Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Merasa mengkhianati kepercayaan mereka



Dan hari ini benar-benar masuk ke jadwal kepulangan Mommy dan daddy vio.


"Jaga diri baik-baik yah, ingat jangan percaya dengan sembarangan teman laki-laki, tidak boleh pacaran, tidak boleh terjebak pergaulan bebas"


Rentetan pesan sang Mommy cukup panjang diberikan pada vio, tatapan penuh kekhawatiran jelas terlihat dari bola mata perempuan itu, tapi saat melihat Edo jelas rasa lega terpatri, dia yakin dan percaya sang adik pasti mampu menjaga putri semata wayangnya itu dengan baik.


"Iya Mommy"


Jawab Vio pelan sambil menoleh sejenak ke arah Edo.


Sebenarnya vio cukup takut ketahuan Mommy dan Daddy nya, sejak kemarin saat Mommy nya berkata dia bau keringat vio jelas agak cemas, dia fikir seandainya Mommy dan Daddynya tahu persoalan mereka bagaimana?.


Mungkin kah mereka akan dipisahkan? atau jangan-jangan uncle nya bakal di hajar daddy nya habis-habisan.


Dulu sebelum pindah ke Jakarta seorang teman laki-laki nya pernah memberikan pernyataan cinta kepada vio lewat hp dan tidak sengaja di baca oleh daddy nya, bayangkan apa yang dilakukan daddy nya lakukan di keesokan harinya, sang daddy mendatangi anak itu dan memberikan ancaman yang begitu mengerikan.


Bahkan saat ada anak laki-laki yang dengan berani bicara kotor pada nya, sang Daddy nya tidak enggan menghajar orang tersebut, yang jadi pertanyaan sekarang jika Daddy nya tahu dia dan uncle nya menikah apa yang akan dilakukan daddy nya kepada Uncle Edo dan dirinya?.


Sejenak vio menghela pelan nafasnya.


"Do titip vio, ingat jangan percaya sama laki-laki manapun buat ngajak vio kemana-mana meskipun dengan alasan sekolah"


Mommy Vio bicara Cepat.


"Iya kak"


"Perhatikan baik-baik, ingat jangan Sampai lepas pengawasan, kalau sesuatu yang buruk terjadi sama Vio, kami yang kakak Hajar pertama sekali"


Ancam sang kakak ipar.


Edo hanya mengangguk sambil berusaha mengembangkan senyuman nya.


Lantas sang kakak ipar langsung merangkul erat tubuh Edo, dia memukul-mukul punggung Edo untuk beberapa waktu.


"Aku percayakan vio pada kamu, do"


Dan Edo jelas hanya bisa menelan salivanya sambil menarik pelan nafasnya.


Maafkan aku!.


kata-kata itu hanya mampu diucapkan di dalam hatinya, Edo pikir apa yang akan terjadi saat kedua orang yang begitu menyayanginya dan mempercayai nya itu tahu soal hubungan mereka yang sebenarnya.


Edo benar-benar merasa telah mengkhianati kepercayaan sang kakak dan kakak ipar nya saat ini.


Lantas setelah kedua orang itu telah melesat pergi dari hadapan Vio dan Edo, sejenak mereka saling menatap antara satu dan yang lainnya.


"Kita akan menunggu kamu hingga kelulusan SMA, setelah itu uncle akan mengumumkannya hubungan kita"


ucap Edo pelan sambil membelai lembut rambut vio.


"saat ini mari melewati hubungan ini tanpa diketahui oleh Mommy dan Daddy kamu, dan Mari mengunjungi grandma dan Grandpa di akhir pekan minggu ini"


Vio menganggukkan pelan kepalanya sambil melemparkan senyuman indahnya.


Seketika Edo langsung memeluk tubuh Vio untuk waktu yang begitu lama.


"Sekarang katakan pada ku, makanan apa yang ingin kamu makan untuk menu makan malam?"


Tanya Edo cepat.


"Bagaimana jika makanan Jepang?"


Vio berkata cepat sambil memiringkan kepalanya.


"Baiklah kita akan ke restoran Jepang"


Ucap Edo lantas langsung merangkul erat tubuh vio, Mereka berjalan menuju ke area parkiran bandara kemudian keluar untuk mencari menu makan malam.