
Catatan \= masih ingat Selim Mak? laki-laki yang suka sama Lea?!.
Part ini dibuang sayang.
Bonus part.
******
Selim mencoba menetralisir perasaan nya saat mendengar kata-kata Lea tadi, laki-laki itu mengeram sejenak kemudian berusaha untuk membuang sejuta perasaan kesal nya.
"Apa kau sedang bercanda dengan ku? mulai berpikir untuk mempengaruhi pikiran ku?"
Tanya Selim cepat, laki-laki tersebut membuang pandangannya.
"Buang payung mu, aku benci saat kau terlihat sok perhatian pada ku"
Laki-laki tersebut terlihat bicara begitu dingin pada Clara.
Alih-alih mendengar kan ucapan Selim, Clara kembali berkata.
"Kau tetaplah keras kepala seperti biasanya, meskipun orang berkata itu tidak baik atau buruk atau bahkan bisa membuat mu terluka, kau akan tetap berpikir orang-orang hanya ingin berusaha menipu mu"
Clara mendengus lantas membuang pandangannya.
Mendengar ucapan Lea, Selim melirik kearah gadis tersebut.
"Berhentilah melakukan hal seperti itu, kau pikir aku akan terpengaruh dengan ucapan mu?"
Salim kembali melanjutkan kata-katanya dan mengabaikan ungkapan Clara, Laki-laki itu langsung berdiri dari posisi duduknya sembari dia bergerak menepis payung yang diberikan oleh Clara.
Melihat ekspresi Selim yang seperti biasa tidak menggubris Ucapan nya, Clara langsung mendengus.
"Kau pikir aku gampang mengatakan nya pada mu?"
Tanya Clara sembari menaikkan ujung alisnya.
"Lea sendiri yang memintaku untuk menyampaikannya kepadamu, tidak usah menunggu dirinya sebab dia harus kembali pulang dengan kekasihnya"
lanjut Clara lagi kemudian gadis tersebut langsung berjalan Mencoba menjauhi Selim.
"Kau kenapa begitu iri pada Lea? pura-pura baik dan dekat dengan nya padahal memiliki niat yang tidak begitu baik bukan?"
Selim tiba-tiba bertanya sambil mencekal lengan Clara dengan cepat, dia menahan langka gadis tersebut dengan perasaan kesal.
"Kali ini bahkan kau ingin menghasutnya agar aku membencinya bukan?"
lanjut laki-laki tersebut lagi.
Melihat perlakukan kasar Selim terhadap dirinya seketika membuat Clara langsung mengerutkan keningnya.
"Apa ucapan ku terlihat untuk menghasut mu? kau pasti bercanda"
Oceh Clara.
Gadis itu menghela kasar nafas nya.
"Berhadapan dengan mu memang selalu membuat emosi ku naik tanpa bisa ku tahan, sebelum kepala ku pecah karena menahan emosi aku hanya bisa memberikan mu sedikit saran"
Clara kini berbalik dengan cepat, mengahadap kearah Selim lantas dia menyerahkan patung nya ke tangan Selim kemudian dia mencoba mengeluarkan sesuatu dari tas nya.
"Hujan, kembali lah setelah hujan berhenti nanti"
Ucap Clara lagi kemudian dia buru-buru memberikan sesuatu kepada laki-laki tersebut.
Laki-laki tersebut sedikit tersentak kaget karena Clara memberikan sesuatu dengan cara yang kasar ke depan dadanya.
"Dia menitipkan ini pada ku dan meminta ku memberikan nya pada mu"
begitu tangan gadis tersebut lepas dari dada dada Selim, laki-laki tersebut jelas terkejut dan langsung menahan benda yang diberikan Clara di atas dadanya.
sebuah kotak persegi empat yang cukup tebal mendominasi berwarna hitam terlihat berada di tangan nya saat ini.
"Dia meminta ku memberikan pada mu, catat Lea sendiri yang meminta nya memberikan pada mu, pesan berikut nya berhenti menunggu nya sebab dia tidak akan datang"
Lanjut Clara lagi.
Setelah memastikan Selim menerima kotak yang dia berikan tadi, Clara dengan cepat langsung meninggalkan laki-laki itu.
