
Hahhh tidak...!!!😱 Kenapa jadi begitu terburu-buru???
Fikir Lea.
"Uncle apa itu tidak terburu-buru?"
Lea bertanya panik ke arah luck, dia menggenggam erat tangan Luck sambil menatap dalam wajah laki-laki tersebut.
"Memang nya kenapa?"
"Uncle aku kan masih kuliah, teman-teman aku belum ada yang tahu jika aku sudah menikah, jadi pengumumannya bisa tidak ditunda misalnya hmmm...Hmm...hm... semester berapa begitu?"
Lea terus mencoba menggenggam tangan luck luka terus menatap dalam bola mata laki-laki itu, bola mata nya berkedip kedip beberapa waktu dengan tujuan merayu agar laki-laki itu tidak mengumumkan pernikahan mereka secepat nya.
Nanti apa kata Selim????.
Lea jelaskan dan gelagapan, dia hanya belum siap pernikahan mereka juga umumkan di publik, Mana Mommy nya pakai acara sudah tahu lagi.
"Tidak"
Jawab luch datar.
"Uncle...."
Rengek Lea sambil terus menatap Luck.
"Jadi kamu tidak ingin pernikahan ini diumumkan? ingin melepaskanku setelah memperkosaku semalam?."
Tanya Luck tiba-tiba sambil memancing ekspresi Lea.
Hah .. iya aku lupa pada tanggung jawab.
"Ingat bertanggung jawab lah atas perbuatan yang telah di lakukan"
Luck bicara sambil mencoba menahan tawanya.
seketika Lea sadar dengan apa yang dilakukan nya pada Luck semalam.
"Hmmm iya juga ya"
ucapnya pelan.
Tapi Seketika ekspresi Lea berubah, tiba-tiba dia melirik Luck lantas pandangan nya turun ke bawah sana.
Apa aku benar-benar melakukannya semalam?
Batin Lea.
bagaimana jika di membohongiku? bukankah dia mendapatkan banyak sekali keuntungan? hmmm bisa saja dia membohongiku, sebab aku tidak merasa sakit sama sekali kan?.
Seketika ekspresinya berubah, dia tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Uncle yakin aku bener-bener memperkosa uncle semalam?"
"Kelihatannya?"
Luck bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya, dia menoleh sejenak ke arah lea lantas menoleh ke depan dan berniat melajukan mobilnya kembali.
Tapi di luar pemikirannya tiba-tiba lea menarik lehernya pakaiannya.
"Ishhh uncle membuat aku tidak yakin"
Ucap Lea tiba-tiba.
"Mereka bilang saat pertama itu menyakitkan, tapi aku tidak merasakannya? kenapa aku seperti merasa dikerjai?"
Tanya Lea penuh kecurigaan.
"Kan aku sudah bilang karena kamu pelaku sedangkan aku korban nya, tapi akan lain lagi jadi nya kalau aku pelaku dan kamu korbannya maka kamu akan kesakitan"
Ucap Luck asal sesuka hati nya.
????????
Sumpah Luck ingin sekali tertawa saat ini, tapi apalah daya dia terpaksa menahan nya.
Tiba-tiba Lea memegangi wajah luck dengan kedua tangan nya.
"Apa?"
Luck bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
Akhhh aku pasti sudah gila semalam.
Batin Lea sambil menatap wajah Luck beberapa waktu.
"Hey... Lea lepaskan tanganmu dari wajah ku"
Alih-alih peduli dengan ocehan Luck, tiba-tiba secepat kilat gadis itu mencium laki-laki itu untuk beberapa waktu.
What?
Luck jelas terkejut dengan perlakuan Lea.
Setelah gadis itu mencium nya lalu dengan cepat melepaskannya.
"Aku benar-benar tidak ingat"
Ucap Lea lagi Lantas membenahi posisi nya seperti tanpa dosa.
"Kau mencium ku dengan paksa"
protes luck.
"Bodoh, aku sedang berusaha untuk mengingat nya"
"What? bodoh?"
Tanya Luck sambil melotot tidak percaya saat gadis itu berkata dia bodoh.
"Oh god"
Luck benar-benar tidak percaya ada gadis model begini didunia ini.
"Kamu mau mengingat nya? aku akan bantu mengingatkan nya"
"Ya?"
belum sempat Lea berfikir dengan jernih, luck menurunkan kursi yang dia duduki dengan tiba-tiba kemudian tanpa diduga laki-laki itu langsung berpindah posisi naik ke atas tubuhnya menautkan bibir mereka dengan begitu dalam.
Ah.... wait wait...!!!??
jelas saja lea kaget.
"Tidak begini juga maksud mengingat nya!!!!!!"
Lea bicara sambil mendorong tubuh luck ke belakang.
"Kamu memancing singa yang sedang tidur sayang"
Ucap Luck sambil menyeringai.
Hahhhhh????
Aku sepertinya salah konsep..!!
😱😱
Pekik Lea dalam hati.