Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Kembali nya Aland Faith yildiz



Edo sejak tadi melirik kearah jam tangan nya, dia menghela nafasnya secara perlahan sambil bola matanya terus menatap ke arah depan, mencari diantara barisan orang-orang yang datang dimana kata nya Aland tiba di Indonesia hari ini.


Mereka bertukar peran, Ramira menemui Mommy Edo untuk menjelaskan perihal Vio dan diri nya sedangkan Edo menjemput Aland sesuai janji nya pada Farhan dan Farhan terpaksa menemui Selena untuk mulai menggiring perempuan itu untuk menjebak Aishe adik aland agar masuk ke genggaman Murat Al Jaber.


Ini benar-benar gila!.


Ucap Edo dalam hati.


Dan ada 1 berita yang dia dapatkan dari Farhan soal Ramira semalam, ini benar-benar luar biasa, Istri sirih Karl Al Jaber punya hubungan dengan masa lalu dengan orang tua Ramira yang belum diketahui apa.


Dan yang berdiri dibelakang sang istri sirih karl di masa lalu adalah keluarga Hillatop, namun semua pecah setelah Allzigra hillatop mengetahui soal 1 kenyataan, jika wanita itu tengah bermain api dibelakang mereka dengan menggoda seseorang dari keluarga musuh nya.


Dan yang menjadi PR mereka saat ini adalah siapa yang telah di goda oleh wanita itu di belakang hillatop, siapa yang berdiri di belakang wanita itu diam-diam dan kenapa wanita itu bisa terlibat perihal kematian Mommy dan Daddy Ramira di masa lalu?.


Mereka butuh jawaban itu secepatnya.


Jangan beritahukan Ramira dulu, biarkan aku mencari tahu hingga ke akar-akarnya lebih dulu.


Sebaris pesan itu diucapkan Farhan pada nya semalam.


Edo kembali menghela nafasnya, bola matanya kembali mencari sosok Aland, sepersekian detik kemudian senyumannya mengambang dengan sempurna saat dia melihat satu sosok laki-laki melambaikan tangannya kepada Eden.



Oh shi..t si brengsek itu semakin bersinar setelah sekian lama menghilang.


Umpat Edo dalam hati.


Seketika setelah Aland mendekati nya, mereka langsung mengadu tinju sejenak.


"Katakan pada ku bagaimana kabar mu brother?"


Tanya Edo sambil menaikkan ujung alisnya.


"Tidak seburuk 17 tahun yang lalu"


Jawab laki-laki itu masih dengan gaya lama nya, begitu santai tanpa banyak senyuman, mereka mulai berjalan keluar dari bandara.


"Tidak memberitahu kan putri mu soal kepulangan mu?"


Mendengar ucapan Edo soal putri nya, seketika Aland menghentikan langkah kaki nya.


Alih-alih menjawab pertanyaan Edo, aland langsung berkata.


"Aku akan tidur di apartemen mu"


"What?"


Seketika Edo membeku.


"Tidak kawan, kali ini kamu tidak bisa bergerak bebas di apartemen ku"


Aland jelas mengerutkan keningnya.


"Ada perempuan di rumah mu?"


Tanya laki-laki itu.


"Ini sedikit lebih rumit, aku sudah menikah"


"Apa?"


Jelas saja aland cukup terkejut mendengar ucapan Edo.


"Aku fikir kamu belum menceritakan nya pada ku?"


"Kami belum merayakan nya, baru menikah secara keagamaan"


Aland mendengus.


"Kau bercanda?"


"Tidak"


"Perempuan mana? satu profesi? model? atau dengan bidang pekerjaan lain?"


Seketika pertanyaan Aland membuat dia menelan salivanya.


"Ingat dengan putri kak Atifa?"


Tanya Edo tiba-tiba.


Aland fikir Edo sedang mengalikan pembicaraan.


"Jangan mengalihkan pembicaraan"


Protes Aland sambil terus melangkah ke depan.


"Aku tidak sedang mengalikan pembicaraan, ingat dengan putri kak Atifa?"


"Gadis kecil mungil dan lincah itu? tentu saja aku ingat, sepertinya dia satu sekolah dengan Ailee"


Aland bicara sambil menghentikan langkah kakinya di area parkiran, dia membuka sisa air mineral yang ada di tangan nya, menvoba untuk menelan minuman nya.


"Dia istri ku"


Saat Edo berkata begitu, seketika air minum itu menyembur dari mulutnya.


"What?"


Seketika Aland menatap Edo dengan pandangan tidak percaya.