilangan kewarasan nya.


"Kau tidak akan percaya ini, tapi perempuan yang kamu cintai itu kini tengah Bersama seorang laki-laki dan mengambil kamar bersama untuk melewati malam indah mereka."


"Jika kamu tidak percaya, kamu bisa melihat nya sendiri dengan mata kepala mu saat ini"