
Acselic construction
Manhattan
07.30 AM
Tapak suara langkah kaki dari heels perempuan itu terdengar memenuhi seluruh ruangan, dimulai dari lantai bawah hingga menuju ke lantai atas nya, semua pekerja tampak menundukkan kepala mereka, memberi salam dan tanpa sebagai rasa hormat yang mendalam.
Hari ini pertama kali nya penerus Acselic construction menggantikan tugas Daddy nya, dia yang akan mengelola semua urusan didalam perusahaan tanpa terkecuali.
"Aku hanya ingin tahu, kenapa aku dipindah tugaskan ke bagian devisi analisis?"
Ramira tampak menghentikan langkah kaki nya ketika suara seorang perempuan memecah konsentrasi pagi nya, dia secara perlahan menoleh ke arah asal suara.
Sejenak Ramira menatap perempuan yang ada dihadapan nya itu dari ujung kaki hingga ke ujung kepala nya, secara perlahan Ramira melangkah mendekati perempuan yang ad dihadapan nya itu.
"Aku baru tahu, ada seorang bawahan yang menyapa atasan nya tanpa kalimat pembuka"
Ucap Ramira sambio menatap tajam wajah perempuan yang ada dihadapan nya itu.
Liliana tampak menggenggam erat telapak tangan nya, dia fikir entah mimpi apa dia semalam, tiba-tiba saja struktur organisasi pagi ini berubah, dia dipindahkan ke devisi paling bawah, harus terjun kelapangan bersama tim yang sama sekali tidak dia sukai.
"Maafkan aku, Miss. Aku hanya terbawa suasana, membuat ku sedikit bingung saat struktur organisasi berubah dan aku terjun bebas ke bawah"
Ucap perempuan itu sambil menundukkan kepalanya.
Ramira sama sekali tidak bergeming, masih menatap tajam perempuan yang ada di hadapannya itu.
"Apa itu terlihat tidak adil untuk kamu? menjadi sekretaris dari direktur personalia seperti nya begitu menyenangkan untuk kamu?.tapi bukan kah tidak ada tantangan yang akan terjadi ketika kamu tetap berkutat didalam ruangan yang tertutup kaca tanpa terlihat bagaimana kemampuan kamu dari arah luar sana?"
Mendengar ucapan Sang atasan seketika Liliana mengeratkan rahang nya.
"Ya?"
Seketika bola mata Liliana membulat.
"Kamu tidak mendengar gosip nya? orang-orang sedang membicarakan dirimu dibelakang"
Setelah berkata begitu Ramira menaikkan ujung bibirnya, lantas perempuan itu secepat kilat membalikkan tubuhnya, melangkah meninggalkan Liliana dengan sejuta pertanyaan dan kemarahan.
Liliana tampak menganga tidak percaya, dia membentang sedikit kedua tangannya.
"Dia bilang apa? menggosip? siapa yang berani menggosip soal diri ku di perusahaan?"
Seketika Liliana meraup kesal wajah nya, dia fikir ada apa dengan hari pertama penerus Acselic construction itu bekerja di perusahaan? perempuan itu seolah-olah menatap wajahnya penuh dengan ketidak sukaan.
Perlukah dia bicara pada tuan Burak atau dia harus bicara dengan Mommy nya? dia jelas tidak terima ketika pimpinan baru nya memindahkan diri nya yang seorang sekretaris menjadi bagian anggota divisi analisis.
Secepat kilat Liliana meraih handphone nya, dia mencoba menghubungi seseorang saat itu juga.
Dari arah kamar elevator kaca, Ramira Tampak menatap tajam me arah Liliana yang terlihat tengah mengoceh dibalik handphone nya, seorang laki-laki terlihat berdiri disamping Ramira.
"Pastikan dia didepak dari perusahaan dalam 1 bulan di mulai dari sekarang"
Ucap Ramira pelan sambil membuang pandangannya dari Liliana.
"Baik nona"
Laki-laki itu bicara sambil menundukkan kepalanya.
Ini adalah jalan baru untuk meruntuhkan kepongahan dan keserakahan kamu dan wanita itu dan semua orang yang terlibat menghancurkan Mommy dan Daddy ku.