Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Big family



Ramira tampak sibuk menggendong baby Ayaz, sambil kadang nyonya burja menanyakan beberapa hal kepadanya, mereka melakukan obrolan santai bersama dimana ad Ramira, Ailee dan nyonya Burja sendiri.


kadang mereka tertawa bersama, kadang bola mata mereka terlihat berkaca-kaca, kadang Ramira tampak menganggukkan kepalanya atau menggelengkan kepalanya.


Sambil diiringi baby Ayas yang kadang menangis kadang juga tertawa.


Hingga tiba-tiba datang seseorang dari arah pintu depan.


"Kakkkkkk"


Aishe langsung menyerbu masuk ke dalam dengan antusias, perempuan itu langsung memeluk ramira dari arah samping mengingat Ramira tengah menggendong baby Ayaz dengan perasaan bahagia.


"Oh sayang kakak merindukanmu"


ucapan Amira sambil menikmati pelukan Aishe.


tidak lama kemudian murat hadir membawa Baby Defne di dalam gendongan nya, dia mendekati semua orang sambil memberikan salam pada nyonya Burja.


"Bawa kemari, agar mereka bersama"


Ucap nyonya Burja cepat ke arah Aishe.


perempuan itu dengan cepat meraih babby Defne kemudian membiarkan putri nya diletakkan ke dalam box bayi dengan posisi bersebelahan.


"Mereka hampir seperti saudara kembar"


ucap Ailee cepat sambil menyentuh baby Defne.


Aishe mengangguk setuju memperhatikan ke dua baby tersenyum dengan perasaan bahagia.


"Rumah kita akan terasa lengkap dan ramai saat kak Ramira juga melahirkan baby-nya nanti"


Tambah Ailee lagi.


"Itu benar"


jawab Aisyah sambil menyentuh lembut perut Ramira.


di tengah obrolan mereka tiba-tiba Selena muncul bersama Bahrat disusul oleh Mina dan Emir.


"Oh my god, dua Baby lucu ada disini"


Selena langsung menghampiri semua orang diikuti Bahrat, saat Selena mendekati bayi mungil yang ada di dalam box, Bahrat memberi salam pada Nyonya Burja kemudian laki-laki itu langsung menjauhi para perempuan dan mendekati Aland serta murat yang ada di ruang tamu.


begitu juga dengan Emir, sedangkan Mina ikut merapat ke anggota para perempuan.


kemudian satu per satu orang-orang mulai ber datangan, Vio, Belle, deliyah dan pasangan mereka masing-masing.


Ramira jelas begitu terkejut dengan kehadiran semua orang.


"Ada grup keluarga yang memberitahukan kehadiran untie, dan akhirnya semua orang datang kemari dengan antusias"


ucap Vio sambil memeluk Ramira dengan penuh kerinduan.


perempuan itu yang paling menyayangi Ramira, dia yang kemarin terus berusaha mengembalikan kebahagiaan perempuan dengan kisah menyedihkan itu agar bahagia.


Saat vio tahu semua orang berbohong dan menyembunyikan soal kenyataan, dia berjuang membuka tabir agar Eden mengetahui soal kenyataan yang di tutupi dibelakang nya.


karena itu begitu mendengar Untie Ramira nya pulang bersama uncle Eden nya, dia jelas merasa begitu bahagia.


Dan kini di sinilah mereka berada, berkumpul bersama penuh dengan jutaan kebahagiaan yang begitu luar biasa.


bisa dibayangkan bagaimana padatnya rumah tersebut ketika semua anggota keluarga berkumpul menjadi satu.


dan bagaimana obrolan seru terjadi diantara mereka.


dua bayi mungil tersebut menjadi rebutan semua orang, mereka semua orang bergantian ingin menggendongnya sambil menggoda kedua bayi tersebut.


saat hiruk-pikuk terjadi, saat obrolan panjang penuh dengan canda tawa terdengar dimana-mana tiba-tiba dari arah pintu depan muncul dua sosok orang yang datang sambil membawa jutaan senyuman.


Sejenak bola mata Ramira menangkap sosok yang ada dihadapannya itu.


Di perkumpulan para laki-laki Tampak bola mata Eden menatap sosok Asha yang muncul secara tiba-tiba.


Sesaat keheningan terjadi, Asha muncul dengan Arisu lantas berjalan mendekati semua orang.


Sepersekian detik kemudian gadis itu berkata.


"Oh ayolah sayang, jangan melihat kami seperti pasangan buronan"


Seloroh Asha ke arah semua orang.


"Apa kau tidak merindukan aku? jangan lihat aku dari sisi masa kemarin, lihat aku dari sisi seorang teman dan keluarga"


Ucap Asha cepat kearah Ramira.


"Aku sudah tidak tertarik lagi dengan laki-laki menyebalkan itu"


Lanjut nya lagi lantas membentang tangan nya secara perlahan.


Ramira langsung memeluk tubuh Asha secara perlahan.


"Maafkan aku"


Ucap Ramira pelan.


"Aihhhh ucapan macam apa itu, seharusnya aku yang minta maaf"


Jawab Asha cepat lantas melepaskan pelukannya.


"Kita ini keluarga, lupakan yang kemarin"


lanjut nya lagi.


"Aku melihat barisan chat di group keluarga, tega sekali, adik ku dan Abigail pergi meninggal kan kami"


Protes Asha cepat ke arah deliyah.


"Bukan nya tega kk, aku Fikir kalian sedang menghabiskan waktu makan malam bersama"


Potong deliyah cepat.


"Dia minta di bawa pulang makanan nya"


Arisu bicara sambil terkekeh, mengangkat banyak sekali bungkusan makanan di tangan kiri dan kanan nya.


"Waaaaaaa kita harus ikut menghabiskan nya"


Vio bicara cepat lantas meraih beberapa bungkus makanan dari tangan Arisu.


"Ini banyak sekali, aku fikir ini rejeki mendadak, aku dan Bern belum mendapat kan makan malam kami"


Sahut Belle cepat.


"Kita bisa menghabiskan makan malam bersama, kami juga sudah menyiapkan makan malam nya"


Ailee menyahut cepat.


Dan pada akhirnya ke siruan keluarga itu terlihat di mana-mana, ada yang sibuk dengan persiapan makanan nya, ada yang sibuk dengan bayi mungil nya, ada yang berseloroh di satu sudut ruangan bahkan para laki-laki sedang berfikir untuk bergadang sambil bermain catur bersama.


"Aku sedang berfikir hukuman apa yang akan diberikan untuk yang kalah dalam permainan"


Ucap Bahrat cepat.


Sejenak semua orang menoleh ke arah Eden.


"Apa?"


Eden bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


"Bukan apa-apa"


Jawab semua laki-laki sambil mengulum senyuman mereka.


Seketika kecurigaan besar menghantam laki-laki itu.


"Jangan bilang ini untuk mengerjai ku?"


Protes nya cepat.


"Hahahaha kami tidak memikirkan nya"


Jawab Murat sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kau ini belakangan penuh dengan kecurigaan"


Protes Aland cepat.


"Kami ini saudara yang baik, jangan khawatir soal hal semacam itu"


Abigail bicara sambil menaikkan kedua alisnya di barengi senyuman mautnya.


"aku ini bukan laki-laki yang pandai bermain catur, jangan berikan hukuman yang terlalu berat"


Edo bicara sambil menahan tawanya.


Eden tampak mengembangkan senyuman nya.


Di balik handphone masing-masing laki-laki terdengar suara notifikasi.


...Group BIG BOS FAMILY...


...Malam ini jangan ada yang melepaskan diri nya.βœ…...


......πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½......