Gadis itu bergerak menuju ke area parkiran masuk ke dalam mobilnya dengan gerakan yang cepat karena takut kebasahan mengingat dia memberikan Selim payung yang dia gunakan tadi.
dengan sedikit ragu-ragu dia mencoba untuk membiarkan payung di tangan nya Ter apit di leher nya sedang kan kedua tangan nya membuka kotak hitam itu secara perlahan, melihat isinya dan dia mencoba memperhatikannya dengan sesama.
sejenak Selim mematung diantara guyuran air hujan yang membasahi payung milik nya, suara hujan terdengar semakin menderas laki-laki itu tidak mengeluarkan suaranya sama sekali, percayalah bola mata nya kini tidak bisa beranjak dari sana saat ini.
Tulisan yang ditulis di kertas tinta emas terlihat menghiasi sebuah kertas biru muda didalam kotak tersebut.
Selimmmm
Congratulations.
Ini adalah perayaan 12 tahun persahabatan kita bukan? aku pikir kamu ingin memberikan aku kejutan soal hari persahabatan kita.
Bukannya aku tidak ingin datang tapi..aku harus pergi dengan seseorang, yang special
(. ❛ ᴗ ❛.).
Akan aku beritahukan siapa dia jika sudah waktunya.
I love you Selim.
Best love, Lea ST.
Seketika Selim menelan salivanya, tidak tahu kenapa rasanya kedua pelupuk matanya terasa membasah.
Aku fikir ini karena air hujan.
Batin laki-laki tersebut pelan.
Yah ini air hujan bukan air mata.
Lanjut Selim lagi didalam hati nya.
Dia mencoba untuk menahan perasaan nya saat ini, rasanya ada gelembung bola yang akan pecah dengan jutaan rasa sesak yang menghantam dada nya, laki-laki itu berusaha menutup kotak hitam tersebut sembari mencoba menahan air matanya yang mungkin akan tumpah.
laki-laki tersebut sejenak mendongakkan kepalanya, dia mencoba menarik nafasnya berat tanpa berani bicara.
Di ujung sana didalam mobil mendominasi berwarna putih Clara terlihat menatap ekspresi Selim untuk beberapa waktu, gadis itu mencoba mengukir gambar di kaca mobil dimana kaca tersebut tepat menyoroti wajah sedih laki-laki tersebut.
Semua pasti baik-baik saja hmmm.
Batin nya pelan sembari bola mata gadis tersebut terus menatap ke arah laki-laki itu di ujung sana.
"Aku pikir dia tidak baik-baik saja, kak"
Ucap Clara pelan tanpa berniat menoleh ke sisi arah kemudi.
Seorang perempuan duduk tepat disamping dirinya, bola mata perempuan tersebut ikut menatap kearah Selim untuk waktu yang begitu lama.
"Kita tidak memiliki cara lain untuk menghentikan perasaan nya pada Lea"
Bisik perempuan itu kemudian, dan bisa dilihat bola mata perempuan itu tampak berkaca-kaca.
"Aku takut dia terluka"
ucap Clara lagi sambil menoleh ke arah perempuan tersebut, bola mata gadis itu terlihat berkaca-kaca di detik berikutnya seketika air mata jatuh begitu saja.
"Ada yang bilang untuk kebahagiaan banyak orang terkadang kita harus mengorbankan satu orang bukan? Selim akan mengerti pada waktu nya"
Setelah berkata begitu, perempuan tersebut langsung membuang pandangannya.
"Kak"
"Luck akan mengumumkan pernikahan mereka cepat atau lambat, sebelum beritanya pecah dan Selim hancur, bantu kakak untuk memberitahu kan nya secara perlahan hmmm"
Satu helaan nafas berat terdengar didalam mobil tersebut, didetik berikut nya air mata perempuan itu tumpah, dengan tangan bergetar dia mencoba memutar kunci mobilnya kemudian dengan gerakan cepat perempuan tersebut mulai menyalakan mobil tersebut dan membawa mobil itu melaju pergi secara perlahan.
Clara tidak menjawab sama sekali, dia mencoba berbalik untuk kembali menoleh kearah Selim, air mata nya tumpah sembari Clara bergumam didalam hati.
******
Kau laksana kain sutra yang terlihat kokoh dan indah dipandang mata
Tapi realita nya engkau begitu lembut dan rapuh juga mudah hancur jika di ikat dengan keras.
Jangan menangis karena jika kau menangis aku juga akan terluka.