Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Hubungan ibu dan anak



Begitu selesai makan malam, Vio Secepat kilat menghilang dari hadapan semua orang, perempuan mungil itu langsung melesat masuk ke kamar Edo untuk mendapatkan jam tidur nya.


Rasa kantuk yang mendominasi membuat Vio tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi disekitar nya.


"Benaran kabur tidur itu anak?"


Mommy Vio menggeleng-gelengkan kepalanya sambil sibuk membereskan sisa makan malam.


"Masih sore memang langsung tancap gas tidur dia kak"


Jawab Edo cepat.


Sejenak sang kakak menghentikan aktivitas nya.


"Masa?"


Tanya nya sambil mengerutkan keningnya.


Edo mengangguk cepat.


"Di rumah tidur malam terus kok"


Ucap kakak nya sambil melanjutkan kegiatan nya.


Edo tampak ikut membantu sang kakak untuk membereskan meja makan yang cukup berantakan.


Sejenak laki-laki itu diam.


"Sama kamu kok bisa nurut yah? kalau sama Mommy nya itu pakai diteriakin untuk tidur dio"


Daddy Vio ikut menyahut dari depan, menoleh ke arah mereka yang ada di dapur.


Sang kakak perempuan Edo tampak terkekeh.


"Teman berantem kalau dirumah"


Perempuan itu menggeleng-gelengkan kepalanya jika ingat bagaimana kelakuan mereka kalau bersama.


"Punya anak perempuan itu menyenangkan ada, nyebelin ada do, menyenangkan nya itu bisa sama-sama melakukan banyak hal bersama, bisa bantu kita, berdandan bersama, cari baju yang lucu-lucu bahkan bisa jadi teman curhat juga rasanya meskipun itu anak nggak ngerti kita ngomong apa do"


Cerita kakak nya sambil menarik pelan nafasnya.


"Kadang kakak suka mikir, nanti kalau dia sudah dewasa, ada jodoh nya, aku pasti dia lupakan begitu saja, seketika kasih sayang yang kita berikan pada nya selama puluhan tahun akan musnah karena dicuri oleh laki-laki asing yang tidak kita kenal yang dia sebut suami"


"Bisa jadi dia lupa kapan pulang, bahkan saat bahagia bisa jadi lupa juga dengan kita, tidak juga dipungkiri anak-anak hanya pulang 1 tahun sekali ketika di hari raya saja"


"Ketika kita sangat merindukan mereka, mencoba bertanya kapan pulang? bisa jadi dia punya sejuta alasan di sana, tidak punya waktu libur, masih begitu sibuk soal kejar target, suami yang tidak bisa di tinggalkan atau bahkan mereka terlalu sibuk dengan urusan anak-anak mereka"


Seketika air mata kakaknya tumpah.


Edo jelas membeku, dia cukup kehilangan kata-kata saat ini.


"Tuh kan mewek kakak mu"


Sang suami buru-buru mendekati istrinya, memeluk perempuan itu secara perlahan.


"Sayang jangan menangis hmm, anak-anak memang akan begitu pada akhirnya"


Setelah berkata begitu Laki-laki itu secara perlahan menghapus air mata sang istri.


"Maafkan aku"


"Maafkan aku kak"


Ucap Edo pelan.


Seketika 2 orang itu mengerutkan alis merek.


"Aku tiba-tiba ingat Mommy dan Daddy"


Lanjut Edo lagi.


Sang kakak langsung memeluk erat tubuh Edo.


"Jangan tidak pulang akhir Minggu ini, mumpung belum menikah dan terlalu sibuk dengan urusan istri hmm"


Edo hanya mengangguk pelan.


"Come jangan bersedih lagi"


Kakak nya mencoba menarik pelan nafasnya, menghapus sisa air matanya.


"Tahu ga do? vio tu memiliki mood dan temperamen yang sering naik turun, gampang nangis, Gampang ngambek, bahkan sekalinya marah susah sekali membujuk nya do"


Sang kakak mulai mengeluh soal sifat Vio.


"Mungkin karena dia anak satu-satunya kak"


Jawab Edo cepat sambil mengembangkan senyuman nya.


"Wah ngasih kode biar kita kasih adik sama Vio ma"


Sang kakak ipar menyahut lagi, seketika kakak perempuan Edo terkekeh.


"Nanti anak nya malu kalau ada adik bayi nya"


Sahut Mommy vio cepat.


"Nanti kalau ada adek bayi lah vio yang gendong, orang-orang bakal mikirnya itu anak Vio dong, nanti dikira dia nikah muda lagi sama teman-teman Mommy"


Lanjut sang kakak lagi.


Saat mendengar ucapan sang kakak Seketika Edo terdiam, laki-laki itu menelan Saliva nya sejenak.


Kakak iparnya tampak terkekeh, berjalan kebelakang Menuju ke arah meja bartender khusus yang memang di setting Edo didalam apartemen nya itu.


"Nah ini ni, type ibu-ibu yang suka nya ngerumpiin sesuatu yang belum tentu seperti apa yang di fikirkan"


Ucap laki-laki itu sambil mengeluarkan sebotol minuman dan sebuah gelas disana.


"Minum do?"


Tawar sang kakak ipar.


Edo mengangguk pelan.


"Bukan bergosip sayang, tapi kadang mulut ibu-ibu memang tidak bisa di rem sih"


Perempuan itu terkekeh sambil tangannya sibuk mencuci tumpukan piring kotor di atas wastafel pencucian piring.


"Kakak nggak suka dengan anak-anak yang nikah di usia dini?"


Tanya Edo pelan kearah ke dua orang itu.


"Tergantung Keadaan"


"Nggak setuju"


Pasangan suami istri itu menjawab bersamaan.


Jika Daddy Vio berkata tergantung keadaan, Mommy vio bicara dengan sangat tegas kalau dia tidak setuju.


Edo lagi-lagi menelan Saliva nya.


Aduh..!!


Oh god.


Batin Edo.