Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Melewati Sarapan pagi menjelang makan siang



Luck tampak terkejut saat keluarga Azzura tiba-tiba datang ke kediaman Stephard dikala matahari baru menyembul sempurna, bahkan yang membuat nya terkejut adalah niat kedatangan keluarga Azzura membuat lamaran untuk cucu tertua keluarga Azzura kepada adik bungsu nya Mina.


"Ya?"


Luck jelas membulatkan bola matanya.


Alih-alih menolak, Daddy dan Grandma tua Stephard malah senang dan langsung menerima pinangan Keluarga Azzura tanpa basa-basi.


Gila..!!


Fikir luck.


"Mina akan menikah?"


Lea bertanya pada nya sesaat setelah seluruh keluarga Azzura telah pergi dari mansion utama Stephard, dia dan Lea memilih untuk kembali ke mansion mereka besok pagi dan memutuskan menginap di sana.


"Hmm semuanya terasa begitu tiba-tiba"


Ucap luck sambil mencoba membaringkan tubuhnya ke atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.


"Kita menikah juga tiba-tiba"


Ucap Lea sambil sibuk mencari sesuatu di dalam walk in closed.


"Tapi kita punya alasan menikah dengan tiba-tiba"


Ucap laki-laki itu pelan.


Lea tampak mengulumkan senyuman, dia menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Yaaaa punya alasan, membuat ku terdesak karena di minta memilih, menikah atau kembali ke Prancis"


Oceh Lea lantas menyambar sebuah baju kaos milik luck yang cukup kebesaran, berjalan mendekati luck lantas berniat menggantikan pakaian nya.


Mendengar ocehan Lea, luck langsung menoleh ke arah sang istri, laki-laki itu secepat kilat menyambar tubuh Lea hingga membuat perempuan itu masuk ke dalam dekapan nya.


Posisi Lea berada tepat di atas tubuh luck.


"Tapi dia suka bukan?"


Tanya luck sambil mengulum senyuman nya, memeluk erat tubuh Lea dengan tatapan penuh cinta.


"Isshhh siapa bilang?"


Lea tampak memunyungkan bibirnya.


"Benar tidak suka?"


"Aku dibohongi soal malam pemerkosaan dan hamil"


Saat Lea mengingat kan nya soal ke jahilan nya Seketika luck terkekeh.


Rengek Lea kesal, memukul dada luck kesal perasaan dongkol.


Luck tampak tertawa terbahak-bahak, kemudian laki-laki itu langsung mengubah posisi mereka, membiarkan sang istri berada di bawah nya.


"Tapi istri Kecil ku ini jika di fikir-fikir sebenarnya polos atau bodoh?"


"Ya?"


Lea jelas semakin memunyungkan bibirnya.


"Memangnya aku bodoh? aku ini cukup pintar di sekolah, meskipun bukan juara kelas, tapi aku selalu masuk ranking 10 besar"


Protes perempuan itu kesal.


"Ahhh baiklah dia pintar, tapi dia benar-benar gampang dibohongi? saat sekolah tidak menyimak pelajaran biologi dengan benar bukan?"


Tanya luck sambil menelusuri wajah Lea.


Perempuan itu memutar bola matanya.


"Aku tidak suka dengan guru nya, uncle tahu? guru nya sangat galak sekali, bahkan dia punya aturan yang begitu mengerikan, saat dapat nilai 9 kami bakal diberikan 1 pukulan menggunakan penggaris panjang di telapak tangan kami, saat nilai yang kami dapat kan 8 artinya kami harus menerima 2 pukulan"


Luck terus memperhatikan bibir Lea yang mulai bercerita dengan perasaan menggebu-gebu, seolah-olah guru biologi nya begitu mengerikan.


"Dia berharap kami semua mendapatkan nilai sempurna tidak boleh kurang dari 10 agar tidak mendapatkan pukulan di telapak tangan kami, bukan kah itu menyebalkan? dia fikir semua orang didalam kelas anak-anak yang pandai? karena itu aku hmppp..."


Saat Lea curhat begitu panjang lebar, luck tiba-tiba langsung menyambar bibir Lea, menautkan bibir mereka untuk waktu yang begitu lama.


"Uncle.."


Lea merengek kesal saat luck melepas kan ciuman mereka.


"Mau membuat Luck Stephard Junior?'


Bisik laki-laki itu lantas masuk ke ceruk leher Lea.


"Ini masih pagi uncle.."


Lea kembali merengek, dia mulai memejamkan bola matanya saat bibir luck mulai menyapu ceruk lehernya secara perlahan.


"Bukankah ini adakah breakfast paling sempurna menjelang makan siang? kita bisa melakukan nya hingga sesi makan siang nanti"


Goda luck di balik telinga nya.


"Ishhh uncle akhhh"


Lea ingin protes, tapi tahu-tahu bibir luck kembali langsung bergerak menyesap ceruk lehernya secara perlahan hingga membuat sesuatu di bawah sana tiba-tiba terasa bergetar dengan lembut.